
📢📢📢 NGGAK JADI CRAZY-UP KARENA BOM KOMENTARNYA KURANG! MAAF YA BESTIE ☺
***
Bagaikan mayat hidup, Briana berjalan gontai menuju café. Sungguh, tak pernah sekalipun Briana menyangka kalau selama ini dia telah berteman dengan seekor ular berkepala dua. Andai saja Briana tahu, sudah sejak dulu dia memusnahkan ular tersebut. Ya, dia tidak bohong.
Pagi tadi saat Briana sedang enak-enaknya bergelung di bawah selimut tebalnya, dia dibuat tersadar oleh satu pesan yang masuk ke ponselnya. Awalnya sih Briana senang-senang saja setelah tahu kalau pesan itu di kirim dari nomornya Wildan. Akan tetapi begitu Briana membuka pesan yang ternyata adalah sebuah video, nyawanya dibuat seperti pindah ke alam lain saat Briana memutar video tersebut. Bayangkan bestie, bayangkan! Di video itu jelas terlihat bagaimana Briana yang sedang menggatal dengan menggesek-gesekkan kakinya saat sedang melakukan panggilan video dengan Lu. Malu, benar-benar sangat luar biasa rasa malunya. Tak pernah Briana mengira kalau perbuatannya itu diam-diam direkam oleh Julia, teman yang berbentuk ular kepala dua. Dan yang membuatnya semakin merasa tak percaya adalah Julia yang mengirimkan video tersebut kepada Lu. Jika kalian yang berada di posisinya Briana sekarang, kira-kira hukuman sadis macam apa yang akan kalian lakukan pada Julia? Tolonglah beri masukan pada Briana karena sekarang yang terpikir di dalam otak Briana adalah menjadikan Julia sebagai isian sushime. Apakah hukuman ini sudah cukup sadis menurut kalian?
Eh, tumben sekali cafenya belum buka. Julia tidak mungkin mati ‘kan?
Tidak biasanya di jam begini pintu café masih tertutup rapat. Bahkan satu jendelapun belum ada yang dibuka. Padahal Briana masih belum melakukan apa-apa pada pemiliknya. Atau mungkinkah Julia sengaja berbuat demikian demi agar bisa menghindar dari kemarahannya? Hohoho, itu tidak akan mungkin terjadi. Meski ada badai sekalipun, akan Briana pastikan ular kepala dua itu menerima ganjarannya hari ini juga.
“Julia sayang, alibi apapun tidak akan bisa menghentikanku untuk tidak menghajarmu. Lancang sekali kau ya ingin melarikan diri setelah kau mempermalukanku di hadapan Lu. Tunggu saja!” geram Briana seraya menyingsingkan lengan bajunya ke atas. Setelah itu dia melangkah cepat menuju depan pintu café dan ....
BRAAKKK
“JULIA! KELUAR KAU!”
Hampir saja jantung Julia berpindah tempat mendengar suara teriakan Briana yang muncul setelah menendang pintu café dengan kuat. Dia yang baru saja bangun dari tidur seketika menelan ludah melihat Briana yang tengah berjalan cepat menuju ke arahnya sambil membunyikan tulang di jari-jari tangannya. Gawat. Sepertinya Lu sudah mengirimkan video aib itu pada Briana. Julia harus bagaimana sekarang?
Apa yang harus aku lakukan? Ayo cepat berpikir, Julia. Gunakan otakmu yang cerdas cemerlang untuk memikirkan cara agar bisa kabur dari Briana detik ini juga. Kalau tidak, bisa di pastikan hari ini menu spesial di café adalah anggota tubuhmu sendiri. Cepat berpikir bodoh. Aaaa!
“Oh, jadi seperti ini kelakuanmu di belakangku. Berani sekali kau ya!” geram Briana sambil melayangkan tatapan membunuh pada Julia yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Tak mau kecolongan, dengan cepat Briana melompat ke pelukan Julia hingga tubuh keduanya sama-sama terbanting ke atas lantai.
__ADS_1
Bruugghhh
“Aduhhhh!” pekik Julia dengan kencang. Dia lalu meraba belakang kepalanya yang tak sengaja terbentur lantai. Julia kemudian pura-pura menangis. “Hikss, kau brutal sekali, Briana. Kau mau membuatku gegar otak apa bagaimana?”
“Gegar otak kau bilang? Hahahahaa!”
Briana tertawa setan. Tanpa merasa iba sedikitpun dengan sengaja Briana malah menggigit sebelah telinga Julia hingga membuatnya menjerit sekuat-kuatnya. Hahaha, rasakan! Ini akibatnya jika berani berkhianat kepadanya. Huh.
“Briana, kau gila ya!” amuk Julia sambil memegangi daun telinganya yang hampir putus. Benar-benar sudah tidak waras.
“Ya, aku memang gila. Kenapa memangnya hah? Tidak suka? Mau protes?” sahut Briana tanpa ada niatan untuk turun dari atas tubuh Julia. Dia kini masih menungganginya sambil terus berkacak pinggang. “Dengar ya, Julia. Aku sungguh tidak pernah menyangka kalau kau akan sekejam ini padaku. Bisa-bisanya ya kau mengirimkan video penuh aib itu kepada Lu. Kau pikir aku tidak malu apa! Hah?”
Julia langsung melengos dengan melihat ke arah lain saat Briana mulai membahas tentang video yang dia kirimkan pada Lu. Pantas saja Briana kerasukan, ternyata karena ini to. Tapi ngomong-ngomong Briana tahu tidak ya kalau Julia diam-diam melakukan barter dengan hantu air itu. Julia jadi merinding sendiri membayangkan akan sebrutal apa Briana terhadapnya jika sampai mengetahui hal tersebut. Xixixixi.
“Isshhh, kau ini apa-apaan sih, Bri. Sesama teman mana boleh saling ancam!” protes Julia yang akhirnya memberanikan diri menatap Briana. Dia kicep saat mendapati Briana yang tengah memelototinya seolah dia adalah makanan yang sangat empuk.
“Oh, jadi kau ingat kalau kita ini adalah teman?” tanya Briana tak percaya. Dia lalu tertawa miring, merasa sangat amat dongkol akan perkatan yang Julia lontarkan barusan. “Lalu sebutan apa yang pantas di berikan pada teman yang tega menyebar video aib temannya sendiri pada pria lain? Teman? Astaga, aku benar-benar sangat ingin mematahkan kerongkonganmu sekarang juga, Julia. Sungguh!”
Julia meringis. Terpikir akan barang-barang belanjaannya semalam, dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Briana hingga jatuh tertelungkup ke samping kemudian dia buru-buru bangun sebelum Briana kembali menerkamnya. Sambil mengibaskan tangannya yang sedikit kotor, Julia mengambil dua paperbag yang berisi hadiah untuk Briana. Sebagai teman yang baik Julia jelas tidak lupa untuk membelikan hadiah untuk sahabatnya. Apalagi dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dari Lu adalah karena memperjualbelikan aib temannya sendiri. Jadi sudah seharusnya Julia bersikap baik begini pada Briana, bukan? Hehehe.
“Nah, anggap ini sebagai permintaan maaf dariku karena sudah mengirimkan aibmu kepada Lu. Terimalah, jangan malu!” ucap Julia seraya melemparkan paperbag pada Briana. Tak lupa juga dia memamerkan hasil buruannya semalam. “Karena pemasukan café sedang tinggi-tingginya, semalam aku sengaja pergi membelanjakan diri untuk kita berdua. Aku sahabat yang baik, bukan?”
“Cihhh, kau pikir aku akan semudah itu kau sogok apa!” sahut Briana sok jual mahal. Padahal dia sudah penasaran setengah mati akan isi dari paperbag pemberian Julia. Namun karena dia ingat akan pengkhianatan yang Julia lakukan, sebisa mungkin Briana terus meyakinkan diri agar tidak bersikap murahan. Meskipun sulit, hikss.
__ADS_1
“Sudah jangan banyak protes. Lebih baik sekarang kau buka paperbag itu kemudian lihat apa isinya. Karena jika tidak aku akan menganggap itu sebagai bentuk penolakan. Kau pasti tahu bukan apa yang akan terjadi selanjutnya?”
Briana berdecih kesal. Sambil terus menunjukkan ekpresi wajah yang tak enak dilihat, pelan tapi pasti Briana mulai membuka paperbag tersebut. Dan begitu dia menarik keluar isinya, Briana dibuat terbengang-bengang ketika mendapati harga dari barang yang ternyata adalah sebuah gaun yang sangat cantik.
“Yakk Julia. Untuk apa kau membelikanku gaun semahal ini ha? Kau sudah tidak waras apa bagaimana? Ya Tuhaaannnnn!” pekik Briana syok. Dia lalu mengerjapkan mata untuk memastikan kalau matanya tidak salah lihat. Dan ternyata memang benar kalau gaun ini memiliki harga yang hampir setara dengan gajinya selama lima bulan. “Astaga, kau benar-benar sudah tidak waras, Julia. Kalau kau memang kau ingin membelikan gaun untukku ya tidak apa-apa, tapi tidak harus semahal ini juga. Kau tahukan kalau mencari uang itu sulit? Jangan malah dihamburkan hanya untuk membeli barang yang tidak penting begini. Bagaimana sih!”
Sudah Julia tebak kalau Briana pasti akan bereaksi seperti ini begitu melihat harga dari gaun yang dia belikan untuknya. Kalian sudah tahu sendirikan kalau sahabatnya ini adalah tipe manusia yang sangat perhitungan sekali, bahkan terhadap dirinya sendiri. Tak ingin terus mendengar Briana yang mengomel, Julia segera berjalan mendekat kemudian memegang bahunya dengan kuat.
“Dengarkan aku baik-baik, Briana. Aku tahu mencari uang memang sulit, tapi tidak ada salahnya juga membelanjakan diri sesekali waktu. Lagipulakan aku tidak setiap hari menghambur-hamburkan uang begini. Jadi aku minta kau jangan banyak protes ini dan itu lagi. Lebih baik sekarang kau coba gaun itu lalu tunjukkan padaku. Sebagai sahabat sehidup sematimu, aku jelas ingin melihatmu tampil cantik dan juga berkelas. Oke?”
“Tapi Julia, gaun ini ….
“Tutup mulutmu sekarang juga lalu pakai gaun itu atau aku akan menciummu sampai pingsan. Pilih yang mana?”
“Dasar brengsek kau!”
“Hehehe,”
Akhirnya Julia bisa bernafas dengan lega saat Briana tak lagi melakukan protes. Dalam hati Julia membatin dan mengucap syukur karena hari ini dia selamat dari kematian mengerikan yang dia ciptakan sendiri.
Lebih baik masalah barter itu aku rahasiakan saja dari Briana. Kalau dia sampai tahu aku membeli gaun itu dengan menggunakan uang hasil penjualan videonya, bisa-bisa aku mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Aku berani bertaruh kalau Briana pasti tidak akan ragu untuk memakanku hidup-hidup. Hiiiii ….
***
__ADS_1