
Para prajurit terus berjuang melawan musuh , tapi entah mengapa sepertinya tenaga mereka semakin melemah . Musuh bisa dengan mudah merobohkannya meski tidak menggunakan tenaga yang kuat.
Raja Balraj Kumar dan yang lainnya melihat keanehan pada pasukannya . Tapi mereka tidak boleh lengah karena musuh masih terus menyerang. Raja Balraj kini menghadapi dua orang sekaligus , sepertinya menghalalkan segala cara adalah cara wajib bagi mereka.
Saat ini Raja Aveenash tengah melayangkan serangannya pada Raja Mahrnder , dia berhasil memberinya beberapa pukulan hingga Raja dari kerajaan Madraka itu memegangi dadanya yang sedikit merasa nyeri akibat serangan itu.
"Mahender kali ini aku akan menghab!si mu dengan tangan ku sendiri , " Raja Avenash menatap musuhnya tajam
" heh ??? benarkah ? aku sedang menunggu .. chhh kau kehabisan waktu paman... ceroboh...." Raja Mahender tersenyum menyerigai
"....." Raja Aveenash terlihat tidak mengerti dengan maksud musuhnya yang justru terlihat sangat percaya diri meski sudah di buatnya kewalahan.
"Lihatlah pasukan mu ... "
Raja Avenash melihat sekelilingnya, dilihatnya banyak pasukan tampak tak berdaya . mereka seolah kehilangan kekuatan , tampak sebagian dari mereka yang bahkan terduduk atau bersimpuh dengan nafas yang tak beraturan.
"Ada apa ini ....?? " Raja Avenash bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini , pandangannya masih mencerminkan keterkejutan yang teramat sanggat
"Bunga more... "
Mendengar itu mata Raja Avenash membulat , bunga itu salah satu bunga beracun yang dapat membuat orang yang mengonsumsinya menjadi lemas otot dan tak berdaya. Memang tidak akan mengakibatkan kematian tetapi jika mengonsumsi bunga more itu tubuh akan merasa lemas secara perlahan lahan seolah tak memiliki tenaga.
Tanaman itu biasanya hanya tumbuh di dataran tinggi , meski tidak di larang untuk memilikinya tapi tetap tidak boleh menanamnya dalam jumlah banyak meskipun bunganya sangat cantik.
Rakyat biasanya hanya menggunakan bungganya untuk acara persembahan sebagai hiasan saja , tidak untuk di konsumsi layaknya bunga melati yang bisa di manfaatkan sebagai campuran teh .
"Raja " Seorang Panglima perang terlihat menghampiri Raja Madraka karena dia tadi melihat junjungannya di buat kewalahan oleh Raja Avenash , dia datang untuk membantunya.
"Apa yang kau lakukan Mahenderrr!!?!" Melihat serigai di wajah Raja Madraka dia sangat yakin bahwa mereka adalah pelakunya.
__ADS_1
"Dalam pertempuran hanya ada dua kata... menang atau kalah , selain itu aku tidak perduli dengan yang lainnya paman .
"Kau !!!?"π π
"Aku licik ..ck ck ck... seharusnya paman tidak melupakan hal yang satu itu saat sedang berhadapan dengan ku "
" h h . . tidak ku sangka kau sampai melakukan hal rendahan seperti ini , untuk itu orang seperti mu harus segera di musnahkan agar dunia tidak di cemari lagi dengan kebusukan mu .... hya..." Raja Avenash kembali melancarkan serangannya , jika Raja Madraka itu bisa di binasakan tentu pasukannya bisa di paksa meyerah atau menghentikan perlawanan.
Saat Raja Avenash mencoba menyerang Raja Madraka tapi sial , dia di halangi oleh Panglima Jigar, sementara Raja Madraka itu di bawa pergi oleh prajuritnya menjauh dari medan pertempuran. Dia di kawal oleh sekelompok pasukan kecil yang membentengi jalannya agar terhindar dari serangan musuh.
"Maafkan aku Raja Avenash , sepertinya kau harus melawan ku terlebih dahulu dan biarkan Raja Mahender beristirahat sebentar . Sementara itu kita bisa bersenang senang di sini."
"Hya...."
Mereka melanjukan pertempuran, Raja Avenash berulang kali mengayunkan pedannya sesekali menangkis serangan dari beberapa prajurit musuh yang berada di sekelilingnya.
Bukanya tanpa alasan mereka bisa mengroyok Raja Avenash dengan beberapa orang sekaligus termasuk Panglima Jigar , tentu saja itu karena nampak prajurit gabungan Raja Balraj dan yang lainnya telah banyak yang roboh tidak berdaya karena efek dari bunga morre.
Mereka berhasil melakukannya dengan cukup hati hati tanpa ketahuan , bubuk bunga more tidak memiliki rasa dan bau oleh karena itu tidak akan menimbulkan kecurigaan.
π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―π€―
Di sebuah tempat yang jauh pangeran Seong Jun atau yang lebih sering di kenal dengan Juho tengah membaca sebuah surat yang di bawa oleh penjaga di pelabuhan.
Dia membacanya dengan teliti, nafasnya sedikit memberat. Juho menerawang jauh mengingat seseorang di sana, hatinya menjadi bertambah gelisah.
Perasaannya akhir akhir ini memang tidak enak, berkali kali di hirupnya udara dalam dalam seolah iia membutuhkan banyak oksigen untuk bernafas saat itu.
Sudah sekian hari jauh dari pujaan hati membuatnya begitu merindu, meski luka penghianatan Zara masih ternganga lebar belum juga sembuh. Hanya saja Cintanya pada gadis itu melebihi rasa kecewa yang ada di hati .
__ADS_1
Cinta itu masih bersemi bersemayam jauh di dalam hatinya, bayangan Zara terlalu indah untuk di lupakan . terlalu sulit untuk di hapuskan, Juho bekerja begitu keras membantu pembuatan istana pribadinya.
Dia terkadang ikut pekerja melakukan pekerjaan berat, terkadang menyibukkan diri dengan menggambar desain detail istananya untuk di wujudkan para pekerja. Juho berharap dengan terus menyibukkan dirinya dengan banyak pekerjaan mungkin dia bisa mengalihkan fikirannya tentang Zara.
Tapi meski begitu tetap saja tidak membuahkan hasil, hasratnya untuk bertemu bahkan menjadi semakin besar . Entah sudah di butakan oleh cinta atau memang dirinya sudah kehilangan akal karena cinta itu sendiri.
Bahkan setelah dia mendapatkan kabar tentang peperangan membuatnya jadi begitu hawatir dengan keadaan orang terkasih, tapi Juho selalu berusaha menapik rasa itu dan mencoba menguatkan diri untuk tetap di sini.
Pembangunan istana pribadinyapun sudah banyak peningkatan. Danau besar telah selesai dan kini sudah di penuhi dengan air , diatasnya juga terdapat bangunan yang indah meski sengaja tidak di beri dinding.
Tak jauh di sekitar danau juga mulai di siapkan lahan pertanian, bahkan beberapa telah mulai di tanami .Ada juga pembangunan peternakan di sana yang mulai di isi dengan ternak sapi kambing maupub kuda.
Kuda rampasan yang di ternak dalam hutan telah diangkut ke sini dan hanya meninggalkan beberapa di sana.
Juho berniat membuat daerah di sekitar istana menjadi subur dan bermanfaat, beberapa pejabat istana sebenarnya mulai mencurigai aktifitas itu . Tetapi Juho telah menyiapkan alasan bagus untuk itu semua , dia menuliskannya dalam sebuah gulungan dan meminta pangeran mahkota untuk membacakannya dalam istaba seolah itu adalah buah fikiran dari Pangeran Ji yong sendiri.
Dalam surat itu berisi alasan pembangunan lahan pwrtanian peternakan danau dan yang lainnya, yang di tujukan untuk membuka lahan baru agar mampu menambah pasokan bahan malanan dan daging untuk istana bahkan kerajaan jika bisa.
Dengan adanya lahan luas penghasil beras ,ubi ubian, sayur dan lain sebagainya berharap bisa menambah kemakmuran kerajaan.
Para pejabat yang mendengar hal itu tentu tidak banyak mengajukan protes karena memang tidak ada yang salah dengan hal itu . Toh mereka juga akan di untungkan karena bahan2 makanan akan berlimpah sehinga tidak akan takut lagi jika datang musim paceklik.
πππππππππππππΉπΉπΉπΉ
ππππππππππππ
Duh padatnya aktifitas membuat kak ceri jadi cukup lelah sehingga tidak bisa up rutin... karena dunia nyata tentu harus lebih diutamakan....apalagi si kecil yang bertambah aktif.... i m sory.. tapi kak ceri janji akan menyelesaikan cerita ini karena memang sebenarnya kak ceri sudah tau alurnya serta akhir cerita ini telah ada di dalam kepala hanya tinggal menuliskannya ....dam sekali lagi ...waktulah yang saat ini menjadi kendala... lelah....
maka dari itu.mohon dukungannya agar kak ceri jadi bertambah semangatnya untuk terus up..... apalagi ni pembaca pada kalem.... hadewwwww....
__ADS_1
upetinya jangan lupa ya...... jangan sekke boss q. ......hehehe. .
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§