
matahari hampir terbit..... suasana pagi ini begitu hening... ....
bibi rupa dan suaminya tengah berada di sebuah kereta kuda .... cote menjemput mereka pagi ini..... sedang juho sudah dalam perjalanan ke rumah nona nandini dengan kudanya...
hari ini adalah hari pertarungan pangeran nevv dan pangeran jeet..
juho tidak akan melewatkan hari ini... dari semalam dia sudah tidak bisa memejamkan kedua matanya ...
gelisah.. kesal.... cemas.... .... ππ
di lain tempat hal yang samapun terjadi pada putri zara.... semalaman dia juga tidak bisa tidur.... πΉπΉπΉdipandanginya kelopak bunga mawar yang semalam dibiarkan berserakan di lantai kini sudah berada di dalam wadah.... semalam dipungutinya satu demi satu....
.... πππππππππΌπΌπΌπΌπππ
kediaman mukesh sirkey
nandini telah bersiap...ππ.. bersolek secantik mungkin.... ada hati yang ingin di raihnya.....ππ
beberapa kali dia menanyakan pendapat pelayan tentang penampilannya.... jawaban mereka tetap sama
.." anda kelihatan sangat cantik nona...." para pelayan tersenyum....βΊβΊπ
"hmnn.... " nandini melihat bayanannya di kaca dan tersenyum....βΊβΊβΊ saree nya yang berwarna merah dengan selendang polos.... menambah kesan ayu ...
para dayang tampak bingung ... tumben sekali nona mereka bersikap seperti itu... tidak seperti biasanya ....
" kenapa belum datang juga......" nandini melihat dari jendela...tapi. orang yang ditunggu masih belum terlihat.... πΆπΆπΆπΆ
nandini mondar mandir dikamarnya...
"nona sedang menunggu siapa... " tanya minnu memberanikan diri untuk bertanya
"eh.... tidak ... ini... aku harus segera berangkat menemui putri jhanvi... jangan sampai terlambat...."π π
juho terus memacu kudanya.... kediaman nona shirkey sudah terlihat dari jauh......
setelah melewati sebuah jembatan... akhirnya juho sampai di pintu gerbang.... prajurit yang menjaga segera membukakan pintu... mereka sudah mengenal juho karena semalam telah bertemu dan bertarung bersama menghalau musuh..
juho mulai memasuki kediaman shirkey... seorang pelayan melihat kedatangan juho segera melaporkannya pada nona nandini
"nona... ada yang datang...... seorang pria.... " ππucap nya... semua dayang melihat ekspresi nandini yang berubah.... terlihat sangat bahagia...
" eh... o iya... em.... aku akan turun...".. nandini melihat lagi riasanya di cermin...
" nona kelihatan cantik... jangan hawatir..βΊβΊ."ucap minu lagi diiringi tawa kecil dayang lain... kini mereka tau apa yang membuat nona nandini gugup
"ssstttt;...."πΆπΆπΆπ wajah nandini merah padam karena ketahuan oleh pelayan pelayannya...
nandini segera pergi menemui juho...wajahnya sudah seperti kepiting rebus menahan malu.... semua gadis pelayan disana tertawa kecil π π π melihat kelakuan nona yang memang terlihat lucu...
juho terlihat sedang berbicara dengan seorang prajurit... mereka tampak sedang mengobrol ..ππnandini segera menghampiri mereka..
__ADS_1
" nona... selamat pagi..." sapa juho dan beberapa prajurit disana
" selamat pagi... .. tuan juho kapan sampai...π" ucap nandini berbasa - basi
"baru saja...ku harap tidak terlambat..."
"e.. tidak ..tentu saja tidak..ini masih pagi... "
"baiklah... jadi kapan kita berangkat..."
"kita bisa berangkat sekarang... " βΊ
nandini telah mempersiapkan keberangkatannya... setelah semua siap... akhirnya mereka segera berangkat menuju kerajaan ....
kali ini nandini tidak membawa rombongan seperti semalam... hanya ada nandini serta seorang pelayan wanita di dalam kereta.. .. seorang kusir... empat prajurit dan juho.... πππ
ππππππππππππππππ
pangeran jeet sing sedang bersiap .. badanya tampak bugar..... di wajahnya terdapat kumis ... ber janggut... menambah kesan gagah.....
matahari telah memancarkan cahayanya....
tempat pertarungan telah disiapkan... ... penonton juga mulai datang mengisi ruang yang tadinya kosong.... ..
setelah beberapa saat kereta nandini memasuki kerajaan....
nandini turun dari kereta kudanya... kuho segrra turun.... neberapa prajurit datang mengurus semua kuda milik juho dan yang lain...
"baiklah.....π" jawab juho singkat
"kau boleh ikut kalau mau...." tawar nandini...
"tidak perlu nona... aku mau menonton pertarungan saja... kau bisa pergi menemui putri.... kalau sudah selesai nona bisa mencariku di tempat kemarin...π."
"mm... ya sudah kalau begitu.... nikmati pertunjukannya..."... nandini berjalan pergi menemui putri jhanvi... π
juho bersama prajurit nandini berjalan ke arena penonton... tapi di tengah jalan juho beralasan ingin buang air kecil....π£π£
dia memisahkan diri dari mereka.... juho mengendap endap menuju tempat zara....
disana terdapat banyak prajurit yang jalan lalu lalang... berpatroli di sekitar istana ... juho bisa melewatinya satu demi satu.... bersembunyi jika ada yang lewat... ππππ
dia akhirnya sampai di lantai 3 tempat dimana zara tinggal.. tapi disana terdapat beberapa prajurit wanita yang berjaga... πππ
shagun berjalan menuju kamar putri zara... tanpa sengaja dia melihat gerak gerik orang yang mencurigakan.π€¨π€¨.. dia terus melangkah mendekat.... saat jarak mereka tidak terlalu jauh.. shagun yakin pria itu adalah juho...
shagun memperhatikan juho yang sedang kesulitan untuk menghindari mereka....gadis itu terus melangkah menuju kamar zara...
"prajurit.... tolong bantu aku sebentar... ada barang yang tidak bisa kubawa sendiri... emm para pelayan sedang banyak pekerjaan..πππ.." ucap shagun .... beberapa prajurit yang berjaga mengikuti shagun menjauh dari luar kamar putri zara..
π€«π€«π€«π€«melihat ada kesempaan..juho segera masuk ke kamar zara.... zara duduk di sebuah kursi yang membelakangi juho..gadis itu tampak memilih beberapa perhiasan yang akan dipakainya.... rambutnya yang panjang dibiarkan terurai..
__ADS_1
. zara mendengar ada langkah kaki mendekat
"shagun...kau lama sekali... aku sedang sibuk memilih perhiasan...bisa tolong bantu aku menyisir rambut...ππ" ucap zara tanpa menoleh ke belakang
juho meraih sisir kemudian perlahan mulai menyisir rambut zara ... di raihnya rambut gadis itu dan dihirup perlahan..βΊβΊ. zara tidak menyadari apa yang dilakukan orang di belakangnyaπ€«π€«π€«π€π€π€
.... juho mencium aroma rambut zara yang berbau wangi...
shagun... kenapa berhenti...zara masih memilih anting di depannya...juho melanjutkan menyisir rambut zara....
" shagun... hhh ini pertarungan penentu .. aku sedikit cemas..." ...
ππ
juho terhenti... dia terdiam sejenak...
"semoga rencanaku nanti berhasil.... aku tidak ingin menikah dengan salah satu dari mereka....πππ... hhh bagaimana menurutmu... apa aku bisa melewati ini... shagun... kenapa kau dari tadi diam saja... setidaknya beri aku saran......π‘..."
zara menoleh membalikkan badannya....dia terkejut melihat juho sedang memegangi rambutnyaπ²π²
"kau... apa yang kau lakukan disini.....π²π²π²"
ucap zara terkejut saat tau orang di belakangnya adalah juho bukannya shagun...
saat zara akan berdiri juho menahannya.... dia lalu duduk di depan zara
"ssttt jangan berisik... .. kenapa kau selalu meneriakiku...akukan bukan penjahat.".... ππ
"iya... tapi penyusup.... penyusup yang suka masuk ke kamar seorang gadis tanpa permisi..." protes zara.... meski hatinya berkata lainπ€«π€«π€π€π€
"memangnya kalau aku minta izin..kau akan membiarkanku masuk..... "π€ π€
"menurutmu...."
"menurutku tidak.... lebih baik diam diam saja... jika tidak aku tidak akan mengetahui kalau kau tidak ingin menikah dengan mereka.... karena..."
" karena apa.. sok tau..."πππΆπΆ
"karna kau sudah mulai mencintaiku... .." πππππππ
juho menatap zara tajam... dia terlihat sangat serius.... zara hingga merasa kikuk ditatap seperti itu
"percaya diri sekali...ππ"... ucap zara lirih
juho meraih kedua tangan zara... kemudian meletakkan di dadanya yang bidang....
"apa kau tau... di setiap detak jantungku selalu menyebut namamu.... tidak ada yang lain... apa kau tidak bisa merasakan ketulusanku...."πππ
zara terdiam.... dia merasa detak jantung juho berdetak lebih cepat.... sama seperti dirinya saat ini.....πππππ
π₯βοΈπβοΈπ₯βοΈπβοΈπ₯βοΈπβοΈπ₯βοΈπβοΈ
__ADS_1