
Juho mencoba memejamkan matanya di pembaringan, matanya benar benar terasa berat . Entah mengapa hari ini begitu melelahkan baginya .
πππππππππππππππ¦π¦
Juho membuka matanya menikmati pemandangan yang indah, angin semilir menerpa tubuhnya menjadikan suasana bertambah sejuk dan terasa begitu nyaman , hamparan padang rumput yang luas menghijau terpampang jelas di depan matanya .
Juho melihat ke arah sekelilingnya, matanya menangkap bayangan seseorang yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, ternyata ada orang lain di sana selain dirinya .
Seorang gadis berdiri membelakangi Juho, rambutnya bergerak gerak tertiup angin sepoi sepoi . Juho memperhatikannya π€¨π€¨π€¨, entah mengapa dia begitu tertarik dengan sosok itu. angin bertiup semakin kencang hingga selendang gadis itu tertiup angin dan terbang .
Juho dengan mudah menangkapnya karena selendang berwarna putih itu memang di terbangkan anggin ke arahnya, Juho berniat mengembalikannya . Dia berjalan mendekati gadis itu , selang beberapa langkah lagi tiba iba gadis itu menoleh ke arah juho.
Juho terkejut saat tau siapa orang itu sebenarnyaπ³π³ , ada perasaan senang , kesal , sedih , marah yang bercampur aduk di hati juho saat melihatnya kini . Dia tersenyum begitu manis , seperti tidak pernah terjadi apapun sebelumnya , seolah memang sedang menunggu kedatangan juho di sana
"Zara ??? apa yang kau lakukan di sini "Juho terkejut melihat gadis yang kini berdiri di depannya
"Menunggumu , kau sudah datang ? ? ? "βΊ
Zara berjalan mendekat dan memeluk juho begitu erat , juho hanya mematung mendapat perlakuan itu
"Kau tidak merindukanku ? " tanya Zara yang kini masih memeluknya
"apa yang kau lakukan ?" Juho mengendorkan pelukan zara dan menatap gadis itu penuh tanya, bukankah kemarin jelas jelas zara hanya mempermainkannya , bahkan kakaknya pangeran sanjev telah berusaha menghabisi juho dengan begitu kejam.
"aku hanya merindukanmu " ucap zara seraya menatap juho dengan tatapan penuh kasih sayang , jemari zara meraba wajah juho perlahan .Juho sama sekali tidak menolaknya , bahkan terkesan menikmatinya , untuk sesa'at dia menjadi terlena dengan buaian manis itu .
"aku merindukanmu " ucap zara lagi.
"Yang mulia , yang mulia "
ππππππππππππππππ
__ADS_1
"hah , ...... emh ,,, berisik sekali. " juho perlahan membuka kedua matanya , dia melihat chilsok yang berdiri tak jauh darinya . Rupanya itu hanya bunga tidur , mimpi yang membawa kenangan pahit tentang asmaranya
" Yang mulia , waktunya makan malam .saat ini panglima sudah menunggumu di ruang makan , aku hanya ingin memberitahu hal itu saja" Chilsok sedari tadi berusaha membangunkan juho yang tertidur , tapi sulit sekali membuatnya bangun hingga harus menggoyang goyangkan badan juho .
Sejak dari pulau itu juho telah menghabiskan waktunya untuk beristirahat , dia memang kelihatan lelah tadi . Tapi ini sudah cukup lama hingga chilsok harus membangunkan pemuda itu untuk segera memberi asupan pada tubuhnya . chilsok lalu menutup pintu kamar itu lagi dan pergi
"h h h kenapa , , h h h ,, (semakin aku berusaha melupakanmu, semakin membuat ku teringat tentang mu ) " Juho mengusap wajahnya kasar , sepertinya baru saja dia memejamkan mata untuk beristirahat .
π€π€π€π€π€π’π’π’π’π€π€π€π€π€π€π€
Pangeran neev masih dalam pemulihan , di tempat dia di tahan dia telah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan , karena mencoba melawan maka musuh menjadi sering memukulinya .
Raja begitu murka melihat kondisi putranya yang di penuhi luka, bahkan mereka tidak cukup memberikan asupan makanan hingga pangeran nev tampak begitu kurus ketika kembali .
Ibundanya selalu merawat dengan penuh kasih sayang , hatinya sungguh terluka . Di aula kerajaan raja telah mendapatkan balasan dari surat surat yang dikirimkannya . Sebagian besar dari mereka setuju untuk bergabung , hanya beberapa saja yang tidak bisa ikut karena masih di landa krisis .
"Apa kau yakin itu adalah Raja varun ? " tanya raja memastikan
Semua yang datang di sana tampak terkejut dengan berita itu , dan menjadi geram .
"Kita kumpulkan pasukan secepat mungkin untuk segera menyerang madraka . Semakin lama kita menunda akan semakin berbahaya " ucap panglima perang
"Benar yang di katakan panglima maharaja , kerajaan lain juga telah setuju untuk memulai peperangan ini . " penasihat kerajaan ikut memberikan sarannya
"segera kumpulkan pria yang bisa mengangkat senjata , kita membutuhkan banyak prajurit tambahan " ucap raja
seorang mentri segera menulis titah raja untuk kemudian di sampaikan kepada penduduk
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπππππππ³
Pangeran neev kini duduk di temani ibunya
__ADS_1
" apa keadaanmu sudah lebih baik " tanya selir amrita pada putra semata wayangnya yang duduk di hadapannya
"bagaimana bisa baik bu ? sementara kakiku belum bisa berjalan seperti dulu. "pangeran nev mengelus kakinya yang tengah terluka , kakinya belum pulih sejak kembali,.
"Kau tidak boleh menyerah pangeran ! aku tidak mengijinkan itu . kau akan pulih seperti dulu lagi , ibu akan mencari tabib terbaik untuk mengobatimu . Kau harus kuat , jangan seperti ini "
"saat aku sembuh nanti , aku sendiri yang akan mengh@bisi varun . Pengecut itu sudah berani membuatku seperti iniπ π π " ternyata p nev telah mengetahui siapa orang yang telah membuatnya begitu menderita .
" untuk itu kau harus pulih dulu " amrita terus memberi semangat pada putranya , dia harus terlihat tegar meski sebenarnya menahan kesedihan mendalam tatkala harus melihat keadaan putranya yang kini harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalanππππ
"aku akan membalasnya , akan ku balas berkali kali lipat . " pangeran nev benar benar membenci orang itu
"tentu saja , tapi sebelum itu sekarang kau harus minum dulu obatmu , " amrita memberikan obat pada putranya , pangeran nev meminum obatnya sekaligus dalam satu tegukan .
" setelah ini kau harus banyak istirahat , tabib melarangmu untuk tidak terlalu sering bergerak agar kakimu segera pulih "
"aku bosan di kamar terus , biarkan aku di sini dulu sebentar lagi "
"h h baiklah , tapi tidak boleh banyak bergerak . Ibu akan menemani mu di sini "
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setiap kerajaan yang akan ikut berperang telah mulai menghimpun kekuatan dengan cara mengumpulkan prajurit sebanyak mungkin, mereka akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bisa memenangkan pertempuran besar ini .
Tuan Darshwana kakkar mengamati keadaan di kota , sepertinya dia memiliki rencana tersendiri . Sahil , banu dan yang lain mengarahkan seluruh pria di desa yang di kembangkan Juho agar sementara bersembunyi di hutan . mereka tidak boleh bergabung dengan para prajurit
Bukannya tanpa alasan , selain ikut berperang di medan pertempuran . Mereka juga harus bersiaga untuk menjaga keamanan desa , jika semua pria ikut berperang , maka siapa yang akan tinggal di sana untuk berjaga jaga jika ada musuh yang menyelinap .
Secara diam diam mereka kembali ke hutan larangan , taemin beserta anak istrinya juga mengungsi ke sana . para mantan tahananpun ikut di bawa , mereka kini juga bagian dari kelompok itu .
π₯π₯π¦π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π£π£
__ADS_1