
Perjalanan Juho terus berlanjut , mereka seperti tidak memiliki rasa lelah . Sekelompok orang yang terdiri dari : Juho , Chanso , Sahil terus berjalan hingga akhirnya sampai di ujung lorong. mereka membuka sebuah pintu yang terbuat dari kayu , menggesernya pelan .
Lorong itu ternyata tembus ke sebuah rumah kecil yang di tutupi semak berduri, sehingga tidak tampak seperti sebuah rumah jika di lihat dari luar . Juho sejenak duduk dan meminum bekal air minum yang memang sudah di persiapkankan sebelumnya , Juho memberikan wadah berisi air minum itu pada paman Chanso .Mereka bergantian meminumnya .
"Kita sudah semakin dekat dengan pos pertama "
"Sahil apa kau sudah lelah ? " Tanya Juho .
" Tidak , kita bisa terus melanjutkan perjalanan "
" Baiklah kalau begitu , kita lanjutkan . Nanti di pos kita bisa mendapatkan kuda , ayo "
Mereka akhirnya keluar dari rumah persembunyian itu , penjaga pos pertama melihat cahaya dari kejauhan . Mereka bersiaga , berjaga jaga jika ternyata itu adalaj musuh yang datang .
Malam ini yang berjaga di pos pertama adalah Banu dengan empat pria dewasa yang menemaninya . Mereka saling pandang dan mengenggam erat pedangnya masing masing , malam ini ada tamu tak di undang rupanya .
Para penjaga hutan larangan ini tentu saja telah memiliki ilmu beladiri yang cukup sebelum di tugaskan , sehingga jika ada serangan mendadak mereka bisa tetap bertahan . Bahkan seringkali mengatasinya dengan baik , cahaya obor itu semakin mendekat .
Mereka menerobos lebatnya hutan belantara, Banu dan yang lainnya telah siap dengan anak panahnya . Paman Chanso segera membuat suara seperti suara burung kemudian Sahil menggerak2kan obornya yang sengaja di arahkan pada pos pertama .
Mereka tentu telah menyadari jika penjaga pos satu telah melihat kedatangan mereka , sehingga untuk memberi tahu mereka bahwa yang datang bukanlah musuh maka Chanso segera memberikan tanda seperti biasanya.
"Itu sepertinya orang kita " Ucap seorang pria
"Kita tunggu saat mereka semakin dekat "
Semakin dekat maka ketiga orang itu semakin terlihat wajahnya, mengetahui jika yang datang adalah sang Tuan , maka mereka segera menurunkan senjatanya.
" Tuan anda kembali " Ucap Banu memberikan hormat pada Juho dan Chanso , di ikuti ke empat orang di sana.
" Ya , aku kembali Banu . Bagaimana keadaan hutan ? " Tanya Juho, dia ingin tau apakah ada musuh yang pernah mencoba menyusup ke sini setelah peperangan .
"Tidak , sampai saat ini keadaan aman terkendali . Em , Tuan ada ... " Banu terdiam sejenak
"Ada apa ? "
__ADS_1
"Ada kuda yang bisa tuan gunakan untuk pergi ke rumah besar " Ucapnya kemudian , Sebenarnya Banu ingin mengatakan bahwa ada Putri Zara di sana . Tetapi di tahannya , ya mungkin saja Tuan belum tau hal itu . Ini akan menjadi kejutan spesial untuknya nanti .
" Ada berapa kuda yang kalian bawa ? " Tanya Paman Chanso
" Ada 5 " Jawab seorang pria
" Kami akan membawa 2 kuda , sisanya bisa kalian gunakan untuk bergantian nanti . Sebentar lagi waktu kalian akan bergantian tugas bukan " Ucap Juho
" Baiklah tuan , selamat melanjutkan perjalanan kalian "
Ya , saat ini kira kira sudah jam 3 dini hari . Nanti jika matahari sudah terbit maka prajurit lain akan menggantikan mereka berjaga di sini . Sehingga mereka tentu membutuhkan kuda untuk kembali ke rumah besar .
Juho harus berjalan ( kira kira 50 meter) dari pos pertama untuk mendapatkan kuda di sebuah tempat di sana . Selanjutnya mereka butuh sedikit waktu ( jarak pos 1 dan pos 2 kira kira 1 km ) untuk sampai ke pos dua , baru setelah itu mereka bisa pergi ke rumah besar .
Juho segera menaiki kuda , sementara Paman Chanso berkuda berdua dengan Sahil . Mereka segera memacu kudanya dengan cepat.
Mereka telah hafal dengan tempat itu sehingga tidak kesulitan menentukan arah , Paman Chanso berkuda di depan karena Sahil yang membawa obor penerangan.
Mereka terus memacu kuda
ππππππππππππ
Putri Zara terlelap dalam tidurnya sambil memeluk buku milik Juho , bibi Rupa sengaja menengok Zara di kamarnya . Entah kenapa dia takut jika sampai gadis itu pergi melarikan diri dari sana karena tersinggung dengan kata kata Gauri tadi.
Bibi Rupa akhirnya bisa bernafas lega karena apa yang dia hawatirkannya tidak terjadi , bibi Rupa perlahan meraih buku yang di peluk Zara dan berniat akan meletakkannya di atas meja.
Tapi entah mengapa dia menjadi penasaran, kemudian perlahan di bukanya buku itu , dia melihat lukisan seseorang yang menghadap belakang . Di bawah lukisan itu ada sebuah tulisan
" Meski hanya dari belakang kau tetap bisa membuat ku terpesona ... suatu saat nanti aku akan menatap matamu dengan penuh keberanian ... "
Bibi Rupa tersenyum membaca tulisan Juho , disana sebenarnya masih ada tulisan lain tapi karena memakai bahasa asing dia jadi tidak mengerti artinya .
Sebenarnya dia berniat ingin melihat yang lainya , tapi rasanya malu juga jika harus membaca tulisan tulisan bernada cinta itu π π π . Sehingga di urungkannya niatnya kemudian di letakkan buku itu di atas meja , bibi Rupa kemudian pergi meninggalkan Putri Zara yang tertidur dengan sangat pulas.
..........
__ADS_1
.πΎπΎπ€π€π€πΎπΎπΎπΎπΎπ€
Mereka akhirnya sampai di pos 2 , seperti sebelumnya mereka dari kejauhan memberikan kode pada para penjaga . Di pos ini ada 4 orang penjaga , mereka memberi hormat pada Juho dan Chanso.
Perjalananpun kembali di lanjutkan , sepertinya mereka baru akan sampai saat matahari terbit .
ππππππππππ
Matahari mulai menyingsing , Zara telah selesai membersihkan badannya . Dia kini membantu Payal menyiapkan makanan , Taemin sedang menggendong si kecil dan mengajaknya jalan jalan ke luar bersama ayah mertuanya.
" Apa ayah yakin dia akan kembali "
" Hmnn , entahlah . Semoga saja , kita membutuhkannya untuk melakukan penyerangan "
" Eh , kenapa nak ? jangan menangis ada ayah di sini " Taemin mencoba menenangkan putri kecilnya yang merengek .
" Dia sepertinya haus , berikan pada ibunya " Ucap tuan Kakkar memberitahu
" Baiklah sayang , ayo kita pergi minta minum pada ibu mu . Kau haus ya ?? sayang "
Tuan Kakkar hanya menggeleng mendengar Taemin berbicara pada si kecil dengan menggunakan suara di buat buat seperti layaknya anak anak.
Zara berpapasan dengan Gauri , tapi kalibini dia tidak berusaha menegurnya . Zara terus berjalan membawa keranjang kecil melewati gadis belia itu . Zara berjalan ke arah kebun , dia harus memetik sayuran di sana .
Dari atas pohon Chote melihat beberapa orang mendekat , saat tau siapa yang datang dia mengisyaratkan pada penjaga pintu untuk membuka pintu rahasianya . Karena pemimpin mereka sudah kembali , Tuan Juho sudah kembali setelah beberapa bulan pergi meninggalkan mereka.
Seorang pria datang mendekat pada Tuan Kakkar dan memberitahukan kedatangan Juho, Chanso dan Sahil . Pria itu tersenyum senang mendengar kabar yang memang dia tunggu tunggu , tebakannya benar . Juho pasti akan kembali ke tempat ini cepat atau lambat .
" Di mana mereka ?
"Sudah memasuki gerbang pertama , sebentar lagi pasti sampai ke mari "
Dan benar saja , tak lama kemudian terdengar suara kuda meringkik . Juho tersenyum melihat gurunya , dia segera melompat turun dari kudanya untuk memberikan salam pada sang guru . Sementara Chote segera meraih tali kekang kuda dan pergi membawa kuda itu ke kandang setelah memberi penghormatan pada Tuan Juho dan Chanso
ππππππππππππππππ
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir , jangan lupa dukung karya ini . emh karena sudah ngantuk kak cery jadi mau istirohat dluw y , syukur bisa lanjut up date hari ini . Maklum , suibuk ......jehehe sok sibuk ini padahal ya ..emang sibuk beneran