Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 134


__ADS_3

"Ini pesan beneran Ray yang kirim? " tanyaku memastikan dan mas devan hanya mengangguk


Pa, ray pulang sama paman bambang


Papa sama mama jalan jalan aja dulu jangan nyusulin Ray


Nikmati waktu berdua, ada yang harus ray kerjakan di rumah


Papa jaga mama baik baik Ok


Ini ray yang kirim apa bams yang kirim pesan ya? Ah sudahlah


"Anak kita pengertian kan sayang" tanya mas devan tiba-tiba


"Ini bukan kamu yang suruh kan mas? "


"Enggaklah sayang, ngapain aku suruh anak sendiri pulang gitu? " belanya


Aku dan mas devan akhirnya jalan berdua saling gandengan tangan seperti orang yang sedang pacaran, pergi menonton di bioskop, beli es krim dan lain-lain


"Aduh" keluhku


"Kenapa sayang? " tanya mas devan yang sudah panik


"Bajuku kena eskrim"


"Kamu itu kayak anak kecil sih, makan sampek segitunyaa, ya udah ayo beli baju baru" ajaknya akupun hanya menuruti


Sesampainya di depan sebuah toko yang melihat namanya saja terasa tak asing

__ADS_1


"Sayang, ini koq namanya kayak perusahaan kamu? " tanyaku penasaran


"Emang ini salah satu toko yang perusahaan miliki sayang, ayo masuk" namun tiba tiba langkah kami terhenti karena telefon mas yang berdering


"Sayang kamu masuk dulu, pilih yang kamu mau mas angkat telefon Rio dulu" jelasnya dan hanya ku angguki


Aku memasuki toko mencoba memilih baju yang kira-kira cocok hingga pilihanku tertuju pada sebuah dress berwarna hitam tanpa lengan dengan panjang menutupi lutut


Namun gerakan tanganku terhenti begitu seseorang juga menarik baju yang sama


"Angel? "


Sedangkan orang yang di panggil setengah kaget


Sial sempit sekali jakarta ini sampai ketemu dia lagi dia lagi


"Pasti kesini untuk belanja, bukan untuk cari makan" balasku sarkas


"Mentang mentang suami kamu kaya, jadi kamu belanja barang barang bagus ya" sindirnya namun aku tak mau kalah


"Iya lah, lagian uang suami aku gak bakal habis cuma karena aku belanja baju bahkan gak akan habis kalau cuma bantu orang kayak kamu yang masih suka cari muka" sindirku menohok


"Maksud kamu apa ha? " teriaknya yang membuat pelayan toko melihat kami yang sedang berdebat


"Oh aku lupa, katanya anak kamu sakit? Gimana udah sembuh? "


"U,, udah koq" jawabnya dengan terbata


"Bagus deh, ya semoga aja emang uang itu untuk berobat anak kamu bukan yang lain habisnya kamu masih asik belanja disini sepertinya kamu gak kesulitan soal uang" kembali ku sindir angel yang sepertinya kembali kaget

__ADS_1


"Itu bukan urusan kamu ya,,, pelayan" teriaknya


"Iya nona Angel" jawab pelayan perempuan yang sepertinya berusia 30 tahun ke atas itu


"Kalian tau kan aku siapa? Aku cuma mau bilang aku gak suka perempuan di depanku ini sebaiknya kalian segera panggil security bisa aja dia kesini cuma mau mencuri"


"Baik nona, kami akan urus perempuan ini" dengan berlari meninggalkan kami dan tiba tiba datang membawa security


"Pak tolong tangkap perempuan ini, dia mau mencuri" ucap pelayan yang tadi di panggil oleh angel


"Tunggu, kenapa kalian menuduhku mencuri? Aku tidak melakukan apapun dan kenapa kalian lebih percaya padanya?" Tunjukku pada angel


"tentu saja kami percaya padanya karena nona angel akan menjadi nyonya toko ini" ucap pelayan tersebut


"Maksudnya? " tanyaku bingung


"Nona angel adalah tunangan tuan devan yang otomatis akan menjadi nyonya pemilik toko ini" jelasnya kembali yang membuatku tertawa terbahak-bahak


"Kenapa anda tertawa? " tanyanya kembali


"Karena....


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan likenya ya readers

__ADS_1


__ADS_2