Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 69


__ADS_3

"Eh enggak mbak saya bukan fansnya mas devan saya istrinya"


Seketika ke dua resepsionis tersebut tertawa meremehkan ke arahku, aku bingung dan tidak tau apa yang mereka tertawakan sebenarnya


"Aduh aduuuh bener deh kayaknya ini mbak mbak fansnya pak devan, mbaak jangan mimpi ketinggian setau kita itu pak devan belum menikah dan lagi modelan kayak mbaknya gini mana mungkin jadi istri pak devan, sedangkan tunangan pak devan itu cantik banget"


Aku hanya diam tidak bisa mengelak karena memang lebih cantik angel dari pada aku, aku pernah melihat foto angel di meja sebelah tempat tidur mas devan


Dan lagi saat aku menikah dengan mas devan yang aku tau karyawan mas devan tidak di undang hanya para atasan penting saja


"Mbak gini aja deh, saya tidak usah bertemu mas devan tapi saya nitip makan siang ini boleh ya? "


"Kita enggak mau mbak, siapa tau itu ada racunnya"


"Iya bener, kalau pak devan kenapa napa kita yang di pecat lagi" timpal hang lain


Tiba-tiba dari ke jauhan ku lihat mas devan berjalan dengan di kawal beberapa orang hanya satu yang aku tau dia adalah asisten pribadi mas devan tapi aku tidak tau siapa namanya


Segera aku berlari menghampiri mas devan tapi tanganku di tahan oleh resepsionis yang tadi

__ADS_1


"Maaas,, mas devaaan" teriakku menggema di lobi perusahaan


Mas devan seketika berhenti dan berjalan menuju ke arahku, aku mulai tersenyum ke arahnya


"Maaf pak, mbak ini maksa buat ketemu bapak dia juga mengaku kalau dia istri bapak"


"Iya pak kami sudah mengusirnya tapi mbaknya tetap ngeyel" timpal yang lain


" mas aku kesini bawain kamu makan siang, ini makanan kesukaan kamu semua" ucapku dengan semangat dan menyodorkan rantang yang aku bawa


Mas devan hanya diam menatap lurus ke depan tanpa melihatku sedikitpun


Tanpa aku duga mas devan menghempaskan rantang yang aku sodorkan sehingga semua isi rantang tersebut jatuh berserakan


Suara rantang yang bertabrakan dengan lantai mengundang semua pandang mata yang berada di lobi perusahaan


Mataku membulat sempurna rasanya begitu panas seperti akan ada yang sedikit lagi tumpah membasahi pipi


Ku tatap mas devan garang karena tidak terima atas perlakuannya

__ADS_1


"Kalian bekerja dengan bagus, jangan biarkan perempuan seperti ini menemuiku kalau perlu jangan biarkan dia masuk ke perusahaan ini sedikitpun" ucapnya pada kedua resepsionis


" dan kamuu, jangan coba-coba menemuiku dengan membawa sampah seperti ini" jelasnya padaku dengan melirik makanan yang sudah berserakan di lantai


Ku coba kuatkan hatiku untuk bisa membuka mulutku walau hanya sedikit


"Kalau kamu memang sebegitu jijiknya dengan masakanku, setidaknya kamu hargai sedikit masakan mama karena itu bukan hanya masakanku"


Setelah mengucapkan itu aku berlari keluar kantor mas devan, air mataku sudah jatuh dari tadi bahkan saking banyaknya air mata yang sudah keluar, penglihatanku pun terlihat tidak jelas karena terlalu banyak air mata di mataku


Aku masuk ke mobilku dan mengendarainya dengan pelan, aku menuju taman tapi ku lihat di taman sangat ramai


Akhirnya aku putuskan untuk pulang, aku langsung berlari menuju rooftop


aku menangis sejadi jadinya, aku tumpahkan segala keluh kesah di hati


Aku menceritakan segala kesakitan dan kesedihan yang aku rasakan pada.........


Pada siapa hayoooooo

__ADS_1


__ADS_2