Wanita Kesayangan Sang Presdir

Wanita Kesayangan Sang Presdir
Kediaman Keluarga Anderson


__ADS_3

📢📢📢 MINTA DUKUNGANNYA YA BESTIE UNTUK NOVEL INI YANG SEDANG MENGIKUTI LOMBA #100%KEKASIH IDEAL 💜


***


“Dary, bagaimana ini. Sudah sepuluh hari Gavriel menghilang, aku sangat mencemaskan keadaannya. Aku mohon tolong lakukan sesuatu. Tolong temukan keberadaan putraku, Dary," ucap Helena resah memikirkan keberadaan putra pertamanya yang hilang saat sedang dirawat di rumah sakit.


“Tidak semudah itu aku meminta orang untuk mencaritahu dimana keberadaan Gavriel sekarang, Helena. Kau harus mengerti itu,” sahut Dary tak kalah resah memikirkan keadaan putra sulungnya.


“Aku kurang mengerti apalagi, Dary. Sejak Gavriel pergi dari rumah sakit aku selalu sabar menunggu kabar dari anak buahmu. Tapi apa? Sampai sekarang kita bahkan tidak tahu kemana Gavriel pergi. Bagaimana jika diluaran sana ada orang yang sengaja ingin menyakitinya? Gavriel sakit, dia sedang tidak bisa mengingat apa-apa sekarang. Jangan diam saja, Dary. Tolong bawa putraku pulang ke rumah ini lagi. Aku mohon!”


Dary menghembuskan nafas kasar melihat Helena yang mulai menangis. Sambil berkacak pinggang, Dary menengadahkan wajahnya ke atas. Sebenarnya bukan hal yang sulit bagi Dary memerintahkan banyak orang untuk mencari keberadaan Gavriel. Namun, dia tidak bisa melakukannya secara sembarangan. Jika kabar tentang putranya yang mengidap amnesia sampai berhembus keluar, bisa dipastikan harga saham Under Group akan langsung anjlok ke harga yang paling rendah. Sebagai seorang Presdir dari perusahaan besar, Gavriel memang dituntut untuk tampil sempurna dalam segala hal. Dan akan sangat membahayakan posisinya jika orang-orang sampai tahu tentang penyakit yang diidap Gavriel sejak masih kanak-kanak.


Dulu ketika Gavriel berusia sepuluh tahun, Gavriel pernah menjadi korban penculikan. Dia di sekap bersama dengan puluhan anak-anak lainnya di sebuah rumah kosong di pinggiran kota. Saat polisi menemukannya, keadaan Gavriel benar-benar sangat memilukan. Hanya dia satu-satunya korban yang masih hidup, sementara anak-anak lainnya sudah meninggal dengan dengan cara yang sangat mengerikan. Bahkan ada beberapa di antaranya yang sudah membusuk. Gara-gara penculikan itu, Gavriel mengidap penyakit aneh dimana dia akan kehilangan ingatannya setiap kali melihat tali simpul di tubuh orang lain. Menurut penjelasan dokter, Gavriel terkena amnesia karena dia tak sanggup mengingat kejadian mengerikan yang pernah di saksikannya secara langsung. Meski kaya raya, nyatanya keluarga Anderson tak mampu menemukan dokter yang sanggup mengobati kelainan itu. Gavriel akan selalu kehilangan ingatannya sendiri setiap kali dia melihat ada tali simpul di tubuh orang yang berada di hadapannya. Dan beberapa waktu lalu Gavriel terpaksa dilarikan ke rumah sakit gara-gara ulah seorang pegawai yang lupa melepas tali sampul di tasnya. Namun, tidak ada yang menyangka kalau Gavriel akan hilang seperti ini.

__ADS_1


“Andai saja waktu itu kita tidak membiarkan Gavriel pergi jalan-jalan sendiri, dia pasti tidak akan setrauma ini, Dary. Kasihan Gavriel. Sudah ada banyak sekali dokter yang mengobatinya, tapi tidak ada satupun yang berhasil. Apalagi yang harus kita lakukan agar dia tak lagi kehilangan ingatannya? Aku tidak tega, Dary. Aku tidak tega melihatnya. Hiksss,” ucap Helena seraya terisak lirih. Sebagai seorang Ibu, jelas Helena yang merasa paling menderita melihat putra kesayangannya tak berdaya seperti ini. Dia merasa gagal menjadi orangtua.


“Sttttt, tenanglah. Kita harus tetap yakin suatu saat nanti penyakitnya Gavriel pasti akan sembuh. Mungkin dokter yang kita pekerjakan belum sepenuhnya memahami apa yang Gavriel alami waktu itu, makanya obat yang mereka racik belum bisa membuat Gavriel melupakan kenangan buruknya. Bersabarlah. Aku yakin ada hari dimana Gavriel bisa menjalani hidupnya dengan normal,” sahut Dary dengan sabar. Dia kemudian memeluk Helena penuh sayang, membiarkan semua air matanya tumpah di bahunya. “Gavriel adalah pria yang hebat. Aku percaya dia pasti baik-baik saja di luaran sana. Jangan khawatir. Setelah Erzan kembali dan mau menggantikan posisinya untuk sementara waktu, aku akan langsung memerintahkan Wildan agar menyebar banyak orang untuk mencari keberadaan Gavriel. Jadi sekarang tolong berhentilah menangis. Aku sedih melihatmu seperti ini. Ya?”


Oh ya, Erzan adalah anak bungsu di keluarga Anderson. Meski berlatar belakang keluarga pembisnis, tapi anak satu itu malah menekuni dunia pertanian. Kendati demikian Erzan tetap mempelajari ilmu bisnis, tapi tidak sehebat dan sejenius kakaknya. Dan saat ini Erzan tidak tinggal di kota yang sama dengan keluarganya, dia memilih tinggal di sebuah pedesaan dengan tujuan ingin mengembangkan hobinya dalam bercocok tanam. Aneh bukan? Dan inilah kesederhanaan keluarga Anderson yang tidak semua orang mengetahuinya.


“Permisi Tuan Dary, Nyonya Helena. Maaf mengganggu,” ucap Wildan seraya membungkukkan tubuhnya dengan sopan. Dia adalah asisten kepercayaan Gavriel.


Dary segera melepaskan pelukan dari tubuh Helena kemudian menggandeng tangannya saat akan menghampiri Wildan. Setelah itu Dary segera menanyakan tujuan Wildan datang menemuinya.


“Maaf, Tuan Dary. Sampai saat ini saya masih belum bisa menemukan keberadaan Tuan Gavriel. Orang suruhan saya tidak berani melakukan pencarian secara terbuka karena takut hal ini akan menarik perhatian media. Saya sungguh minta maaf Tuan, Nyonya,” jawab Wildan merasa bersalah karena masih belum bisa menemukan keberadaan atasannya yang hilang sejak sepuluh hari yang lalu.


“Jangan meminta maaf, kau sudah melakukan tindakan yang paling tepat. Aku mengerti,” sahut Dary seraya menghela nafas panjang. Sebenarnya Dary merasa kecewa. Akan tetapi dia juga tidak mungkin menyalahkan Wildan karena apa yang dilakukannya adalah demi melindungi Under Group.

__ADS_1


“Tuan Dary, kedatangan saya kemari adalah untuk memberitahu anda kalau Tuan Erzan bersedia menggantikan kekosongan Tuan Gavriel di perusahaan. Namun beliau meminta syarat begitu Tuan Gavriel kembali, beliau tidak akan dilarang untuk meneruskan hobinya. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan Under Group dari kekacauan, makanya Tuan Erzan rela meninggalkan pekerjaannya di desa,” ucap Wildan melaporkan berita yang di bawanya.


“Haisshhh, anak itu. Memang apa enaknya sih menjadi seorang petani. Sudah bagus dia membantu kakaknya di perusahaan, malah sibuk sendiri dengan pupuk kandang dan anak cacing. Dasar aneh,” gerutu Helena saat mendengar syarat aneh yang diminta oleh Erzan, putra bungsunya.


Wildan hanya tersenyum tipis mendengar gerutuan Nyonya Helena. Karena Tuan Dary masih belum menyatakan persetujuannya atas syarat yang diminta oleh Tuan Erzan, Wildan pun kembali menanyakannya.


“Tuan Dary, maaf jika saya lancang. Apakah anda akan mengabulkan syarat yang diminta oleh Tuan Erzan? Menurut saya, akan sangat baik untuk semuanya jika anda mengabulkan apa yang beliau minta. Saat ini orang-orang mulai menanyakan keberadaan Tuan Gavriel. Jika kursi kepemimpinannya tidak segera di isi, saya khawatir hal ini akan menimbulkan masalah besar di Under Group. Dan hanya kehadiran Tuan Erzan saja yang mampu membungkam mulut semua orang,” ucap Wildan setengah mendesak agar Tuan Dary menyetujui apa yang di inginkan oleh Tuan Erzan. Demi kebaikan bersama, begitu pikirnya.


“Hmmmm, memangnya aku bisa apa selain mengabulkan keinginan anak itu, Wil. Kau uruslah semuanya dengan baik, aku mengandalkanmu. Dan jangan lupa sampaikan pada Erzan untuk datang menjenguk kami di sini. Anak itu sudah seperti tidak menganggap keberadaan kami lagi semenjak mengenal pupuk dan anak cacing. Haihhh!” sahut Dary sambil mengeluhkan sikap cuek Erzan yang jarang sekali menghabiskan waktu dengan keluarganya.


“Baik, Tuan. Nanti akan saya sampaikan pada Tuan Erzan setelah beliau datang. Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat malam.”


“Selamat malam.”

__ADS_1


Sepeninggal Wildan, Dary memutuskan untuk mengajak Helena istirahat di kamar. Hari ini pikiran dan hati mereka sudah sangat lelah memikirkan keadaan Gavriel. Mereka butuh ketenangan untuk menyambut hari esok.


***


__ADS_2