
Sesampainya di kantor semua mata karyawan tertuju padaku, lebih tepatnya pada penampilanku namun mereka tidak berani memberikan komentar di depanku
Mereka hanya melirik dan berbisik satu sama lain sedangkan aku hanya acuh
"Nyonya, kenapa ini" tanya rio begitu sampai di depan pintu ruangan mas devan
"Apanya yang kenapa? "
"Eh bukan,, bukan apa apa,, mari silahkan nyonya" ucapnya menunduk dan membukakan pintu ruangan mas devan
Mas devan terlihat serius dengan laptopnya dan tidak sadar kalau aku sudah masuk ke ruangannya
"Maas" panggilku
"Sayangg?? Kenapa kesini? " tanya mas devan yang sudah berdiri dari tempatnya dan menghampiriku
"Pengen aja" ucapku yang langsung mendaratkan bok**gku di sofa ruang kerja mas devan
"Koq kamu pakek baju tidur? Kalau keluar ganti baju sayang " tanya mas devan bingung
"Kenapa emang? Kamu malu ya sama orang orang karena aku pakek baju tidur? " isakku karena sudah menangis
"Eh bukan gitu koq,, beneran.. Kamu itu mau di apain aja tetep cantik beneer, mas cuma takut kamu masuk angin" jelasnya panik
"Beneeer? " tanyaku memastikan
"Beneer, ya udah kamu mau apa? Mau sesuatu? " tanya mas devan
"Hm aku mau tidur aja" ucapku dan berlalu masuk ke ruangan istirahat mas devan
Mas devan yang melihat tingkahku hanya menampilkan ekspresi bingungnya sedangkan aku sudah mendaratkan tubuhku di ranjang yang sangat empuk
***
__ADS_1
"Maas" panggilku keluar dari ruangan istirahat mas devan yang terdapat di ruangnnya
"Maaf nyonya, tuan sedang rapat" jelas joko yang baru saja berdiri dari sofa yang ia duduki
"Kamu ngapain disini? " tanyaku
"Tuan menyuruh saya untuk menjaga nyonya takutnya nyonya bangun tapi ruangan tuan kosong"
"Owh,, joko tolong panggilkan OB" pintaku
"Baik nyonya"
Setelah beberapa lama OB pun datang
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu? " tanyanya
"Tolong belikan saya buah strawberi sama apel, terus bawain gado-gado, soto, sate, sama minumnyaaa,,, em minumnya gak usah deh"
"Kenapa? " tanyaku kembali
"Eh bukan bu,, bukan apa-apa, saya permisi dulu" ucapnya
Kembali ku masuk ke ruang istirahat mas devan dan menyalakan televisi sembari menunggu pesananku datang
"Sayaang" panggil mas devan yang membuatku beranjak bangun menemuinya
"Mas"
"Kamu sudah bangun? "
"Hmm"
"Mau makan apa? Biar rio yang belanja" tawarnya
__ADS_1
"Aku sudah suruh OB beli makanan mas" ucapku
"Oh ya? Kamu beli apa? " tanyanya kembali
Belum sempat menjawab pertanyaan mas devan tiba tiba pintu di ketuk dari arah luar
"Masuk" perintah mas devan
"Maaf bu, ini pesanannya" ucapnya dengan menyerahkan berbagai macam bungkusan berisi makanan
"Sayang banyak sekali pesananmu? Apa kamu sudah memberinya uang? "
"Ya Allah aku lupa mas, maaf ya pak" ucapku pada OB laki-laki yang sudah berumur itu
"Iya bu, tidak apa"
"Berapa total ini semua? " tanya mas devan pada OB tersebut
"Semuanya 105 ribu pak"
Mas devan mengeluarkan lima lembar uang ratusan dan menyerahkannya pada OB tersebut
"Maaf pak, ini kebanyakan"
"Tidak apa, untuk bapak saja.. Maaf merepotkan" ucapku
"Tidak apa bu, saya ikhlas tapi ini kebanyakan" jelasnya lagi
"Hmm turuti saja apa kata istriku" tegas mas devan
"Baik pak, saya permisi terimakasih"
Lalu OB tersebut pun meninggalkan kami berdua yang mulai sibuk membuka satu persatu isi dari kresek yang ia bawa tadi
__ADS_1