Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 147


__ADS_3

Mas devan bediri dan di ikuti oleh jessica, menatapku lekat lalu...


PLAKK..


Tamparan yang begitu keras hingga membuat orang yang di tampar tersungkur, tapi bukan aku melainkan Jessica


Iya mas devan tadi menampar jessica


"Devan, apa yang kamu lakukan haah? " bentaknya


"Melakukan apa yang harus ku lakukan"


"Apa maksudmu? " tanyanya bingung dengan memegang pipinya yang merah karena tamparan mas devan


"Itu balasan karena kamu sudah mencelakai istriku" ucap mas devan dengan berjongkok di depan jessica


"Tadi kamu bilang kamu bersedia berada di sisiku, meninggalkan istrimu dan keluargamu lalu apa ini? " bentaknya


"Hanya orang bodoh yang mau melepas keluarganya demi perempuan psikopat seperti kamu" ucap mas devan menohok


"Kamuuuu"


Jessica seketika mendorong tubuh mas devan yang membuat mas devan terjungkal lalu berlalu berdiri menghampiriku dan mendorong tubuhku kuat


Gerakannya cepat sekali


Tanpa sadar aku terpental dan segera ku menutup mata karena merasa takut namun seperti ada yang menahan, ku coba membuka mata perlahan dan ku lihat sekeliling


Ardi?

__ADS_1


"Ardi? Kenapa kamu bisa disini? Kaliaan? " tunjuk jessica pada mas devan dan Ardi


Ardi segera membantuku berdiri, beruntung ardi menangkap tubuhku kalau tidak mungkin tubuhku sudah menyentuh lantai


Mas devan segera berdiri mengampiriku dan merangkul tubuhku lembut seraya memberikan kecupan singkat di pipiku


"Makasih Ardi, sekarang giliranmu"


"Apa maksud kalian? " teriak jessica


"Pengawaalllll" teriaknya kembali yang membuat telingaku berdengung


"percuma, semua pengawalmu sudah kami lumpuhkan" ucap ardi


"Jadi kaliaan? Tunggu pembalasanku "


Aku pun segera melepas rangkulan mas devan dan meninggalkannya bersama ardi


"Sayaang, tunggu kamu mau kemana? "


Tak ku hiraukan panggilan mas devan dan segera berlalu pergi, mas devan masih saja mengikutiku dari belakang


"Sayang tunggu" tariknya di lenganku dan membuatku terpaksa memutar tubuh


"Apa mas? " tanyaku lelah


"Kamu mau kemana? Kenapa tiba-tiba pergi? "


"Aku capek, mau pulang" ucapku dan melepas genggaman mas devan dan kembali berjalan

__ADS_1


"Kamu kenapa sih? Dari pagi aneh banget, kemaren malem bangun cuma minta sate, sekarang malah marah marah gak jelas, mau kamu apa haa? " bentaknya yang membuatku kaget dan seketika air mataku jatuh begitu saja tanpa permisi


Masih dalam posisi yang sama yaitu membelakangi mas devan, ku coba mengatur perasaan kagetku tadi agar air mata ini cepat berhenti namun tetap tak bisa


Mas devan mendekatiku dan menarik pundakku kasar yang membuatku tersentak dan kembali berbalik menghadapnya


"Kenapa kamu nangis? " tanya mas devan sedikit lembut


"Devan, apa yang kamu lakukan? Kenapa sandya jadi nangis? " bentar ardi dari arah belakang


"Ini bukan urusan kamu" bentak balik mas devan


"Aku gak suka,, liat kamu sama jesica" ucapku sesegukan


mas devan hanya menghembuskan nafas kasar


"Bukannya rio udah jelasin ke kamu tadi? " tanyanya


"Tetep aja aku gak sukaa" bentakku


" SANDYAA, berhenti bersikap ke kanak-kanakan" bentaknya padaku yang membuatku syock mendadak mendengarnya


"DEVAN, jangan pernah membentak sandya" ucap ardi yang sudah memegang kerah baju mas devan


Kakiku terpundur perlahan, segera ku tinggalkan mereka yang masih sibuk saling bentak satu sama lain


Namun tiba-tiba ku rasakan pusing yang amat berat dan..


BRUK..

__ADS_1


__ADS_2