Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 138


__ADS_3

Hmm bau apa ini?


Seperti tidak asing,, tunggu ini bau obat obatan


Ku coba membuka mataku perlahan, terlihat ruangan dengan nuansa putih, infus di tangan dan selang oksigen di hidungku yang menjelaskan aku berada di rumah sakit


tubuhku rasanya seperti remuk semua dan kepalaku kenapa sakit sekali namun tidak lama dari itu kembali ku rasakan pusing yang amat menyiksa dan membuat kepalaku semakin sakit dan kembali semua menjadi gelap


***


"*Maa,, ray kangen mama" ucapnya dengan sesegukan karena menangis


"Ray sayang koq kamu nangis? Bukannya ray sendiri yang bilang kalau ray sudah besar gak boleh nangis lagi" bujukku agar ray berhenti menangis


"Tapi ray kangen mama, papa juga kangen mama tapi kenapa mama gak mau pulang? Apa karena ray anak yang nakal? Ray janji gak akan nakal lagi ma"


"Sayang, anak mama yang ganteng pinter baik siapa yang bilang kalau kamu nakal? Mama gak pernah bilang ray nakal, ray itu anak yang sempurna buat mama" jelasku dengan mencium tangan mungilnya*

__ADS_1


Seketika aku terbangun


Haah mimpii apa itu? tapi tunggu ini tempat yang tadi aku lihat? Jadi aku gak mimpi soal aku di rumah sakit?


ku edarkan pandanganku menyusuri ruangan,,,, SEPI itulah yang ku rasakan hingga pintu ruangan pun terbuka lebar memperlihatkan sosok laki-laki tegap dengan penampilan yang sangat berantakan, rambut terlihat tidak karuan dan wajah letihnya yang pasti tak luput dari pandanganku


Tak lama mata kami bersitatap dan laki-laki itu langsung berlari kearahku, menggenggam tanganku erat sembari terus menciuminya


"Sayaang, syukurlah kamu sudah sadar,, mas khawatir banget" ucapnya dengan sebuah air mata haru


"..... "


"Air" pintaku karena tenggorokan ku rasanya sangat kering dan segera laki-laki tersebut mengambilkan segelas air dan membantuku untuk meminumnya


"Apa kamu sudah baikan? Ada yang sakit? " tanyanya tak berhenti dan hanya ku balas gelengan kepala


"Kamu mau duduk? Biar mas bantu " dan kembali hanya ku angguki pertanda setuju

__ADS_1


Segera ia membantuku untuk duduk memposisikan tempat tidur ini setengah meninggi agar aku mudah bersandar saat duduk


"Sayang, kamu tau mas khawatir banget sama kamu.. Mas rasanya seakan tak bisa bernafas mendengar berita kecelakaan yang kamu alami" ucapnya menjeda sedikit sebelum melanjutkan kalimatnya


"Mas benar benar frustasi saat dokter bilang kondisi kamu kritis bahkan setelah melewati masa kritis dokter pun mengatakan bahwa kamu koma, mas sudah putus asa saat itu tapi kehadiran Ray di rumah membuat mas semangat untuk terus optimis bahwa kamu akan kembali kepadaku dan ray, mas yakin kamu gak akan ninggalin kami,,, mas sangat sedih melihat kamu tak berdaya di tempat tidur rasanya ingin sekali mas menggantikan posisimu" jelasnya dengan terus menggenggam tangaku erat


"Kamu harus janji sama mas kamu gak akan ninggalin mas, kamu harus janji kamu selalu nemenin mas dan ray" pintanya


"Maaf,, "


"Enggak sayang kamu gak perlu minta maaf, mas yang salah karena gagal jagain kamu" ucapnya sebelum kalimatku selesai ku lontarkan


"Bukan" jawabku yang membuatnya mengernyitkan dahi


"Maksud saya maaf anda siapa ya? " tanyaku sembari menarik tangan yang sedari tadi di genggamnya erat


"Haaa? Sayang? Dokteeeerr " teriaknya dengan berlari panik keluar ruangan

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment


Makasih


__ADS_2