Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 85


__ADS_3

"Mbak ngidam dulu gih, baru aku beliin entar. Udah yaaa aku mau main nih"


"Haaah kurang ajar ni bocah, malah di matiin telefonku awas kamu yaaaa"


Aku hanya menggeleng gelengkan kepala melihat indira marah-marah sendiri


***


Waktu berlalu begitu saja, sudah sekitar satu minggu aku tinggal bersama keluarga indira


Rasanya begitu damai dan menenangkan hingga hari ini


" ra, itu apa di luar ribut-ribut gitu? " tanyaku pada indira yang tengah asik dengan laptopnya


"Enggak tau, coba aku cek keluar ya"


Aku hanya menjawab dengan anggukan


Cukup lama indira di luar hingga aku memutuskan untuk menyusulnya karena penasaran


"*Tolong pak bu, biarkan saya bertemu dengan istri saya"

__ADS_1


"Heeh sekarang kamu baru menganggapnya istri, dulu saat dya masih bersamamu apa kamu pernah memperlakukannya layaknya seorang istri? " bentak ibu*


Itulah percakapan yang samar samar aku dengar dari balik tembok penghalang ruang tamu, suara laki-laki itu membuatku mengenali siapa yang sedang di marahi oleh ibu


"Dasar laki-laki brengsek, untuk apa kamu mencari sandya sekarang. Asal kamu tau sandya tidak butuh laki-laki brengsek kayak kamu dia bahkan bisa bahagia tanpa kamu. Sekarang kamu pergi dari sini sebelum kami panggilkan warga untuk ngusir kamu" maki indira


Aku masih setia berdiri di balik tembok mendengarkan perdebatan mereka, hatiku senang tapi sekejab kembali sakit mengingat ancaman yang kak danisha sempat sampaikan padaku


"SANDYAAA,,, SANDYAAA KELUAAR SANDYAAA, OK KALAU KAMU TIDAK MAU KELUAR AKU AKAN MEMBUAT KELUARGA INI HANCUR"


Seketika tubuhku menegang mendengar ancaman itu karena yang ku tau mas devan tidak pernah main main dengan ancamannya


"Kamuu brengsek, berani sekali kamu mengancam keluargaku haahhh!!! Kamu pikir kamu siapa? Kami bisa melaporkan mu ke polisi karena mengancam keluarga kami"


"Silahkan bapak melapor ke polisi, yang ada saya yang akan menuntut bapak dan keluarga bapak karena menyembunyikan istri saya"


Hening sesaat, tidak terdengar satu kalimat pun dari ruang tamu


Kalimat mas devan membuatku khawatir


"Saa, kalau kamu masih tidak mau ikut aku pulang aku akan segera melaporkan keluarga ini pada polisi"

__ADS_1


Aku berjalan perlahan keluar dari tempat ku menguping pembicaraan mereka kakiku rasanya sangat berat untuk melangkah


"Bagus itu pilihan yang tepat, kemari" pintanya padaku


Aku melihat ibu, bapak dan indira satu persatu terlihat ibu menggelengkan kepalanya perlahan tapi aku juga tidak mau membahayakan keluarga ini


Aku mendekati mas devan dengan takut mengingat memory lama tentang perilaku mas devan padaku


"Saa, kamu tidak apa apa kan? Kamu sehat? "


Apa apaan mas devan, kenapa sikapnya berubah 180 derajat? Apa karena ancaman mama padanya?


Melihat ku yang masih tetap diam mas devan kembali melayangkan pertanyaan padaku


"Kita pulang ya? "


Segera ku gelengkan kepalaku


"saa, apa kamu enggak kasian sama mama? Mama terus nangis di rumah mikirin kamu, sa aku mohon maafin aku, aku tau aku salah aku bener bener bodoh karena dulu aku nyianyiain kamu dan lagi kasian anak kita sa kalau dia tidak punya ayah di sisinya dan apa kamu enggak takut anak kita akan tertekan jika teman temannya mengejek karena tidak punya ayah? " bujuknya dengan terus menggenggam tanganku


Sebenarnya yang mas devan katakan ada benarnya tapi bukan hanya itu yang aku inginkan

__ADS_1


Aku juga ingin......


Ingin apa yaaaa? Tunggu next episode ya


__ADS_2