
" saa, kamu mau ya nikah sama anak tante. Tante kasian sama anak tante, dia itu di tinggal pergi entah kemana sama tunangannya padahal mereka sudah pacaran selama 3 tahun sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk tunangan. Tapi seminggu setelah acara pertunangan perempuan itu pergi tanpa meninggalkan pesan apapun"
" tapi tante,, saya dan anak tante tidak saling mencintai? "
" cinta bisa tumbuh dengan sendirinya sa, kamu percayakan saja sama Allah, saa tante suka sama kamu, sifat kamu, sikap kamu, semuanya. Kamu orang yang baik tante yakin anak tante akan setuju dengan rencana ini, kamu tidak perlu khawatir soal adik dan nenek kamu akan tante urus, tante akan bayar pembantu dan perawat untuk mengurus mereka tante juga akan kirim uang ke mereka tiap bulannya, biaya kuliah adik kamu nantinya tante yang tanggung. Dan soal hutang kamu ke tante, akan tante anggap lunas kamu tidak perlu bayar sepeserpun asal kamu mau jadi menantu tante, nikah sama anak tante ya? "
Tante indah terus membujukku untuk menyetujui keinginannya namun aku meminta waktu untuk berfikir
Aku tidak bisa menerima tawaran itu
Aku tidak sebaik itu sampai tante indah harus melakukan ini semua, dan kalau aku menerimanya sama dengan aku menjual diriku.
Aaaaagghh aku bingung
Tapi aku sayang sama tante indah, aku bahkan sudah menganggapnya seperti ibuku sendiri
Aku selalu ingin berada di dekat tante indah merasakan kehangatan kasih sayangnya
Tidak bisaa, aku harus menolak permintaan tante indah
Haruuusss
Berjam-jam aku berdebat dengan pikiranku sendiri hingga akhirnya aku memutuskan untuk menolak tawaran tante indah
***
Aku harus menelfon tante indah untuk bertemu
Ucapku dalam hati
__ADS_1
Kriing kriing
Belum sempat aku mengambil Hp ku untuk menelfon tante indah tapi tante indah sudah menghubungiku terlebih dahulu
" assalamualikum tante? "
" waalaikumslam, nak bisa ke cafe tante sekarang? Ada yang mau tante bicarakan "
Waah pas banget ini
" ooh iya tante, sandya segera kesana sekarang ya"
Setelah panggilan telefon berakhir segera ku bersiap untuk pergi dengan penampilan yang simple
Celana jeans di padukan dengan kaos putih dan slingbag mini kesayanganku
***
Tapiii sepertinya tante indah tidak sendirian, di depan tante indah ku lihat punggung laki-laki yang duduk menghadap tante indah
Ku lihat tante indah melambaikan tangannya ke arahku
" maaf tante nunggublama ya? "
" ah enggak koq nak, oh iya kenalin ini Devan anak tante"
Tampaaaaaan, itu lah kata pertama yang terlintas di otakku saat melihat laki-laki yang tadi hanya ku lihat punggungnya
"Van kenalin ini sandya" ucap tante indah kembali
__ADS_1
Kami saling berjabat tangan, setelah itu kami hanya mengobrol santai tapi lebih banyak aku mengobrol dengan tante indah sedangkan orang yang bernama Devan itu sibuk dengan ponselnya
Setelah berjam-jam kami mengobrol, aku pun berpamitan kepada tante indah dan Devan
Yang ku lihat dari tatapan Devan sepertinya dia tidak menyukaiku
Kenapa? Kita kan baru pertama kali ketemu
Apa aku ada salah ya?
"Astaagaaaa aku lupa!!! Kenapa tadi enggak ngomong sekalian ya sama tante indah kalau aku tidak setuju dengan rencananya? "
Aku terus memarahi diriku sendiri yang sudah sampai di kostn
Kriiing kriiing
Nomor tidak di kenal???? Siapa ya?
" assalamualaikum"
" haloo, ini sandya bukan? "
Apaan siih laki-laki ini, aku ngucap salam gak di jawab malah langsung nyerocos, siapa sih?
" iya"
" kamu bisa ke RS sekarang? Mama masuk rumah sakit"
Jangan lupa like nya ya
__ADS_1