
Aku pulang ke rumah menggunakan taxi online sesampainya di rumah aku pun tidak melihat mas devan
"Biik,, apa mas devan tadi pulang? "
"Iya nyonya, tadi tuan pulang sebentar lalu berangkat kerja"
Aku masuk ke dalam kamarku dengan terus berfikir kenapa mas devan tidak membangunkan aku jika memang tadi pagi mas devan pulang
Aku terus menunggu mas devan pulang untuk menanyakannya karena telefon dan pesanku tidak ada yang di respon
Saat ku dengar suara mobil mas devan aku langsung berlari untuk membuka pintu untuknya
"Mas" ku berikan senyumn termanisku dan segera ku ambil alih tas kerja yang mas devan pegang
Mas devan berjalan begitu saja mendahuluiku
"Mas air panas sudah aku siapkan, baju ganti juga sudah aku taruh di atas tempat tidur"
Mas devan beranjak pergi tanpa menjawabku, aku sempat bingung tapi tidak terlalu aku pikirkan
Mas devan menuruni tangga menuju meja makan, aku memberanikan diri untuk makan bersama
__ADS_1
tidak ada penolakan dari mas devan, aku merasa sangat senang
***
Sudah sekitar 2 bulan dari saat aku dan mas devan dinner romantis, sikap mas devan masih dingin hanya saja mas devan akan bersikap manis jika dia sedang membutuhkanku untuk memenuhi kebutuhan biologisnya
Hari ini aku ada janji dengan monic teman yang aku dapat dari kursus melukis, aku sengaja mengikuti kursus melukis atas permintaan mas devan
Aku baru mengikuti kursus melukis sekitar 1 bulan bersyukur monic orang yang mudah bergaul, aku dan monic seumuran sehingga lebih mudah karena kami bisa di bilang sepemikiran
"Hai saa,, maaf ya telat" ucap monic yang menghampiriku di salah satu meja cafe
"Iya enggak apa koq, kamu sama siapa? "
"Loh bukannya kamu bilang minggu lalu jomblo ya, baru putus " tanyaku bingung karena memang minggu lalu monic nangis karena putus
"Itu seminggu yang lalu,, 4 hari yang lalu aku ketemu cowok ganteng dan tajir, kemaren dia nembak aku ya udah aku terima"
Aku hanya menggeleng gelengkan kepala karena memang saat pertama kali berkenalan dengan monic ini anak memang asal asalan bahkan dia juga pernah cerita kalau dia bahkan bisa tidur dengan orang yang tidak di kenalnya
"Nah itu dia" tunjuknya ke arah pintu cafe
__ADS_1
Ku lihat sosok pria tinggi yang cukup tampan dan berpenampilan rapi menuju ke arah kami
"Hai sayang, maaf ya lama cari tempat parkir"
Ucapnya dengan cipika cipiki dengan monic
"Sayang ini kenalin sandya temen aku" ucap monic menunjuk padaku
"Sandya" ucapku dengan mengulurkan tanganku padanya
" aku steve, sayang temen kamu manis juga ya"
"Heeeh dia udah punya suami" cubit monic pada steve
Kami mengobrol santai namun sesekali steve melirik ke arahku, mencuri curi pandang padaku yang membuatku risih.
entah apa yang kami bicarakan sebelumnya namun tiba-tiba steve bercerita tentang sahabatnya
"Eh sandya kamu harus hati-hati jaga suami, kamu tau aku punya temen dia itu menikah karena di jodohkan oleh ibunya. Dia itu cerita ke aku kalau dia masih mencintai mantan tunangannya yang entah pergi kemana dan lebih parahnya dia hanya menjadikan istrinya itu sebagai pemuas nafsunya saja. Jika dia tidak sedang menginginkannya maka dia akan mengacuhkannya"
"Yang bener sayang? Jahat banget sahabat kamu itu ya? " emosi monic yang mendengarnya
__ADS_1
Mereka asik membahas soal teman steve dan aku hanya memikirkan apa yang steve ceritakan sama sepertiku, jangan bilang.....