
Kami pun memasuki mobil dan mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Indira karena semalam aku sudah menghubungi keluarga indira
"Sayang bingkisan untuk keluarga indira sudah kamu bawa kan? " tanyaku memastikan
"Sudah ada di belakang, kamu tenang aja sayang"
Mobil pun sampai di rumah indira dan seperti biasa keluarga indira sudah menyambut kedatangan kami di depan rumahnya
"Saaaa,,, " teriak mama indira langsung
"Ibu apa kabar? " tanyaku dengan memeluk ibu indira
"Ibu baik nak, kamu gimana? " tanya ibu dengan menangkup kedua pipuku
"Alhamdulillah bu"
"Ya ampun ini cucu ibuu? Lucu banget siiiih, sini sama ibu" ajak ibu pada ray tapi ray malah membalik wajahnya pertanda menolak
Ibu mempersilahkan kami untuk masuk, mas devan ngobrol dengan bapak, aku dan ibu ke dapur menyiapkan makan siang, Ray bermain bersama indra sedangkan indira sedang bekerja
Entah kenapa Ray menolak ibu tapi malah mau di ajak oleh indra yang membuat ibu cemburu
"Sa, gimana kehidupan kamu? " tanya ibu yang sedang memotong sayur
"Alhamdulillah baik buk"
"Syukurlah kalau begitu, ibuk jadi tenang"
Itulah obrolan singkat aku dan ibu mengenai rumah tanggaku
__ADS_1
Setelah makan siang selesai kami duduk bersama di ruang tamu hingga pukul 15.29 sore
"Sandyaaaaaaaa" teriak indira dari arah pintu
"Ra, baru pulang kerja? " tanyaku memeluk indira
"Iya, bentar ya aku mau mandi dulu baru nyapa si baby" ucapnya dengan berlari menuju kamar
Beberapa saat kemudian
"Sa, mana baby Ray? " tanya indira yang mandi hanya 5 menit itu entah ia mandi atau hanya membasahi tubuh
"Sama indra tadi" seketika indira berlari menuju kamar indra
Tapi baru beberapa menit dia masuk kamar indra ia sudah keluar lagi dengan wajah kesalnya
"Saaa, masak anakmu nolak aku? " adunya dengan wajah yang cemberut
"Tadi sama ibuk juga gak mau ra, tapi sama indra langsung lengket" ucap ibuk mengadu juga
Aku hanya tersenyum melihat ibuk dan indira
Mereka benar benar mirip sekali
kami pun melanjutkan perbincangan kami hingga Ray sudah mau bermain dengan indira dan ibu dengan berbagai macam rayuan
"Bu, pak kami pulang dulu ya sudah sore soalnya" pamitku
"Enggak nginep disini aja sa?" Pinta ibu seperti tak rela kami pergi
__ADS_1
"Enggak buk, kasian Ray juga udah tidur" elusku pada Ray yang tidur di gendongan mas devan
"Ya sudah hati hati ya nak" kini bapak yang bersuara
Kami pun pergi meninggalkan rumah keluarga indira
Drrrttt drrt
"Sayang tolong angkat telefonku dari tadi getar terus" pinta mas devan yang masih menggendong Ray
Akupun merogoh kocek mas devan untuk meraih Hp nya yang terus bergetar, saat ku raih telefon tersebut ku perhatikan baik baik nomer telefon tersebut
Seperti tidak asing
Pikirku
"Mas ini nomer siapa? " tanyaku sedangkan mas devan memicingkan pandangannya
"Itu nomer Angel sayang, ngapain dia nelfon terus? " tanyanya padaku
"Emang sering nelfon sayang? " tanyaku balik sedangkan mas devan hanya mengangguk akhirnya aku pun menjawab panggilan telefon tersebut
"Haloo devan, apa kabar? " panggilnya manja
"Kenapa angel? Butuh uang lagi? " tanyaku sarkas
"Oh kamu, devannya mana? " kembali dengan nada juteknya
"Mas devan ada di sampingku, ada perlu apa? Kamu bisa sampaiin aja ke aku" pintaku
__ADS_1
"Gak ada" jawabnya dan langsung mematikan telefon tersebut