
"Pak devan? " tanya mas andre yang sudah berdiri
"Kamu kenal saya? " dengan tangan yang masuk kedalam kedua sakunya
"Siapa yang tidak kenal bapak? Pengusaha muda yang berbakat dan usahanya mencapai pasar international" jelasnya namun mas devan hanya cuek
"Pak kenalin nama saya Ana miranda, saya manager di hotel XXX milik bapak di jalan XX" dengan tangan mengulur hendak berjabat tangan namun tak di respon oleh mas devan
Mas devan malah merogoh ponsel di sakunya dan terlihat menghubungi seseorang
"Rio, hotel XXX di jalan XX bali apa bener nama managernya Ana miranda? " tanyanya dingin
"..... "
"Pecat dia" tatap mas devan tajam pada ana dan yang mereka dengar itu seakan membuat dua orang yang berdiri di hadapanku ini tak percaya
Kemudian mas devan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku
"Pak apa salah saya, saya tidak berbuat salah apapun" panik ana sedangkan mas devan mengulurkan tangannya agar aku beridiri
"Sayang kamu gak apa apa? " tanya mas devan padaku setelah aku berdiri di hadapannya
"Sayaang, tadi perempuan ini bilang kalau penampilan aku itu kayak pegawai rendahan" aduku manja berpura pura sedih
"Apa lagi yang dia katakan? " tanyanya dengan mata yang sudah melotot ke arah ana
__ADS_1
"Katanya suamiku itu pegawai biasa makanya bajuku kayak gini, padahal kan ini merk asli Gu***i sayang"
"Aku rasa itu cukup sebagai alasan kenapa kamu di pecat" ucapnya tegas pada ana sedangkan tangan mas devan merangkul pinggangku
"Sayang" panggilku
"Iya? "
"Masak kamu di bilang Om om sama dia, terus katanya aku kesini makan sama om om" aduku kembali yang membuat ana semakin terlihat pucat
"Sepertinya pemecatan kamu belum cukup sebagai hukuman, apa perlu aku buat kamu kesulitan mencari pekerjaan lagi? " ancam mas devan
"Jangan pak jangan, saya minta maaf pak, bu saya minta maaf saya tidak tau anda istri pak devan sekali lagi saya minta maaf" ucapnya dengan air mata sudah membanjiri pipinya
"Sayang tidak perlu seperti itu, pecat saja kan sudah cukup" pintaku
"Iya iya pak maaf, terimakasih bu"
"Lain kali jaga sikapmu kepada siapapun, jangann menilai orang hanya dari luar, asal kamu tau melihat penampilan kamu yang seperti ini malah membuat saya kasihan, kalau gitu saya permisi"
Aku dan mas devan pun meninggalkan mereka yang sepertinya kembali adu mulut
Huhhhh orang orang ini kenapa suka sekali ribut sih, berisik banget
Padahal aku juga suka berdebat sih hehe
__ADS_1
Entah kenapa akhir akhir ini aku suka memprovokasi orang orang ya? Sudahlah
***
Kami tiba di jakarta hari ini,setelah mengantar Ray pulang terlebih dahulu karena sudah tidur kami memutuskan untuk makan di sebuah tempat makan yang terletak di pinggir jalan untuk mengisi perut yang mulai berdemo
"Sayang kenapa gak makan di rumah aja sih? " tanyaku
"Bi inah kan lagi pulang kampung sayang, rani baru juga dateng gak ada yang masak di rumah"
"Kan aku bisa masak" jawabku
"Kamu kan capek pasti, udah udah kamu mau pesen apa? "
"hmmmm......
.
.
.
Pesen apa yaaa?
Pesen aja jaga hati kamu saat jauh dariku
__ADS_1
Hihihi
Jangan Lupa like ya, maaf kalau author cereweet kalian jangan bosen bosen ya mampir kemari