Wanita Kesayangan Sang Presdir

Wanita Kesayangan Sang Presdir
Foto Editan


__ADS_3

📢 BESTI, SERI NOVEL BERN & AMORA UDAH UP. BUAT YG MAU BACA SILAHKAN KLIK PROFIL EMAK ATAU CARI DENGAN JUDUL SANG PENGUASA HATI. JANGAN KHAWATIR, NOVELNYA ELEA AKAN TETAP DI TERUSKAN SAMPE TAMAT KOK. JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA. MAKASIH.



***


Di perusahaan, terlihat Erzan yang tengah kepayahan menghadapi seorang wanita yang entah datang darimana. Wanita ini mengaku sebagai kekasih kakaknya yang di abaikan sejak beberapa bulan yang lalu. Dia datang untuk meminta pertanggungjawaban.


"Tuan, Gavriel benar-benar adalah kekasihku. Tolong percayalah!"


"Nona, bagaimana mungkin aku akan mempercayaimu kalau kakakku saja tidak pernah bercerita jika dirinya mempunyai kekasih? Dan asal kau tahu saja ya. Jika perbuatanmu ini sampai di ketahui oleh seseorang, maka habislah dirimu. Jadi aku minta berhentilah bersandiwara sebelum ada hal buruk datang menghampiri. Oke?" sahut Erzan mencoba menakut-nakuti wanita tersebut. Entah apa motifnya, Erzan kurang tahu. Yang jelas dia percaya kalau wanita ini datang atas perintah seseorang.


"Oh, jadi kau butuh bukti ya? Baiklah, tunggu sebentar. Malam itu sebelum Gavriel menghilang dari hidupku, kami sempat menghabiskan malam bersama kemudian mengabadikan kebahagiaan kami ke dalam sebuah foto!" ucap si wanita kemudian buru-buru mengambil sesuatu dari dalam tas. Setelah dia menunjukkan selembar foto yang adalah fotonya bersama dengan pemilik Under Group. "Lihat ini. Pria yang memelukku adalah saudaramu, bukan?"


Awalnya Erzan acuh saja. Namun begitu dia melihat foto tersebut, kedua biji mata Erzan serasa akan terbang keluar. Di dalam foto itu terlihat sang kakak yang tengah memeluk mesra wanita ini. Dan yang lebih mengagetkannya lagi, mereka berdua tidak mengenakan pakaian dan hanya terbalut selimut sebatas dada. Ingin tidak percaya, tapi itu adalah benar foto kakaknya. Erzan jadi bimbang.


Bagaimana ini? Briana bisa patah hati jika sampai mengetahui kalau sebelumnya Kak Gavriel pernah mempunyai seorang kekasih. Tapi masa sih selera Kak Gavriel bentukannya seperti kaleng rombeng begini. Tubuh wanita ini memang sangat luar biasa seksi, bahkan buah dadanya hampir berukuran sama dengan sayur kol yang aku tanam. Masa iya sih wanita montok seperti ini yang di sukai oleh Kak Gavriel? Mencurigakan.


"Sudah lihat, kan? Sekarang cepat beritahu aku di mana Gavriel berada. Aku mau menuntut pertanggungjawaban darinya!" desak si wanita memaksa.

__ADS_1


"Nona, inikan hanya foto. Bagaimana kalau sebelum datang kemari kau sudah mengeditnya lebih dulu? Aku tidak bodoh ya. Dan aku juga tahu bagaimana cara membuat foto orang lain bisa terlihat seperti itu adalah foto kita bersama orang terkasih. Apa aku benar?" sahut Erzan tak membiarkan wanita ini mendapatkan apa yang di inginkannya. Ekor mata Erzan kemudian melirik ke arah pintu, berharap kalau Wildan akan muncul dari sana.


Pucuk di cinta ulam pun tiba. Bagai mempunyai ilmu telepati, begitu Erzan membatin tiba-tiba saja pintu ruangan langsung terbuka. Lalu muncullah Wildan yang datang bersama dengan kakaknya. Segera Erzan berjalan cepat menghampiri keduanya.


"Nah, datang juga kalian akhirnya. Lihat, wanita berdada besar ini mengaku sebagai kekasihmu, Kak. Dia juga menunjukkan foto kalian yang sedang bermesraan di atas ranjang. Menjijikkan sekali, bukan?" ucap Erzan langsung mengadukan apa yang baru saja dilihatnya.


Gavriel menghela nafas panjang. Sedangkan Wildan, dia diam sambil menatap seksama ke arah si wanita tersebut. Dia bukan terpesona, tapi sedang mengasihi nasib wanita ini jika kelakuannya sampai di dengar oleh Nona Briana. Apa tidak meledak kedua melonnya yang besar jika anak mafia itu sampai mengamuk? Berani-beraninya wanita ini mencari masalah dengan atasannya. Dia belum tahu saja kalau pawang atasannya merupakan wanita halilintar. Hmmm.


"Gavriel, kau masih ingat dengan hubungan kita kan, sayang? Malam itu kita menghabiskan malam bersama sebelum akhirnya kau menghilang tanpa kabar. Kau tahu, aku hampir gila saat mencari keberadaanmu. Dan sekarang akhirnya kita bisa bertemu kembali. Aku merindukanmu, Gavriel. Sungguh!"'ucap si wanita mendayu-dayu. Dia menatap penuh luka pada pria tampan yang hanya berdiri diam sejak masuk ke dalam ruangan ini.


"Aku seperti mendengar suara orang yang sedang bicara, tapi kenapa aku tidak melihat wujudnya? Apa itu adalah suara hantu?" tanya Gavriel dengan sarkasnya. Dia kemudian menatap Erzan yang sedang menutupi wajah karena menahan tawa. "Erzan, apa kau juga mendengar suara tersebut?"


"Tidaklah. Memangnya aku anak indigo yang bisa melihat keberadaan lelembut apa," jawab Erzan dengan senangnya mengikuti kesarkasan sang kakak.


Jangan di tanya seperti apa reaksi wanita itu ketika keberadaannya tak di anggap sama sekali. Bahkan Erzan yang tadinya sempat berbicara dengannya mendadak jadi ikut-ikutan menyebutnya sebagai lelembut. Padahal jelas-jelas tadi mereka saling berbalas kata. Menyebalkan sekali.


"Kalian ... kalian awas ya. Susah payah aku sampai di sini tapi kalian malah memperlakukan aku dengan sebegini rendah. Tunggu, aku pasti akan membalas penghinaan ini!" teriak si wanita murka saat kedua pria itu tak henti mengolok-olok keberadaannya. Setelah itu dia memutuskan untuk pergi saja.


Sepeninggal wanita gila itu, Erzan dan Gavriel terdiam sambil saling menatap. Setelah itu mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Wildan yang melihat kelakuan kedua majikannya pun hanya menggelengkan kepala saja. Dia lalu mengambil selembar foto yang tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Seharusnya wanita itu tidak lupa menyempurnakan foto ini saat sedang mengedit. Mana ada ranjang dengan merk ternama begini bentuknya penyok sebelah. Bisa gulung tikar perusahaan mereka nanti!" celetuk Wildan saat menyadari kalau foto itu merupakan foto editan.


"Itulah yang aku katakan pada wanita tadi, Wil. Lagipula mana mungkinlah Kak Gavriel berselera pada wanita dengan dada yang sudah loyo begitu. Walaupun besar, tapi bentuknya sudah turun ke bawah. Kau tadi lihat sendiri kan, Wil?" sahut Erzan yang malah sibuk membahas dada wanita itu. Jujur, ukurannya memang hampir sama dengan sayur kol yang Erzan tanam di kebun. Bulat, besar, tapi tidak segar. Hahaha.


"Aku hanya berselera pada yang melekat di diri Briana saja. Selain itu semuanya jelek," ucap Gavriel tak ragu membanggakan kekasihnya yang memang begitu sempurna. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, semua printilan yang ada di tubuh Briana Gavriel suka. Sangat suka malah.


"Haihh, bucin terooosss!" ejek Erzan merasa gatal-gatal ketika sang kakak mulai membanggakan ninja warior satu itu.


Sudut bibir Gavriel berkedut. Dia kemudian menoleh saat merasakan kalau Wildan sedang memperhatikannya.


"Ada apa?"


"Tuan Gavriel, menurut anda akan menyenangkan tidak jika foto ini saya kirimkan pada Nona Briana?" tanya Wildan sambil meng*lum senyum. Entah mengapa dia bisa terpikir untuk mengerjai wanita halilintar itu setelah melihat foto editan ini.


"Apa kau bermaksud mengadu domba Briana dengan wanita yang tadi?" Gavriel menyahut sambil menaikan satu alisnya ke atas. "Lakukan. Aku jadi penasaran akan semarah apa Briana nanti saat tahu ada wanita lain yang mengklaimku sebagai kekasihnya!"


"Baik, Tuan. Saya akan segera mengirimkan foto ini ke nomor Nona Briana."


Saat Gavriel dan Wildan sedang serius memantik emosi Briana, di hadapan mereka ada Erzan yang tengah terbengang heran karena ulah mereka. Dia tidak percaya kedua pria ini berani bermain-main dengan wanita galak itu.

__ADS_1


Apa mereka sama sekali tak memiliki rasa kasihan pada wanita yang tadi jika seandainya nanti Briana benar-benar mengamuk? Sampai detik ini saja aku bahkan masih bisa merasakan betapa kuatnya tarikan tangan Briana di rumah sakit waktu itu. Kejam sekali mereka. Wanita itu jelas bukan tandingannya Briana. Dia bisa langsung mati di ronde pertama. Bagaimana sih.


***


__ADS_2