
" Lalu bagaimana selanjutnya ? "tanya bangsawan Seowon
"Permaisuri memerintahkan kita agar membawa putri dan pangeran untuk berlindung di istana surya dua hari lagi " Ucap paman chanso
Istana surya adalah nama istana yang sudah selesai di bangun pangeran seong jun , mungkin saat ini tempat itulah yang paling aman .
#
Pagi ini pangeran Seong Jun memutuskan pergi keluar istana bersama chilsuk untuk mencari udara segar, keadaan saat ini membuatnya tidak nyaman jika terus berdiam diri di dalam kediamannya .
Dia hanya pergi bersama chilsuk , karena itu semua pengawal ia tugaskan untuk mengawal pangeran kecil. Sungguh ayah yang sangat protektif pada putranya
Pangeran Seong jun berjalan jalan ke sebuah lembah yang menghijau ,angin bertiup semikir membuat rumpun ilalang berayun ke kiri dan kanan .
Dia ingat dulu saat ia masih menjadi putra mahkota ia sering pergi kesini untuk sekedar menikmati pemandangan .
Saat keluar pangeran memakai pakaian layaknya rakyat biasa , rambutnya yang biasa ia gerai kini tampak terikat rapi .
Jambang , Kumis dan janggutnya masih tampak lebat karena memang belum di cukur lagi sejak lama . Matanya tajam menyapu pemandangan yang terhampar di depanya .
Pohon yang tumbuh jarang jarang , rumput ilalang yang tak terlalu tinggi . Beberapa bungga liar juga tumbuh subur di sini , tidak ada banyak berubah kecuali waktu yang dengan cepat berlalu.
Di tangan Pangeran memegang sebuah belati yang indah , belati dengan sarung yang cantik dan menarik ini milik putri zara .
Salah satu senjata yang dulu sering di bawa wanita itu kemanapun dia pergi , karena biasanya para wanita jarang membawa pedang .
Belati itu lalu di selipkanya di pinggang , dari kejauhan mereka bisa melihat sekelompok orang yang berada tak jauh dari sana sedang menggembala ternak mereka.
"Pangeran kita harus segera kembali " Ucap Chilsuk mengingatkan , sebenarnya dia masih sedikit segan pada pangeran namun ia harus tetap menyampaikanya .
"Mereka bisa menunggu " Jawab pangeran tanpa menoleh ke arah chilsuk
Pangeran tau karena Permaisuri hari ini sengaja mengundang Nona moon Geoung ke paviliun pribadi permaisuri , selain untuk meminta maaf permaisuri myung hee atas kelancangannya malam itu permaisuri juga ingin mempertemukan pangeran dengan Nona moon geoung .
Paling tidak ya pangeran harus menemui calon istrinya secara langsung ketika dalam keadaan sadar , mungkin Nona Moon Geoung hanya mengetahui pangeran terganggu jiwanya .
__ADS_1
Namun kenyataannya pangeran sangat waras jadi justru dialah yang harus berusaha mengenal nona ini entah bagaimanapun caranya nanti.
Pangeran tidak kuasa untuk menentang rencana ibunya ini , dan hanya mengiyakanya .
Ketika sudah merasa puas menikmati tempat yang sangat sejuk ini Pangeran Seong Jun kemudian mulai bangkit dan segera kembali ke kerajaan setelah matahari sudah cukup tinggi .
Saat di perjalanan pulang mereka tiba tiba di hadang oleh sekelompok orang tak di kenal , sepertinya hanya brandalan biasa mengingat mereka bahkan tidak berniat menutup wajahnya sama sekali.
"Siapa kalian ? Kenapa menghalangi jalan kami " Tanya chilsuk yang kini dalam posisi siaga
Namun bukanya menjawab orang orang itu justru mulai mencabut pedang mereka , melihat gelagat tidak baik itu Chilsuk juga mencabut pedangnya . Sementara pangeran yang memegang tongkat kayu itu terlihat tenang.
Lima orang asing itu mulai menyerang , chilsuk bisa menangkis serangan serangan mereka dengan mudah . Bunyi pedang saling beradu memecah kesunyian .
Traaang. traaang. traaang traang
Satu orang terlihat mendekati pangeran dan mencoba mengayunkan pedangnya namun tanpa di duga pangeran langsung menghindarinya dan berhasil memukul punggung pria itu hingga jatuh terjerembab karena kerasnya pukulan itu .
Kemudian dengan gerakan cepat saat musuhnya lengah pangeran tiba tiba sudah memutar kepala musuhnya .
Pria itu tewas seketika , huh mereka sungguh malang karena menyerang di saat suasana hati pangeran Seong Jun sedang tidak baik . Rasakan akibatnya
Pangeran segera mencabut pedang nya dan membantu chilsuk yang masih terus melawan orang orang itu ,mungkin karena mereka menganggap pangeran gila maka hanya satu orang yang menyerangnya .
Pangeran tidak mau membuang waktu untuk bertarung dan akhirnya dalam sekejap orang orang itu sudah tewas tergeletak di tanah .
Seseorang yang sejak awal bersembunyi di balik semak untuk mengawasi tak jauh dari sana tampak terkejut , apa yang baru saja dilihatnya ini ? Pangeran Seong Jun bertarung ? benarkah ini ? Pangeran yang katanya gila apakah bisa begitu tangguh seperti itu .
Belum selesai dengan keterkejutanya sebuah pisau sudah melayang ke arahnya dan berhasil mendarat di bahu kiri pria itu. Darah mulai mengalir dari lukanya
"Arghhhh " Teriaknya keskitan , sial ia sudah ketahuan
Pangeran dan Chilsuk segera menghampiri pria itu , saat dia mencoba bangkit dan mulai berlari chilsuk segera melompat dan membuatnya kembali tersungkur .Chilsuk segera meringkusnya.
Pantas saja pangeran tadi menghabisi mereka semua tanpa tersisa , ternyata ada lagi yang tersisa di sini yang bisa mereka introgasi.
__ADS_1
"Katakan siapa yang sudah memerintah kan mu untuk menyerang kami ? " Tanya Chilsuk marah
Pangeran segera mendakat dan mencabut belati yang tadi sempat di lemparkanya , pria itu ternyata tidak mencabutnya . Mungkin karena takut jika di cabut maka darahnya akan semakin deras mengalir .
"Arghhh" Teriaknya saat belati di cabut dari bahunya , dan benar saja begitu belati di cabut darah keluar lebih deras.
"siapa yang menyuruh mu?" Tanya pangeran Seong jun seraya menatapnya tajam .
Pria itu tampak ketakutan saat melihat panheran Seong jun , auranya begitu mengintimidasi dan terasa menakutkan.
Pangeran lalu menyentuh tangan pria itu .
"A a apa ya yang kau la ku kan ? " Ucapnya terbata bata , dia merasakan sesuatu yang terasa mencengkeram tubuhnya .
"Beraninya kau berbicara tidak sopan pada pangeran " chilsuk tambah mencengkeram lukanya
"Arghhh" Teriaknya kesakitan
"Habisi dia " perintah pangeran Seong Jun
"T tunggu aku akan memberi tahu siapa yang menyuruh ku , tapi tolong ampuni aku pangeran. Ampuni nyawa ku , aku bersedia menjadi budak pangeran " Pintanya seraya memohon
Pangeran Seong jun terkekeh mendengar permintaanya.
"Bagaimana mungkin orang yang mudah menghianati tuan yang sudah sejak lama memberi mu kehidupan yang layak bisa di percaya untuk berada di sisi ku, jika hajong mendengar ini dia pasti akan kesal "
"Bagaimana mungkin ? " Orang itu terkejut , kenapa pangeran bisa tau jika dia adalah anak buah pangeran hajong padahal dirinya belum mengatakan sepatah katapun tadi
"Chilsuk "
"Baik " Chilsuk segera menghabisi orang ini , sebenarnya chiksuk juga terkejut darimana pangeran tau jika pangeran hajong afalah pelakunya .
"Kita kembali sekarang " Pangeran mengelap sisa darah di belati itu dengan mengusapkanya di baju pria yang baru saja di habisi chilsuk.
"Baik " Chilsuk kemudian mengurungkan niatnya untuk bertanya pada pangeran , lagipula mereka harus segera kembali ke istana . Jangan sampai terlambat .
__ADS_1