
“Kau mau bicara apa?” tanya Jenny seraya menatap lelaki tampan yang adalah kekasih putrinya. Saat ini mereka sedang berjalan-jalan tak jauh dari café. Entah ada apa, Jenny tak tahu. Yang jelas laki-laki ini meminta waktunya untuk bicara empat mata.
Sebelum menjawab, Gavriel menghela nafas panjang terlebih dahulu. Dia lalu menoleh, menatap lekat ke arah wanita yang dia duga sebagai ibu kandung Briana.
“Nyonya, bisakah kau bicara jujur padaku?” ucap Gavriel bertanya seraya menampilkan mimik wajah yang begitu serius. “Aku tahu mungkin ini sedikit menyentuh privasimu. Akan tetapi harus tetap kutanyakan karena aku ingin memastikan sesuatu. Bisakah?”
“Tergantung dari apa yang ingin kau tanyakan, Gav. Jika menurutku itu perlu untuk di jawab, aku pasti akan dengan senang hati menjawabnya. Akan tetapi jika menurutku itu benar-benar tak boleh di sentuh, maka aku harap kau juga bisa menghargai keputusanku. Bagaimana?” sahut Jenny bijaksana dalam menanggapi.
“Kellen dan Briana, nama ini apakah berasal dari orang yang sama?”
Deg
Langkah Jenny langsung terhenti begitu Gavriel menyebut dua nama tersebut. Wajah yang tadinya terlihat tenang kini berubah gelisah dan sedikit memucat. Nafas Jenny sesak, dia panik seketika.
Darimana Gavriel tahu kalau Kellen dan Briana adalah orang yang sama? Mungkinkah dia diam-diam menyelidiki masalah ini? Apa yang harus kulakukan sekarang?
Melihat reaksi ketakutan di diri Nyonya Jenny membuat rasa penasaran Gavriel terjawab sudah. Teringat akan ucapan Tuan Hendar yang menyebut kalau kejiwaan istrinya tidak stabil sejak anak mereka hilang, segera Gavriel meraih tangan wanita ini lalu menggenggamnya dengan erat. Gavriel mencoba memberinya ketenangan.
__ADS_1
“Aku tidak tahu apa alasanmu menutupi identitas asli Briana. Tapi satu hal yang perlu kau ketahui, Nyonya. Jika dengan merahasiakan hal ini dari Tuan Hendar bisa membuat Briana aman, maka aku tidak akan pernah membocorkan rahasia ini pada siapapun. Aku mencintainya, dan aku tidak mau melihatnya terluka!” ucap Gavriel meyakinkan Nyonya Jenny kalau dia tidak akan membiarkan siapapun melukai kekasihnya. Termasuk ayah kandungnya sekalipun.
“B-benarkah?”
“Benar, Nyonya. Jadi kau jangan takut. Oke?”
Akhirnya Jenny bisa sedikit bernafas lega setelah mendengar perkataan Gavriel. Walau dirinya masih terlalu terkejut karena Gavriel yang ternyata mengetahui rahasia itu, Jenny mencoba untuk kembali bersikap tenang. Dia lalu mengajaknya untuk duduk. Jujur, kaki Jenny terasa lemas sekali. Dia syok.
Tuhan, jika memang Gavriel bisa menjaga Briana untuku, aku siap untuk menceritakan rahasia yang sudah puluhan tahun aku sembunyikan. Tolong bantu yakinkan aku kalau pria ini tidak akan menjadi boomerang untuk hidup Briana. Aku mohon.
“Gavriel, apa kau begitu mencintai putriku?” tanya Jenny sembari tersenyum kecil. Rasanya sangat ringan bisa menyebut Briana dengan sebutan putriku di hadapan orang lain.
“Kalau begitu aku siap untuk menceritakan segalanya padamu.”
Terdengar embusan nafas panjang dari diri Gavriel begitu dia mendengar kesediaan Nyonya Jenny yang setuju untuk menceritakan alasan kenapa Briana bisa bernama Kellen. Dia lalu menunggu dengan tidak sabar rahasia besar apa yang akan segera di bongkar oleh wanita ini.
“Dulu aku dan Hendar menikah tanpa mendapat restu dari keluarga besarnya. Aku yang hanya gadis biasa di anggap tak pantas untuk masuk ke keluarga Origan. Meski begitu aku tak pantang menyerah. Kulakukan segala macam cara agar orangtua Hendar bersedia menerimaku. Di saat aku hampir menyerah, Tuhan mengirimkan seorang malaikat kecil di hidupku. Kabar baik ini membuat semua orang merasa bahagia. Bahkan secara perlahan sikap orangtuanya Hendar mulai berubah. Sikap mereka menjadi sangat hangat dan penuh perhatian. Hingga di suatu ketika mereka tiba-tiba bilang padaku kalau Hendar pernah berkata jika aku melahirkan anak perempuan, dia akan langsung membuangnya. Aku syok sekali karena waktu itu aku baru saja melakukan USG dan dokter memberitahu kalau anak yang aku kandung adalah seorang bayi perempuan. Perkataan kedua mertuaku bagaikan petir di siang bolong. Sejak saat itu aku selalu di hantui oleh rasa takut. Lalu terpikirlah untuk memanipulasi jenis kelamin anakku. Bersama dokter pribadiku, kami memberitahu semua orang kalau bayi yang sedang ku kandung adalah seorang jagoan!”
__ADS_1
Jeda sejenak. Jenny terlihat sangat sakit ketika menceritakan rahasia menyakitkan itu. Hingga tak terasa air matapun mulai menetes membasahi pipi. Dia sakit, juga kecewa.
“Mungkin Tuhan tahu kalau kebohongan yang kami lakukan adalah demi menyelamatkan nyawa seorang anak yang tidak berdosa. Briana kecil tak pernah mau mandi bersama orang selain aku dan dokter itu. Tadinya kami sempat merasa khawatir tentang hal ini, tapi syukurlah Tuhan dan Briana kecil tahu akan kesulitan yang kami rasa. Kellen Origan, suamiku yang memilihkan nama ini. Dan lagi-lagi Tuhan melindungi rahasia ini dengan sangat baik. Baik suamiku ataupun keluarga besarnya, tidak ada satupun dari mereka yang merasa curiga. Kami semua hidup bahagia di balik bayang-bayang Kellen. Lalu di suatu hari seseorang membawa Briana pergi dariku. Aku hancur, lalu menutup diri hingga berpuluh tahun lamanya. Aku merasa bersalah, Gavriel. Aku gagal menjadi seorang ibu. Aku gagal. Hikssss!” ucap Jenny sambil terisak sedih. Bibirnya sampai bergetar saking dia merasa sakit atas derita di masa lalu.
Jadi ini alasan kenapa Briana bisa mempunyai dua nama? Keterlaluan. Bagaimana bisa ada orangtua yang dengan kejam memfitnah anaknya sendiri. Tidak bisa dibiarkan. Nyonya Jenny harus tahu kalau Tuan Hendar tak pernah membedakan jenis kelamin anaknya. Dia sudah salah paham.
“Gavriel, dua bulan lalu aku tiba-tiba bermimpi. Dan mimpi itu berhasil menyadarkan aku dari belenggu rasa bersalah. Aku lalu mengajak suamiku untuk pergi ke tempat di mana Briana di culik. Lalu di sanalah untuk pertama kalinya kita bertemu. Apa kau ingat?”
“Tentu saja aku sangat ingat, Nyonya. Dan karena pertemuan yang tak di sengaja itu aku jadi penasaran denganmu,” jawab Gavriel. “Dulu saat aku dan Briana di culik, aku pernah mengucap janji padanya. Awalnya dia mengaku bernama Kellen, tapi saat aku membantunya untuk melarikan diri, dia bilang kalau namanya adalah Briana. Mungkin karena di antara kami ada janji yang belum terselesaikan, Tuhan kembali mempertemukan kami di waktu yang tak terduga. Kejadian kelam itu membuatku mengidap penyakit aneh di mana aku akan selalu kehilangan ingatan setiap kali melihat sesuatu yang membuat rasa traumaku muncul. Sekitar tiga bulan lalu aku pergi dari rumah sakit dalam kondisi tak ingat apa-apa. Aku lalu bertemu dengan Briana. Sejak saat itu aku tinggal satu atap dengannya. Dan ya, aku jatuh cinta padanya.”
“Manis sekali. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?”
“Adik dan asistenku berhasil menemukan kebradaanku setelah dua bulan menghilang. Mereka lalu membawaku pulang. Kemudian aku mulai menjalani pengobatan untuk memulihkan ingatanku. Dari sanalah aku mulai menemukan serpihan ingatan yang selama ini tak pernah muncul. Sosok laki-laki kecil bernama Kellen membuatku hampir mati penasaran. Hingga akhirnya teka-teki tentang si Kellen mulai terkuak setelah aku dan asistenku bertemu dengan Tuan Hendar. Ternyata dugaan kami memang benar kalau Kellen adalah Briana, wanita yang menjadi kekasihku!” ucap Gavriel sambil tersenyum kecil saat teringat pertemuannya dengan Briana. Dia lalu menarik nafas, bersiap memberitahu Nyonya Jenny tentang sesuatu yang telah membuatnya salah paham pada suaminya sendiri. “Nyonya, jika seandainya alasan yang membuatmu merahasiakan identitas asli Briana tidaklah benar, apa kau akan memberitahu Tuan Hendar tentang masalah ini?”
Kening Jenny mengerut. Seketika jantungnya berdebar kencang saat menyadari sesuatu hal.
“Gavriel, tolong jangan lakukan ini padaku dan pada Briana. Hendar tidak boleh tahu kalau Briana adalah Kellen. Tolong jangan lakukan hal ini. Aku mohon!” ucap Jenny sambil menggosok-gosokkan tangan di depan dada. Dia takut sekali.
__ADS_1
“Nyonya, ini tidak seperti yang kau pikir. Tuan Hendar, dia ….
***