
Hai hai haiiiiiiiiiiiiii
"berapa hari liburnya pak? " tanyanya menyelidik, tentu aku gak mau rugi karna hari libur bagiku adalah kemerdekaan.. Hihihi
"Ya dua hari "
" kalau dua hari saya gak mau pak, hari ini saya lbur 2 hari dan 4 hari kemudian saya libur 2 hari lagi. Sekarang saya sudah enggak dapat libur masak nanti cuma 2 hari? " jelasku pada pak bara
"Ya udah 4 hari kamu libur"
" 6 hari pak, saya maunya libur 6 hari maka saya setuju" negoku pada pak bara
" enggak bisa sa, saya kasih kamu 4 hari aja"
" empat hari memang sudah libur saya sesuai schedule pak, tapi saya kan harus ganti disini dulu yang enggak tau jam kerja saya mungkin bisa lebih dari 12 jam. Jadi saya mau tambahan dua hari "
Aku sengaja mengajukan libur 6 hari karna ku tau kerjaanku pasti banyak disini
" atau enggak kalau bapak tidak setuju bisa cari yang lain saja pak "
Tawarku kembali, sebenarnya aku takut tapi aku tau pak bara tidak punya pilihan.
__ADS_1
Yang bisa menangani masalah ini gak banyak salah satunya mbak cici tapi mbak cici pasti tidak mungkin di hubungin karna mbak cici sedang cuti melahirkan.
" hmn kamu itu kalau disuruh nego udah pinter bnaget, ya sudah kamu saya Acc libur 6 hari. Suruh sekertaris saya buat foam nanti kamu tanda tangan sekalin"
***
Setelah menyelesaikan urusan libur panjangku itu Aku langsung menuju ruangan yang sebenarnya aku tidak tau harus menyebutnya ruangan apa.
Ruangan ini biasa di gunakan supervisor inter untuk ngurus dokumen dan lainnya
Ruangan ini sangat kecil hanya terdapat meja khusus komputer dan printer dot matrix yang di depannya ada sebuah kaca tembus pandang keluar dan sedikit lubang kecil. Di bagian pojok belakang ada lemari kayu yang berisi banyak dokument.
Aku memulai pekerjaanku yang bisa di katakan Waaaawwww
Kata-kata itulah yang terus terngiang di kepalaku, jam menunjukkan pukul 18.30
Ya Tuhan aku bahkan tidak bisa makan malam dan tadi tidak sempat makan siang.
" pak bara, jam segini saya belum makan malam bahkan tadi lupa makan siang karna bapak meminta saya buru-buru datang kebandara"
Itulah sederet keluhan yang aku kirim ke pak bara, bukan tanpa alasan aku mengiriminya pesan. Pak bara terkenal pelit tapi dia harus tau kalau aku disini kelaparan karna pak bara memintaku buru-buru datang.
__ADS_1
Kulihat pesan yang ku kirim dan pak bara hanya membacanya, dan itu membuatku kesal. Ingin keluar untuk membeli makan tapi tidak mungkin meninggalkan ruangan ini, bagaimana jika anak counter ada yang menelfon dan menanyakan masalah tiket atau pasport.
Kembali ku berkutat pada layar komputer sambil meminum air mineral gelas yang memang tersedia banyak diruangan ini.
Tak berapa lama kemudian tiba-tiba
Tok tok tok
Masuk seorang staff laki-laki yang aku tidak tau namanya siapa
" permisi mbak sandya, ini dari pak bara " ucapnya sambil menyodorkan sebuah kresek
"Oh iya makasih banyak ya" senyumku padanya
Setelahnya benar saja, isinya adalah sebuah kotak dengan tulisan ayam bakar
Bibirku tersenyum lebar, akhirnya aku bisa makan. Kulihat di dalamnya ada air mineral botol, ku letakkan semua di atas meja dan ku foto makanan tersebut.
" terimakasih pak nasinya, bapak yang terbaik "
Isi pesan singkat yang ku kirim ke pak bara
__ADS_1
Daan....