
Jangan lupa Likenya donggg
Makasih ya
Aku menceritakan segala kesakitan dan kesedihan yang aku rasakan pada se ekor ikan yang sengaja aku simpan di aquarium di rooftop
Aku begitu sedih, kecewa, rasanya sakiiit sekali hati ini mengingat sikap mas devan yang mempermalukan aku di depan banyak orang
Aku habiskan waktu berjam jam hanya untuk menangis dan menceritakan segala keluh kesahku pada ikan yang sedang berenang kesana kemari dan tanpa sadar aku pun tertidur di sofa rooftop
Dingiiin
Hawa dingin yang menusuk kulitku memaksaku untuk bangun, sudah gelap
ternyata aku ketiduran disini cukup lama
Segera aku turun dan ku lihat jam di dinding pukul 21.08
pasti mas devan sudah tidur, mungkin dia enggak bakal sadar kalau aku tidak di dalam rumah dari tadi
Kubuang nafas kasar dan segera aku masuk ke kamar untuk berendam air hangat
begitu masuk kamar aku melihat mas devan duduk di sofa kamarku
Aku sengaja tidak memperdulikannya, berpura-pura tidak melihat keberadaan mas devan
" kamu betah banget tidur di rooftop? " tanyanya meledek padaku
jadi mas devan tau? Tapi aku tidak berniat menjawabnya
__ADS_1
"..... "
"Kalau kamu memang suka disana, kenapa enggak semaleman aja tidur di sana? "
Kata-kata mas devan membuatku kaget tidak percaya, yang benar saja emang dia pikir disana tidak dingin apa
Mas devan mendekatiku dan memegang pinggangku erat, mas devan kembali memksa menciumku namun aku sekuat tenaga mendorong tubuh mas devan
"Cukuuuup mas, kamu pikir aku ini apa? Kamu bahkan tidak menganggap aku istri kamu tapi kenapa kamu selalu memaksaku untuk melakukannya"
Bentakku marah karena memang aku sudah muak dengan sikap mas devan selama ini
"Aku memang tidak pernah menganggapmu sebagai istriku tapi sebagai pem**s nafsuku"
Ejeknya dengan terus memainkan rambutku
Lagiiii
Aku hendak berlari keluar tapi mas devan menarikku paksa dan menyeretku ke tempat tidur dan malam yang panaspun kembali terjadi
Mas devan tidak menghiraukan teriakan dan tangisanku sikapnya benar-benar membuatku membencinya
Begitu menyelesaikan keinginannya mas devan pergi begitu saja, aku benar benar merasa terhina dengan sikap mas devan
***
Waktu berlalu begitu cepat pernikahanku dan mas devan sudah memasuki usia ke 6 bulan
Sikap mas devan masih dingin padaku tapi tidak se kasar dulu
__ADS_1
Bahkan akhir akhir ini mas devan tidak pernah memaksakan kehendaknya, jika ia menginginkan aku dia akan bertanya lebih dulu
Nanti malam tolong masak ayam kecap, rendang, sama sayur sop
Itulah isi pesan yang mas devan kirim padaku
akhir-akhir ini mas devan sering mengirimiku pesan, entah minta di masakin sesuatu atau sekedar bertanya
Belum sempat aku membalas pesan yang mas devan kirim, sudah ada pesan masuk lagi yang juga berasal dari mas devan
Tidak usah masak, kita makan di luar saja
Perasaan kemarin udah makan di luar deh, kenapa sekarang ngajak makan di luar lagi?
Tapi tidak berani aku menanyakannya, hanya aku balas pesan mas devan dengan kata OK
Sebulan terakhir mas devan selalu mengajakku keluar entah itu makan, belanja, atau ke pesta
***
Jam menunjukkan pukul 19.00
Mas devan baru pulang dan langsung mengajakku keluar tanpa mengganti baju yang ia pakai kerja tadi
Kami menuju sebuah restoran yang sangat mewah, mas devan memesan ruangan VIP agar tidak terlalu berisik dengan pengunjung yang lain
Mataku membulat sempurna begitu melihat ruangan yang begitu....
Begitu apa ya?
__ADS_1
Jangan lupa like nya guyyyss