
Setelah sadar, Jenny duduk melamun sambil menatap ke arah jendela. Sesekali bibirnya yang pucat nampak menyunggingkan senyum tipis, tapi tidak lama. Di bawah alam sadarnya, sepertinya Jenny sedang mengenang sesuatu hal yang indah dan menyakitkan. Karena setelah dia tersenyum, awan mendung langsung datang menghiasi sebelum akhirnya tatapan mata Jenny kembali kosong.
Di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, berdiri Hendar terlihat sedih sambil membawa sesuatu di tangannya. Hatinya terluka menyaksikan wanita yang dia sayang terus dirundung duka. Sejak putra mereka hilang dua puluh tahun lalu, sejak saat itu pula Hendar kehilangan senyum manis milik istrinya. Andai saja waktu itu dia tidak lebih mementingkan pekerjaan, kesedihan ini pasti tidak akan pernah terjadi. Dia menyesal, tapi apa daya. Nasi sudah terlanjur menjadi bubur, tak mungkin bisa kembali seperti semula lagi.
Maafkan aku, Jenny. Gara-gara aku yang terlalu serakah akan harta, kau sampai harus menderita seperti ini. Aku menyesal, sayang.
Tak mau melihat sang istri terus bersedih sendirian, Hendar memutuskan untuk masuk dan menyapanya. Dia kemudian tersenyum saat ingin menunjukkan hadiah yang dia bawa.
“Sayang, coba lihat hadiah apa yang ku bawakan untukmu. Ingat tidak kalau dulu kau begitu menyukai hadiah ini setiap merayakan hari pernikahan kita. Bahkan kau pernah sampai merajuk gara-gara aku berbohong dengan lupa membelinya. Kau ingat itu, kan?" ucap Hendar sambil menekan perasaa sedih yang menyelimuti hati. Dia kemudian berjongkok, menatap dalam ke manik mata istrinya yang terlihat kosong. “Jenny, hei. Apa yang sedang kau pikirkan, hem?”
“Mata anakku sangat cantik dan bersinar. Iya, kan?” sahut Jenny sambil terus membayangkan mata sang anak yang telah hilang sejak bertahun-tahun yang lalu. Setelah itu dia menunduk, menatap penuh binar pada pria yang tengah berjongkok di hadapannya. “Kalau masih ada, anak kita pasti akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan menarik. Aku suka sekali menatap matanya yang cantik itu. Sungguh!”
Hah? Cantik dan menarik? Kenapa Jenny tiba-tiba bicara seperti ini tentang Kellen? Jelas Kellen adalah anak laki-laki, kenapa dia harus tumbuh menjadi gadis yang cantik? Aneh.
Hendar kaget sekali mendengar perkataan Jenny yang menyebut kalau putranya akan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan menarik. Sungguh, pernyataan ini benar-benar sangat mengejutkan. Membuat Hendar jadi merasa penasaran.
“Sayang, bukankah seharusnya Kellen itu tumbuh menjadi pria yang tampan dan hebat ya? Kenapa kau beranggapan kalau dia akan tumbuh menjadi gadis yang cantik? Apa aku telah melewatkan sesuatu hal?” tanya Hendar dengan sangat hati-hati. Dan dia terus memperhatikan perubahan ekpresi di wajah istrinya ini untuk memastikan sesuatu.
__ADS_1
Benar saja. Begitu Hendar menyebut kalau nama anak mereka adalah Kellen, ekpresi di wajah Jenny langsung berubah. Dia yang tadinya sedang tersenyum bahagia tiba-tiba terlihat panik dan tak tenang. Bahkan Jenny tanpa sadar mendorong Hendar agar menjauh darinya. Setelah itu dia diam membisu. Kembali menatap kosong bak sebuah patung yang bisa bernafas. Jenny kembali terjebak dalam ingatan rasa kesedihan dan juga satu lilitan rahasia yang hanya dia seorang yang mengetahui. Rahasia besar yang membuatnya jadi seperti ini.
Mata Hendar terpejam kuat melihat Jenny yang kembali berubah layaknya boneka manusia. Dia kemudian duduk bersimpuh di lantai, berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis.
Hendar Origan, seorang bos minyak dan juga ketua dari beberapa kelompok organisasi dalam yang berhubungan dengan dunia gelap, mendadak berubah seperti pria lemah semenjak bertemu dengan seorang gadis polos bernama Jenny. Dalam suatu perkelahian yang membuatnya terkena dua tembakan, menghantarkan mereka pada satu pertemuan yang tak di sengaja. Jenny yang kala itu melihat Hendar sedang terluka parah tanpa pikir panjang langsung memberikan pertolongan. Berbekal kemampuan yang di pelajarinya saat sedang bersekolah, Jenny berusaha membuat pendarahan di tubuh Hendar berhenti. Setelah itu dia dengan sangat hati-hati mencari bantuan setelah memastikan lebih dulu kalau keadaan sudah aman. Beruntung karena malam itu sedang hujan, jadi musuh tidak bisa menemukan keberadan Hendar karena bekastetesan darahnya hilang tersapu air. Dan sejak saat itu, hubungan keduanya dari ke hari semakin bertambah dekat. Jenny yang hanya sebatang kara akhirnya menerima pinangan Hendar meskipun tahu kalau Hendar bukanlah pria baik-baik. Namun, di dunia Hendar yang penuh dengan kekejaman dan kekerasan, membuat keluarganya menolak kehadiran Jenny. Mereka melakukan berbagai macam cara untuk memisahkan keduanya. Hingga pada akhirnya permasalah itu selesai dengan sendirinya setelah Jenny mengumumkan kalau dirinya tengah mengandung seorang anak.
Dalam kebahagiaan yang tengah menyelimuti hati semua orang, sebuah badai besar datang menghampiri. Hari itu Jenny memohon agar jangan pergi karena ingin merayakan hari ulang tahun Kellen yang ke lima, tapi Hendar menolak dan lebih mementingkan pekerjaan. Andai waktu bisa diputar kembali, ingin sekali Hendar kembali pada masa di mana dia akan lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya di rumah alih-alih memburu sesuatu yang hanya memberinya kesengsaraan panjang. Karena sepulang dari menyelesaikan pekerjaan, Hendar harus menerima kabar menyakitkan kalau putranya telah di culik saat sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Dan tidak hanya itu saja. Hendar harus menelan pil pahit saat polisi memberitahukan kalau Kellen telah menjadi korban pembunuhan dari seorang prikopat gila. Karena tak kuat menerima kenyataan ini, kedua orangtuanya pun jatuh sakit kemudian meninggal dunia. Sedangkan Jenny, wanita ini baik-baik saja, tapi ruhnya seperti hilang dari raga. Bertahun-tahun Jenny mengurung diri di dalam kamar, membiarkan waktu terlewat begitu saja tanpa menghiraukan keadaan. Hingga dua bulan lalu tiba-tiba saja Jenny mau bicara, bahkan mengajak Hendar pergi ke tempat di mana putra mereka disekap dulu. Menyakitkan sekali, bukan?
“Tuhan, apakah ini adalah caramu untuk menghukumku? Apakah ini adalah karma dari semua kejahatan yang pernah kulakukan dulu? Kau mengambil seluruh kebahagiaanku untuk mengganti kebahagiaan orang-orang yang telah kusingkirkan paksa. Benarkah?” ujar Hendar bertanya-tanya. Dia lalu mencengkeram dadanya, merasa sakit seperti akan mati. “Jika memang benar putraku telah meninggal, tolong beritahu kami di mana jasad dan makamnya. Karena hanya dengan cara itu aku baru bisa meminta maaf atas kelalaian yang pernah kulakukan dua puluh tahun lalu. Tolong aku, Tuhan!”
“Hikssss, aku tidak sanggup lagi, Tuhan. Tolong berhenti mempermainkan aku seperti ini. Aku menyesal. Aku sangat menyesal atas apa yang pernah kulakukan dulu. Tolong kau ….
“Hendar?”
Suara lirih nan lembut seseorang menyapu indra pendengaran Hendar yang mana membuatnya langsung tertegun sejenak. Jenny kah yang memanggilnya? Sudahkah istrinya ini mengingat siapa namanya?
“Hendar,” ….
__ADS_1
Lagi. Suara lembut itu kembali terdengar. Dengan perasaan yang melupa-luap, Hendar menengadahkan wajah tanpa berani melihat ke arah depan. Dia takut hanya salah dengar, jadi tak membiarkan air matanya menetes keluar.
“Hendar, kau kemana saja, hem? Kellen … putra kita direbut paksa dariku. Dia mengambilnya dari aku,” ucap Jenny tiba-tiba saja menceritakan sesuatu yang tak pernah di ceritakannya pada siapapun sejak insiden penculikan itu.
“J-Jenny, kaukah yang bicara?” tanya Hendar dengan suara parau. Dia mencengkeram kuat kotak permen susu yang masih di genggamnya. Ya, ini adalah makanan kesukaan Jenny. Dan wajib ada di setiap acara ulang tahun pernikahan mereka. Seperti sekarang.
Hening. Tak ada sahutan apapun saat Hendar bertanya seperti itu. Penasaran, dia akhirnya memberanikan diri untuk melihat ke depan. Dan betapa terkejutnya Hendar mendapati Jenny yang berurai air mata. Segera dia bangun kemudian memeluknya erat.
“Syuutttt, tidak apa-apa, aku ada di sini. Jangan menangis. Oke?” hibur Hendar sembari mengelus-elus punggung Jenny. Dadanya bagai ditusuk belati mendengar suara isak tangisnya yang begitu menyayat hati.
“Hikssss,” ….
Hanya itu suara terakhir yang di dengar oleh Hendar sebelum akhirnya dia merasakan tubuh Jenny yang melemas dalam pelukan. Dengan perasaan yang sangat hancur, dia perlahan membaringkan Jenny ke atas kasur. Setelah itu dia menatapnya dengan mata berkaca-kaca sembari berbisik pelan.
“Istriku, selamat hari ulang tahun pernikahan kita ya. Aku mencintaimu. Selalu,” ….
***
__ADS_1