
"Sayang langsung inti aja ya" pintanya
Namun baru akan membuka bajuku tangan mas devan terhenti karena suara tangisan Ray dan seketika aku berdiri untuk mengecek Ray di box bayi nya
"Uuh sayang kamu kenapa nangis? " tanyaku dengan mengecek popok Ray
"Kamu lapar ya? " tanganku meraih mengangkat Ray dan mulai memberinya Asi
"Loh sayang mau kemana? " tanyaku melihat mas devan yang sudah berjalan menjauh
"Mau mandi"
"Ngapain? Bukannya udah? "Tanyaku kembali
"Mau nuntasin yang belum selesai" jawabnya kembali cuek
Aku baru sadar dan hanya tertawa kecil mendengarnya
Sepuluh menit kemudian mas devan sudah kembali dengan rambut yang masih basah dan handuk kecil di tangannya berjalan menghampiriku yang masih memberi asi untuk Ray
"Huft enak banget Ray" ucapnya tiba tiba
"Kenapa mas? "
Masih diam cemberut dan tangan mengeringkan rambutnya yang basah
"Sayang, kenapa? " pegangku lembut di tangannya
"Aku juga pengen" manjanya padaku
__ADS_1
"Pengen apa? "
"Pengen kayak Ray, itu kan punyaku tapi sekarang Ray yang ambil" tunjuknya pada Ray
Aku tertawa di buatnya, ternyata mas devan cemburu pada anaknya sendiri
"Sayang, ini masih jatah Ray lagian kamu koq cemburu sama anak sendiri sih" jelasku kembali
"Tapi kan sayang...
"Maas, Ray cuma minjem selama 2 tahun Ok,,, kamu gak boleh pelit gitu sama anak sendiri"
"Jadi nanti Ray balikin lagi ke aku? " tanyanya seperti anak kecil
Aku hanya mengangguk dan mas devan malah senyum girang, Aku sampek bingung ini sebenernya aku ngerawat dua anak kecil kali yaaa
Aku bersyukur karena mas devan begitu pengertian terhadapku padahal ia sudah lelah bekerja seharian di kantor tapi masih mau membantuku mengurus Ray di saat malam hari
***
Pukulan kecil di wajahku mengusik mimpi indahku dan ku lihat Ray sudah bangun dan bermain sendiri hingga ia tak sengaja akan memukul wajahku yang tepat berada di sebelahnya
Ray koq bisa disini? Ya ampun mas devan pasti dia capek semaleman ngurusin Ray
Aku hanya tersenyum dan mengangkat Ray karena tidak tega jika Ray mengusik tidur mas devan
Aku membawa Ray ke kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar kami untuk memandikannya
Setelah selesai memandikan Ray akupun menitipkan Ray pada pengasuhnya, mas devan sengaja menyewa pengasuh untuk Ray agar membantuku mengurus Ray selama mas devan bekerja
__ADS_1
Sekuat apapun aku menolaknya mas rey tetap memaksa karena takut aku kewalahan atau bahkan kelelahan mengurus Ray sendiri karena mama sudah kembali
Aku menuruni tangga untuk membuat sarapan untuk mas devan, begitu sarapan selesai di buat akupun kembali ke kamar untuk membangunkan mas devan
"Mbak rani" panggilku pada pengasuh Ray
"Iya nyonya"
"Ray biar saya saja yang bawa, mbak sarapan dulu gih" pintaku
"Saya sudah sarapan nyonya,,, nyonya sarapan saja dengan tuan"
"Baiklah terimakasih"
"Ini tugas saya nyonya" senyumnya dan berlalu meninggalkanku
aku pun memasuki kamar dan ku lihat mas devan masih setia di mimpi indahnya
"Maas bangun udah siang ini" guncangku pada lengan mas devan
"... "
"Sayaang bangun dong"
"Hmm bentar ya 5 menit"
"Mas cepet dong bangun, katanya mau main sama Ray"
Mas devan membuka matanya dan langsung tersenyum yang menurutku ada maksud di balik senyuman itu dan seketika membuatku bergidik ngeri
__ADS_1