
"Ampuni aku yang mulia " Chilsuk tampak tegang .
Yang mulia Raja menatap pemuda itu dengan tatapan yang begitu tajam hingga seolah terasa begitu menusuk hingga ke tulang.
" Aku akan mengampuni mu atau tidak tergantung dengan bagaimana kau akan menjawab semua pertanyaan ku ?? "
"( H h h , terlepas dari mulut singa masuk ke lubang buaya . Astaga ,π²π² sekarang aku bisa tau darimana Pangeran mewarisi sikap yang menakutkan itu ) " Chilsuk hanya berani mengomel dari dalam hatinya.
Pemuda itu hanya bisa pasrah menerima situasi yang sungguh tidak enak serta begitu menyulitkannya , sedangkan Dongwon segera meninggalkan tempat itu saat Raja memberinya kode .
Sepertinya hari ini bukan hari yang baik bagi Chilsuk , tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini selain menuruti permintaan Raja .
Dongwon menoleh ke belakang , dia memikirkan sesuatu kemudian tampak mengangguk anggukkan kepalanya seolah sedang menyimpulkan sesuatu . Dia harus kembali bekerja lagi , entahlah .
Jika di pikir pikir , sebenarnya dia itu bawahan Pangeran Ji yong ataukah Pangeran Seong Jun ?? entah mengapa sekarang dia berfikir bahwa sepertinya saat ini justru dia merasa lebih menurut dan takut pada Pangeran Seong Jun .
Meskipun takut , Dongwon juga tidak menyangkal bahwa Pangeran Seong Jun memiliki aura kharismatik dan wibawa yang begitu kuat sehingga dirinyapun juga merasa takut, segan , sekaligus takjub.
Dongwon bahkan sempat berfikir jika seandainya Pangeran Seong Jun kelak naik ke atas tahta kerajaan dan menjadi seorang Raja , Pangeran Seong Jun tentu akan menjadi Raja yang hebat serta di cintai oleh rakyat .
Dia sudah melihat sendiri bagaimana sikap sehari hari Pangeran Seong Jun yang baik pada siapapun meski terkadang saat sedang merasa kesal area di sekelilingnya juga menjadi mencekam karena itu .
πππ
Raja duduk dan menatap Chilsuk dalam dalam. Menunggu kisah yang ingin di ketahuinya , memastikan kebenaran cerita yang sudah di dengarnya dari Permaisuri . Apakah sama atau ada yang tertinggal .
" Aku ingin mendengar dari mu sendiri , peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu . Ceritakan pada ku "
Chilsuk bingung mau me mulai ceritanya dari mana , kemudian dia mulai bercerita mengenai apa yang dia ketahui dulu.
Raja mendengarkannya dengan serius .
π±π±π±π±π±π±
#######################
__ADS_1
Raja Balraj Kumar terlihat tidur di pembaringan , dia masih hidup tetapi seperti orang yang sudah mati . Sampai sekarang Raja Balraj masih belum sadar juga , entah apa yang membuatnya jadi seperti itu.
Dari ke 5 Raja yang di tangkap , ke tiga yang lainnya telah di lepaskan dan telah kembali ke kerajaan mereka masing masing bersama sisa pasukannya yang masih hidup.
Mereka telah melakukan sumpah dan sudah membuat surat perjanjian dengan Raja Madraka sebelumnya , karen telah menyerah dan bersedia bergabung dengan Raja Madraka.
Sementara Raja Avenash masih menolak menyerah dan tetap berada di dalam penjara . Sedangkan Raja Balraj kita sudah tau sendiri bagaimana keadaannya saat ini.
Putri Jhanvi kini tengah berjalan di kawal oleh dua orang prajurit di depannya, mereka sedang menuju tempat di mana Raja Avenash ayah Putri Jhanvi di tahan. Setelah berdebat dengan Raja Madraka akhirnya ia di izinkan untuk menemui ayahnya.
Ikatan yang nyatanya masih terpatri di hati membuat Raja Madraka , Mahender Cawala memberikan izin itu.
Obor obor menerangi di setiap jalan mereka , Putri Jhanvi melewati sebuah ruangan yang di isi oleh seorang tahanan . Raja Varun , ternyata dia masih di sana dan belum di lepaskan meski Raja Madraka berhasil memenangkan perang . Bukankah mereka sekutu sebelumnya ?? kenapa dia masih di sini .
Tidak ingin membuang waktu Putri Jhanvi meneruskan langkahnya , ya Raja Varun memang nelum di lepaskan .
Raja Madraka memang sengaja tidak membebaskannya karena alasan satu dan lain hal , dia sepertinya mengetahui rencana lain dari Raja Varun .
Akhirnya Putri Jhanvi sampai juga di sebuah ruangan , dia bisa melihat Raja Avenash yang sedang duduk menyandar di dinding penjara . terlihat pada kaki kanannya terdapat rantai besar yang menjadi penghambat pergerakannya..
"Ayah ?? " Putri Jhanvi melihat ayahnya sendu.
"Jhanvi , apa yang kau lakukan di sini ?? " Raja Avenash tidak menyangka bahwa putri tercintanya mennjenguknya ke tempat kotor ini.
"Aku ingin melihat keadaan ayah di sini dan memastikan sendiri jika ayah benar benar masih hidup , Mahender sudah membuat ayah menderita , kenapa ayah tidak menerima tawarannya "
" Tidak akan Jhanvi , ayah tidak akan tunduk dengan Raja palsu sepertinya . Bagaimana dengan ayah mertuamu ??? "
" Sampai saat ini Ayah belum sadarkan diri , entah apa yang terjadi padanya . Setidaknya Raja Balraj tidak di tempatkan di sini , terkadang aku merasa Mahender yang dulu masih bersemayam jauh di hatinya. "
" H mnn , Jhanvi , ayah tidak terkejut jika Mahender mengijinkan mu kemari dia sangat menyayangimu layaknya saudara "
"Apa ayah lupa ??? bahkan dia sendiri sudah melenyapkan semua saudaranya , apalagi aku yang orang lain yang dianggap seolah saudaranya . Bukankah dia memang kerabat jauh kita "
"Tidak , kau berbeda putriku . Kau memiliki tempat spesial di hatinya , dia menyayangimu seperti menyayangi dirinya sendiri . Hanya saja dia sudah banyak berubah kau harus hati hati padanya , ayah sama sekali tidak menghawatirkan mu . Kau adalah satu satunya sahabat terbaik yang dia miliki , Mahender tidak akan melukai mu "
__ADS_1
" Ayah , kumohon terimalah perjanjian itu . Aku tidak ingin melihat ayah menjadi tahanan seperti ini "
". . . . . " Raja Avenash hanya diam
"Aku membawakan sedikit makanan untuk ayah , ayah harus kuat . "
"Bagaimana dengan cucu cucu ku ?? "
" Mereka baik , ayah aku tidak bisa lama lama . Aku mohon ayah mempertimbangkan lagi tawaran Mahender . Jika ayah bisa bebas dari sini ayah bisa kembali ke kerajaan "
"Putri , waktu berkunjung mu sudah habis "
"Ayah , sampaikan ini pada Sanjev " Putri Jhanvi menyelipkan sebuah kertas kecil di jemari ayahnya , Putri Jhanvi hanya di izinkan bertemu ayahnya . Tapi tidak untuk bertemu pangeran Sanjev suaminya .
"Ayah mengerti , pergilah "
"Mari Putri , " Ucap seorang pengawal
"Aku pergi dulu ayah ,jaga dirimu baik baik "
Setelah berpamitan Putri Jhanvi akhirnya meninggalkan tempat pesakitan itu , meski berat meninggalkan ayahnya di sini . Tapi dia sendiri juga tidak berdaya .
π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅π΅...
Beberapa hari kemudian Daratan telah terlihat , mereka harus berhati hati agar kedatangannya tidak membuat curiga siapapun . Maklum wilayah ini sekarang sedang kedatangan musuh yang berniat menginvasi medeka .
Juho benar benar tidak sabar ingin segera bertemu belahan jiwanya itu , dari yang di tulis Tuan Kakkar dia mengatakan jika Zara dalam bahaya . Dan yang menggembirakan Gadis itu sudah terlepas dari ikatan pertunangan Pangeran Jeet .
" Kapal akan segera bersandar " ucap Juho
" Kita sudah hampir santai "
ππππππππππππππππ
Malam Readers ....
__ADS_1
mungkin up kak ceri akan sedikit telat nantinya , mau sekalian ngedit kata yang salah . Mulai eps 1 jadi ya lo laaaaaa
came on... jangan lupa like ... jempolnya di goyang ya... biar tambah cemungut kak ceri...