The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
pangeran Zaheer Rajendra, pejuang masa depan


__ADS_3

"Ku perkenalkan pada kalian dia adalah cucu ku Pangeran Zaheer Rajendra !!!! Kebanggan negri ini " Teriak Raja Balraj kumar seraya mengangkat bayi itu tinggi tinggi


"Pangeran Zaheerrrr ! ! ! "


"Hidup !!!


hidup pangeran Zaheer ..... Hidupp!!!


Hidup pangeran Zaheer..... Hidup !!!


Teriak seluruh orang di sana.


Acara perayaan pemberian Nama di laksanakan di tempat terbuka di hadiri oleh seluruh pejabat dan rakyat suryavans.


Mereka semua turut bersuka cita atas kelahiran sang pangeran , ibunya adalah putri kesayangan negri ini dan ayahnya adalah seorang pahlawan bagi seluruh kerajaan .


Mereka tentu begitu menyayanginya , doa doa kebaikan mereka panjatkan untuk kehidupan sang pangeran.


kemudian acara di lanjutkan dengan hiburan berupa pertunjukan tari tarian dan iringan lagu.


Mereka semua juga di sediakan begitu banyak hidangan , rakyat tampak bersuka cita menyaksikan serangkaian acara ini . Mereka bisa menikmati perjamuan yang sudah di persiapkan untuk semua orang.


Hari ini mereka bisa menghabiskan hari dengan penuh suka cita, Raja juga mempersiapkan sejumlah besar uang koin baru berukirkan nama sang pangeran untuk di bagikan pada orang orang.Ini adalah koin spesial .


selain itu tampak pangeran kecil begitu banyak mendapatkan hadiah dari berbagai kerajaan . Kemudian dari para bangsawan , banyak sekali hadiah yang di berikan hingga satu ruangan menjadi begitu penuh dengan hadiah hadiah itu.


Putri anjum yang semula di liputi kecemburuan mulai luluh dan mau mendekat , melihat kelucuan bayi mungil itu ia menjadi jatuh hati.


Pangeran sanjev dan putri Jhanvi juga tampak bahagia atas kelahiran pangeran Zaheer.


Acara hari ini berjalan sangat lancar tanpa ada hambatan yang berarti .


# #


Malam telah tiba , pesta pemberian nama sudah selesai .


Juho dan Zara kini tengah beristirahat di dalam kamar mereka , pangeran kecil terlihat membuka matanya.


"Hei kenapa kau tidak tidur tidur ? Apa tidak lelah , lihat ibumu sudah menguap berkaki kali " Ucap Juho seraya mengelus jemari putranya , pangeran Zaher mengenggam jari telunjuk ayahnya dengan erat.


"Bagaimana mau tidur kalau ayah selalu menganggu iya kan ? " Ucap Zara seraya tersenyum ke arah suaminya yang kini pura pura memasang wajah cemberut .

__ADS_1


Juho memang sering mengajak anak lelakinya itu bicara seakan akan dia sudah mengerti .


"hei aku hanya ingin mengobrol denganya " elak Juho


" baiklah "


"Zara . . . "


"hm " Zara melihat suaminya yang kini memasang wajah memelas.


"Apa itu benar ? Maksud ku yang tadi kau bicarakan dengan ibu " Tanya Juho.


Dia tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan mertuanya dan sang istri saat sedang mengantikan pakaian pangeran Zaheer , tapi Juho hanya mendengar sedikit karena ia harus menemui paman Chunso yang baru saja tiba dari pelayaran.


"Apa yang kau dengar ? Mmm apa kau menguping pembicaraan ku dan ibu ? " Zara justru balik bertanya ,ia ingin tau apa yang sudah di dengar suaminya.


"Aku tadi tidak sengaja , ck berhenti mencurigai ku " Juho sedikit mencubit hidung istrinya karena gemas.


"lalu ? "


"Jangan berbelit belit cepat katakan pada ku " ucap Juho seraya duduk di samping istrinya dan memeluknya dari arah samping karena saat ini Zara sedang memangku buah hati mereka .


Ibu muda itu tampak membisikkan sesuatu , kemudian Juho langsung membelalakkan matanya ketika mendengar perkataan Zara.


Namun Zara hanya tersenyum senyum setelah mengatakannya, Juho mendadak lemas .


"huh yang benar saja " Juho meremas rambutnya frustasi .


Zara sudah selesai memberikan asi pada pangeran Zaheer , Juho segera mengangkat bayi mungil yang telah terlelap itu kemudian perlahan meletakkanya di sebuah ayunan bayi yang berada di samping ranjang mereka .


Setelah itu Juho kembali mendekati Zara yang sedang bersandar di kepala tempat tidur , zara terlihat berusaha menahan tawanya agar tidak menganggu putranya yang barusaja tertidur.


Juho memasang wajah cemberutnya , Zara memegang pipi Juho dan menatapnya dalam dalam .


" Kenapa ? Kau marah ? Ini tidak akan lama " Ucapnya lirih.


"Zara kau bilang apa ? Tidak lama ?ini Empat puluh hari bukanya empat hari , bagaimana aku bisa tenang . Ck kenapa bisa selama itu , apa kau tidak salah dengar tadi " Tanya Juho penuh harap , bisa saja zara tidak mendengar dengan baik ucapan ibu ratu , mungkin saja bukan ?


"Tidak , aku mendengarnya dengan sangat jelas . Kau harus berpuasa selama empat puluh hari " lagi lagi Zara tertawa cekikikan meski ia berusaha meredam suaranya agar tidak terlalu keras.


"kenapa kau bisa tertawa di saat begini , shhh hhh " Juho lagi lagi meremas rambutnya frustasi

__ADS_1


Tapi mau bagaimana lagi , ini semia demi kebaikan mereka juga . Juho akhirnya hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan menyebalkan ini , ia harus bertahan untuk tidak menerkam istrinya selama empat puluh hari .


ini sudah berkurang tujuh hari, berarti masih tersisa tiga puluh tiga hari lagi .


Karena merasa lelah akhirnya Juho tertidur di sebelah Zara , ia tampak tidur sambil memeluk istrinya dari samping.


Zara mengelus rambut Juho beberapa kali , sebenarnya ia merasa sangat kasian dengan suaminya itu karena harus berpuasa begitu lama , jika mau jujur .


Zarapun pasti akan merindukan hal itu juga .


# #


Saat ini pangeran Sanjev sedang duduk menatap istrinya yang tengah terdiam seraya menepuk bepuk pangeran Jughal agar pangeran kecil itu bertambah pulas dalam tidurnya.


Kemudian setelah di rasa cukup putri jhanvi lalu menyelimuti putranya.


Putri Jhanvi masih diam , entah apa yang sedang di fikirkannya .


Ia tidak menyangka akan menghadapi hal ini begitu cepat , ia hanya merasa kecewa pada suaminya .


Putri jhanvi hanya menatap lembaran berwarna coklat yang berada di atas meja dengan tatapan datar yang sulit di artikan.


Hatinya terus merasa sakit ketika mengingat lagi apa isi dari lembaran itu. Ia tidak tau harus bereaksi seperti apa , yang ia tau hanya rasa sakit di hatinya.


"Istri ku , jangan hanya diam . Katakan sesuatu , aku tau aku salah . Ku mohon jangan mendiamkan ku seperti ini " Ucap pangeran sanjev kemudian .


Ia tidak tahan lagi terus di diamkan istrinya , ini sudah lebih dari dua hari mereka tidak bicara sama sekali .


"Aku tau aku salah karena tidak mengatakannya dulu sebelum mengambil keputusan , maafkan aku . Aku sungguh minta maaf " Ucap pangeran sanjev seraya mengengam jemari istrinya.


Putri Jhanvi masih saja diam hingga tanpa sadar air matanya sudah menetea membasahi pipi , pangeran Sanjev semakin merasa bersalah pada istrinya.


"Jhanvii " pabgeran sanjev segera bangun dari duduknya dan memeluk sang istri yang mulai menangis terisak isak .


Ini murni kesalahanya karena tidak membicarakan hal sepenting ini pada isteinya dulu, setidaknya ia harus menanyakan bagaimana pendapat sang istri.


Tapi semua sudah terjadi, ia tidak bisa mengubah kenyataan itu .


"Maafkan aku , seharusnya aku membicarakanya padamu lebih dulu sebelum menikahinya " ucap pangeran sanjev


"hiks hiks "

__ADS_1


__ADS_2