
Jangan Lupa like nya yaaaaaaa
Mas devan tengah mandi dan aku duduk di ujung ranjang memainkan Hp ku
Dudukpun rasanya sudah susah akhirnya ku memutuskan untuk main Hp sambil tiduran
Mas devan keluar kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di bagian pinggangnya
ekor mataku hanya melirik sekilas dan kembali mataku teralih ke Hp yang sedang ku pengang
"Sayaaang" panggilnya dengan mendekat ke arahku
"Iya"
Mas devan menyingkap bajuku dan mengelus perutku yang semakin membesar, ia terus menciuminya.
"Babyyyy kamu lagi ngapain di sana? "
".... "
"Kamu jangan buat mama kamu susah yaa? "
"....... "
"Apaa benarkah? "
Percakapan sepihak mas devan dengan baby di kandunganku membuatku tersenyum dan segera ku simpan Hp ku karena ingin memperhatikan interaksi mereka
"Baiklah ayah akan tanyakan dulu pada mama yaa" ucapnya kembalj
Kalimat itu membuatku mengeryit kan dahi pertanda bertanya apa maksud mas devan
"Sayaaaang"
"Hmmm"
"Tadi babynya bilang kalau mau di jenguk sama ayahnya" cengirnya padaku
"Babynya apa ayahnya? " selidikku karena paham dengan maksud mas devan
"Dua duanya sayang"
"Bilang aja kalau,,,,"
__ADS_1
Kalimatku terpotong karena tangan mas devan sudah berada di bagian sensitifku
entah sejak kapan tangannya sudah bermain disana
Mas devan membungkam mulutku yang terus protes padanya dan entah sejak kapan mas devan sudah membuatku kehilangan baju bagian atas
Mas devan turun menciumi leherku dan beralih pada dua gundukan yang semakin membesar itu
"Sayang, inii semakin besar yaa sekarang ukurannya tidak pas lagi di tanganku"
Ucapnya dengan masih me****s gundukan tersebut
"Aaaah,, mas"
Mas devan turun kembali ke arah sensitifku membuka penghalang yang masih menutupinya
Setelah berhasil membuang penghalang tersebut mas devan hanya mengelusnya dengan lembut dan kembali menciumku dengan ciuman penuh ha*rat
"Emmmmkkk,,,,, "
Mas devan memasukkan jarinya untuk bermain di tempat favoritnya itu yang membuatku kewalahan hingga aku merasakan pelepasan yang kedua kalinya
"Haah maaas"
"Sabar sayang,, Babyyyyy ayah dataaang"
"Sayang mas mulai yaa"
Tanyanya dengan mata yang penuh gairah
Dan malam yang panaspun terjadi
***
"Mas sayang sama kamu"
Bisiknya di depan telingaku membuatku bersemu malu
Mas devan langsung menghempaskan tubuhnya di sampingku dengan memelukku dan menciun pipiku
"sayang tidurlah kamu pasti capek"
"Hmmm " jawabku
__ADS_1
"Kenapa? " tanya mas devan kembali padaku
"Aku haus "
"Ya udah mas ambilin minum dulu"
"Maas" tahanku pada lengan mas devan
"Kenapa sayang? "
"Aku laper pengen makan nasi goreng"
"Ya udah mas suruh bi inah buatin nasi goreng ya"
"Aku maunya mas yang buatin"
"Hmm ya udah kamu tidur dulu aja, nanti kalau sudah selesai masak mas bangunin ya"
Aku hanya mengangguk dan kembali ku tarik selimut menutupi seluruh tubuhku
***
"Sayang bangun nasi gorengnya udah siap itu"
"Hmm"
"Sayang katanya laper" bangunkannya lagi padaku
"Aku ngantuk mas, aku mau tidur aja. Kamu sini temenin ku tidur aja" pintaku
"Hmm sayang"
"Tidur aja mas, makannya entar aja" ku tarik tangan mas devan yang memaksanya untuk kembali tidur
Mas devan pun ikut berbaring di sebelahku kembali memelukku dengan lembut dan menjadikan lengannya sebagai bantalan kepalaku untuk tidur
Jangan lupa like nya ya
Supaya semangat nulisnya
Buat yang tidak suka tidak usah baca, koment yang baik baik saja
Makasih atas dukungan nya
__ADS_1