Wanita Kesayangan Sang Presdir

Wanita Kesayangan Sang Presdir
Pasang Badan


__ADS_3

“Sayang, kau darimana saja sih. Pelayan bilang kau pergi membeli sayuran di supermarket, tapi kenapa sesiang ini baru sampai di rumah?” tanya Dary lega melihat istrinya sudah kembali ke rumah. Dia hampir saja meminta Wildan untuk menyebar anak buahnya guna mencaritahu kemana istrinya pergi. Tapi untunglah Dary tak harus sampai melakukan hal itu karena sekarang istri tercintanya telah pulang dengan kondisi selamat dan baik-baik saja.


“Hehe, maaf ya kalau kepergianku membuatmu merasa cemas, Dary. Aku pikir kau sedang sibuk membantu Erzan di perusahaan, jadi aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan saja sebentar. Siapa yang akan menyangka kalau aku akan betah berlama-lama di tempat itu. Sekali lagi maafkan aku ya?” jawab Helena seraya menampilkan senyum semringah di bibirnya. Dia lalu berjalan menghampiri Dary yang tengah menatapnya lekat. “Jangan khawatir. Tidak ada hal buruk yang terjadi padaku selama aku berada di luar rumah. Sungguh,”


“Kau yakin?”


Helena mengangguk. Dia lalu merebahkan kepalanya di dada Dary tanpa melepaskan senyumannya. Penasaran denga wanita yang bernama Briana, diam-diam Helena mengutus orang untuk mencaritahu dimana rumahnya. Dan pagi tadi Helena menggunakan kesempatan untuk menemui gadis itu setelah Dary berangkat ke perusahaan. Karena tak mau ada penjaga yang membuntuti, Helena sengaja beralasan pada pelayan kalau dia pergi untuk membeli sayuran di supermarket. Namun dia sama sekali tidak menduga kalau Dary akan pulang lebih cepat dari yang dia kira.


“Sayang, kita ini sudah menjalani biduk rumah tangga ini selama lebih dari tiga puluh tahun. Jadi sekarang aku sangat tahu kalau kepergianmu bukan untuk sesuatu yang biasa saja. Jika boleh menebak, apakah benar kau diam-diam pergi menemui gadis bernama Briana itu?” tanya Dary sambil meng*lum senyum. Dary sangat tahu akan perangai istrinya, jadi dari gerak-geriknya yang sedikit berbeda sudah cukup menyadarkan Dary kalau Helena tidak sanggup menahan keinginan hati dengan tidak pergi menemui Briana, gadis sederhana yang telah merawat Gavriel sejak hilang dari rumah sakit. Dan Dary berani bertaruh kalau dugaannya seratus persen adalah benar. Mari kita buktikan jika tidak percaya.


“Sejelas itukah?”


Helena bertanya sambil mendongakkan wajah. Dan dia langsung tersipu malu saat Dary menganggukkan kepalanya.


“Sangat jelas malah. Jadi bagaimana? Apa kau suka dengan kepribadian gadis itu?” sahut Dary tak tahan untuk tidak tertawa melihat tingkah malu-malu istrinya. Meskipun sudah tua, Helena masih saja terlihat cantik seperti saat muda dulu. Dan inilah yang membuat Dary tidak bisa berpaling pada wanita lain selain istrinya ini.


“Dary, aku pikir Briana adalah sejenis gadis mengerikan yang cukup berbahaya setelah aku mendengar pengakuan penjaga yang saat itu sempat masuk rumah sakit gara-gara berselisih paham dengan Briana. Akan tetapi setelah aku bertemu langsung dengannya, ternyata Briana adalah gadis yang sangat menggemaskan. Tadi kami bertemu di tengah jalan saat Briana sedang dalam perjalanan menuju tempatnya bekerja. Dan apa kau tahu Dary hal lucu apa yang Briana lakukan sehingga aku memutuskan untuk menyapanya?” ucap Helena dengan tatapan mata yang berbinar. Dia seperti menemukan harta karun saat mengingat percakapannya dengan Briana pagi tadi.


“Apa itu?” tanya Dary jadi merasa penasaran akan hasil pertemuan dadakan antara istrinya dengan calon menantu mereka.

__ADS_1


“Briana menangis karena merindukan Gavriel. Hahahaha!”


Sontak jawaban Helena membuat Dary ikut tertawa juga. Bagaimana bisa ada seorang gadis yang menangis di tengah perjalanan hanya karena merindukan putranya? Ya Tuhan, sepertinya Briana ini adalah gadis yang sangat menyenangkan. Dary jadi tidak sabar ingin segera memilikinya sebagai menantu.


“Kalau saja tak takut ketahuan, aku pasti sudah tertawa terbahak-bahak di sana menyaksikan bagaimana Briana yang mengaku sangat merindukan Gavriel sambil menangis sesenggukan. Jujur, itu benar-benar pemandangan yang sangat lucu sekali, Dary. Pantaslah kalau Gavriel begitu menyukainya. Sikap orangnya saja semenggemaskan itu. Astaga,” ucap Helena sambil menyeka sudut matanya yang mengeluarkan cairan bening. Saking lucunya mengingat tingkah Briana, Helena sampai menangis saat menertawakannya. Calon menantunya manis sekali, bukan?


“Hmmmm, sayang sekali aku tidak ikut melihat kelucuan calon menantu kita, sayang. Kau sih tidak memberitahuku kalau ingin pergi melihat Briana. Aku jadi tidak bisa menikmati kebahagiaan itukan?” protes Dary yang tiba-tiba saja merasa kesal karena tidak bisa menyaksikan langsung kelucuan calon menantunya.


“Heissshhh, jangan merajuklah. Waktukan tidak hanya hari ini saja, Dary. Masih ada banyak sekali kesempatan untukmu bisa bertemu dengan Briana. Tahu?” sahut Helena seraya mencolek ujung hidung Dary yang tengah merajuk gara-gara dia tidak mengajaknya serta saat pergi menemui Briana. Ada-ada saja.


Teringat akan saran baik yang Helena berikan pada Briana, Helena segera mengajak Dary untuk duduk guna memberitahukan hal ini. Tak lupa sebelum itu Helena menunjukkan hasil jepretannya ketika sedang membuntuti Briana secara diam-diam.


“Jadi kau meminta Briana untuk menghubungi Gavriel?” tanya Dary agak tergelitik mendengar cerita istrinya. Dia jadi heran sendiri melihat sikap Helena yang sebelumnya tidak pernah seantusias sekarang. Apa iya Helena sudah benar-benar klop memilih Briana sebagai calon menantu mereka?


“Iya. Kasihan dia, Dary. Briana terlihat begitu frustasi saat menceritakan tentang rasa sukanya yang terhalang kasta. Tapi untunglah tadi Briana bersedia menerima saran dariku. Kalau tidak, kau bisa bayangkan sendirilah apa yang akan terjadi pada gadis itu,” jawab Helena dengan mimik wajah yang sedikit lebih serius.


Setelah berkata demikian Helena langsung menatap foto keluarga yang terpajang rapi di dinding rumahnya. Sambil tersenyum kecil, dia mengucap syukur karena putranya telah di cintai dengan begitu tulus oleh seorang wanita.


“Gavriel, entah kebaikan apa yang telah dilakukan oleh leluhur keluarga kita sehingga kau bisa begitu dicintai oleh Briana. Andai saja waktu itu Briana tidak menampungmu, Ibu mungkin tidak akan pernah merasa sebahagia sekarang. Selama ini Ibu dan kita semua selalu hidup dalam gelimangan harta dan juga kuasa. Namun setelah Ibu bertemu dengan Briana, Ibu menyadari satu hal kalau ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada harta. Yaitu cinta. Ya, cinta. Cinta yang Briana simpan untukmu membuat Ibu merasa sangat bahagia sekali. Kesederhanaan dan juga kedewasaan gadis itu membuat Ibu merasa sangat yakin kalau Briana adalah wanita paling tepat yang pantas menyandang gelar sebagai menantu pertama di keluarga Anderson!”

__ADS_1


“Sayang, apakah kau benar-benar sudah merasa sangat yakin kalau Briana adalah wanita yang tepat untuk Gavriel?” tanya Dary memastikan.


“Sudah, Dary. Briana mungkin kalah dari segi kasta dan kekayaan, tapi gadis itu secara tidak langsung telah memenangkan hatiku sebagai seorang Ibu yang telah bersusah payah membesarkan seorang putra. Di hadapanku yang hanya seorang asing, Briana sama sekali tak merasa ragu untuk mengakui kekurangan dan ketidakmampuannya yang sangat jauh berbeda dengan Gavriel. Jika itu wanita lain, aku yakin wanita itu pasti akan langsung memasang wajah palsu begitu melihat barang-barang mewah yang melekat di tubuhku. Dan aku tidak menemukan semua itu di diri Briana, Dary. Dia murni mengakui kekurangannya tanpa tahu dengan siapa dia sedang berbicara!” jawab Helena dengan sangat yakin.


“Mungkin tidak kalau Briana hanya sedang berpura-pura tidak mengenalimu ataupun berpura-pura tidak mengetahui kalau semua barang yang kau kenakan menunjukkan kalau kau bukan berasal dari kalangan orang biasa?”


Plaaakkkk


“Sayang, kenapa memukulku?” kaget Dary sambil mengusap lenganya.


“Pokoknya aku tidak mau tahu. Yang boleh menjadi istrinya Gavriel hanya Briana seorang. Selain itu, tolak!” tegas Helena kesal mendengar tuduhan yang Dary tujukan pada Briana-nya.


“Ya ampun, sayang. Tadi itu aku tidak sungguh-sungguh dengan perkataanku. Aku hanya gemas saja melihatmu yang begitu menggebu-gebu saat menceritakan tentang Briana. Sungguh!” sahut Dary sambil menertawakan alasan mengapa Helena sampai memukulnya. Dia tersinggung ternyata. Hahaha.


“Masa bodo. Ingat ya, Dary. Mulai hari ini siapapun yang berani menjelek-jelekkan Briana mereka akan langsung berhadapan denganku. Entah itu kau, Wildan, Erzan, atau siapapun itu aku tidak peduli. Gavriel hanya boleh menikah dengan Briana saja. Titik!”


Tawa Dary semakin pecah saat Helena pergi meninggalkannya sendirian di ruang tamu rumah mereka. Dia benar-benar tak habis pikir dengan keagresifan istrinya yang langsung pasang badan demi untuk menjaga agar Gavriel tidak menikah dengan wanita selain Briana. Sangat menggelitik hati. Hahaha.


***

__ADS_1


__ADS_2