Wanita Kesayangan Sang Presdir

Wanita Kesayangan Sang Presdir
Getaran Aneh


__ADS_3

Setelah insiden Lu yang berhutang dan bekerjasama dengan para tetangga hanya untuk meminta maaf padanya, secara perlahan pandangan Briana pun mulai berubah. Briana akui kalau selama ini dia memang keras terhadap dirinya sendiri. Namun setelah melihat perjuangan Lu, Briana akhirnya paham kalau tidak ada salahnya bagi Briana untuk membuka diri terhadap uluran tangan dari orang lain. Nasehat Lu saat mengingatkan Briana kalau manusia diciptakan oleh Tuhan agar saling berbagi dan saling mengasihi beberapa hari belakangan selalu terngiang-ngiang di dalam kepalanya. Dia merasa tersindir, itu tentu saja.


“Aku tidak percaya Lu yang lupa ingatan itu mampu menyadarkan pandanganku terhadap keberadaan orang-orang di sekitarku. Hmmm, ternyata rasanya cukup memalukan juga,” gumam Briana sambil memandangi wajahnya di depan cermin.


Tadi setelah pulang dari café, Briana tak langsung mengajak Lu pulang ke rumah. Dia kemudian mengajak Lu pergi mengunjungi satu toko dimana toko tersebut menyediakan permainan capit boneka. Entah karena mata hatinya sudah terbuka atau bagaimana, tiba-tiba saja Briana ingin sekali menghabiskan waktu di sana. Agak kekanakan memang. Namun Briana akui kalau di tempat ini tersimpan satu kenangan dimana Briana bisa mengomel tentang uang tapi tangannya tak bisa berhenti membeli koin. Dan semua ini bisa terjadi semenjak Lu datang ke dalam hidupnya.


Oya, ngomong-ngomong tentang Lu, Briana jadi terpikir sebenarnya darimana pria idiot ini berasal. Jikapun benar ingatannya hilang, tapi Lu memiliki pola hidup yang tak biasa. Hal ini Briana sadari dari cara Lu saat membantu Julia mempromosikan cafenya, dari cara Lu memperlakukan seorang wanita, juga dari caranya Lu menyampaikan nasehat. Semua sikap dan prilaku Lu yang begitu tertata rapi lama-kelamaan menyita perhatian Briana. Sikap baik tersebut seolah ingin memberitahu Briana kalau Lu terlahir dari latar belakang keluarga yang tidak biasa. Ya benar. Briana yakin Lu pasti bukan berasal dari kalangan sembarangan. Atau jangan-jangan Lu malah sebenarnya adalah anggota dari keluarga bangsawan? Entahlah, Briana tak mau pusing-pusing memikirkannya.


Tunggu-tunggu. Kalaupun benar Lu berasal dari kalangan keluarga yang seperti itu, mustahil pihak keluarga Lu tidak mencarinya. Dan ini sudah hampir satu bulan lamanya Lu tinggal bersamaku. Masa iya sih keluarganya membiarkannya hilang begitu saja? Aneh.


Tak mau pusing sendiri, Briana segera keluar dari dalam kamar mandi setelah menyelesaikan keperluannya. Dia kemudian menatap lama ke arah Lu yang ternyata sudah tertidur dengan sangat nyenyak di tempat tidurnya.


“Hmmm, anak ini. Tahu saja dia kalau sprei kasurnya baru saja kuganti dengan yang baru,” ucap Briana sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Briana tidak tegang urat melihat kelakuannya Lu. Sayang sekali Lu tidak melihatnya. Dia pasti akan merasa senang sekali jika melihat senyum Briana barusan. Tapi ya sudahlah, mungkin belum rejekinya.


Sebelum naik ke kasur, Briana membersihkan wajahnya terlebih dahulu. Ya walaupun hanya skincare sederhana, setidaknya perlulah bagi Briana merawat diri. Briana sudah cukup bersyukur memiliki bentuk wajah yang selalu dia tampikan dengan alami. Paling jauh Briana hanya akan memoleskan lipstick tipis ke bibirnya dan memakai cream siang untuk menjaga kelembapan wajahnya saat sedang sibuk bekerja.


Setelah semuanya selesai, dengan suara pelan Briana meminta Lu untuk bangun dari tempat tidurnya. Tak lupa juga dia telah menyiapkan lebih dulu badcover, selimut dan juga bantal milik Lu sebelum memintanya untuk pindah. Melihat Lu yang terlihat sayu karena mengantuk, tiba-tiba saja Briana diam terpaku. Lu … dia sangat tampan. Mirip dengan karakter di beberapa komik yang pernah Briana baca.


“Ya ampun, aku ini kenapa sih. Sadar Briana, sadar!” ucap Briana sambil menepuk-nepuk kedua pipinya. Dia kaget sendiri karena membayangkan yang tidak-tidak tentang Lu. Gila bukan?


“Aku kenapa ya?” gumam Briana.


Penasara ada apa dnegan dirinya, Briana memberanikan diri untuk menatap Lu dari jarak dekat. Dia lalu menelan ludah saat menyadari kalau pria idiot ini benar-benar sangat luar biasa tampan. Pantaslah jika tetangganya berlomba-lomba ingin menjodohkan Lu dengan anak gadis mereka, la wong Lu saja ketampanannya sangat tidak manusiawi sekali. Sungguh.


“Lu, kau mungkin di takdirkan untuk tidak bisa mengingat masalalumu dulu oleh Tuhan. Tapi dibalik semua itu, aku sungguh bersyukur bisa mengenalmu. Berkatmu aku bisa sadar kalau aku itu tidak mungkin bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Dan darimu juga aku belajar untuk lebih memikirkan kebahagiaanku sendiri. Terima kasih ya sudah datang dan mengacaukan duniaku yang tadinya tenang-tenang saja menjadi baik-baik saja. Kau baik sekali,” ucap Briana tanpa sadar.

__ADS_1


Deg deg deg


Semakin Briana mengagumi sosok Lu, semakin cepat pula debaran yang muncul di dadanya. Briana bingung, dia tidak mengerti kenapa reaksi tubuhnya bisa sampai seperti ini. Merasa penasaran, Briana kembali memajukan tubuhnya hingga benar-benar berada di tepian kasur. Dia ingin tahu penyebab mengapa wajah tampan pria idiot ini terus saja mengganggu pikirannya.


“Aku tidak mungkin jatuh cinta pada Lu ‘kan? Kalau itu benar terjadi, mau kutaruh dimana mukaku ini. Selama inikan aku selalu memperlakukannay dengan buruk, Lu pasti akan menertawakan aku jika dia sampai tahu aku menyukainya. Ah, tidak-tidak. Dadaku terus berdebar karena jantungku sedang memompa darah agar bisa mengalir lancar ke seluruh tubuhku. Ya benar begitu. Aku tidak mungkin jatuh cinta pada Lu. Tidak mungkin,” gumam Briana bermonolog dengan dirinya sendiri.


Dan anehnya, semakin Briana menatap intens wajahnya Lu, perasaannya bertambah menjadi semakin tidak karu-karuan saja. Bahkan sekarang tubuhnya pun mulai bergetar seperti orang yang tersengat listrik. Sungguh membingungkan. Briana meyakini kalau dirinya itu tidak sedang jatuh cinta pada Lu, tapi kenapa tubuhnya menunjukkan reaksi yang berbeda dari apa yang dia yakini?


Bingung dengan apa yang sedang terjadi, Briana akhirnya memutuskan untuk segera tidur saja. Karena semakin dia memandang wajahnya Lu, semakin tubuhnya menunjukkan getaran yang begitu aneh. Dan yang membuat Briana merasa kesal adalah karena dia yang tidak bisa mengartikan arti dari getaran tersebut.


Mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang mudah untuk menyimpulkan apa yang sedang Briana rasakan sekarang. Akan tetapi untuk orang yang nilainya nol besar dalam kasus percintaan, tentu saja perasaan seperti ini membuat mereka merasa bingung. Bagaimana tidak mungkin. Perasaan mereka tiba-tiba saja berubah dari yang tadinya bermusuhan menjadi tiba-tiba memikirkan. Aneh bukan? Tapi tenang saja. Sebentar lagi Briana akan segera mengetahui tentang satu perasaan yang di sebut cinta. Cinta datang tanpa diminta, cinta berlabuh dimanapun tempat yang dia inginkan. Dan juga cinta bisa membuat orang menjadi … gila. Jadi teman-teman, marilah kita tunggu akan seperti apa kisah cinta dua anak manusia yang sama-sama masih polos dalam dunia percintaan.


***

__ADS_1


__ADS_2