Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 157


__ADS_3

Saat masih membersihkan diri di malam hari tiba-tiba Hp ku berdering


"Mas tolong angkat telefonnya dulu" pintaku dari dalam kamar mandi


Beberapa saat setelah selesai membersihkan diri dan hendak tidur mas devan memanggilku untuk membicarakan sesuatu


"Sayang, tadi monic yang nelfon" ucapnya


"Lalu? "


"Monic bilang dia akan kembali ke rumah steve dan besok dia akan kesini menemui kita"


"Hmm baiklah,, ya sudah ayo tidur" ajakku


***


Hari ini weekend jadi mas devan tidak ke kantor dan ray pun berada di rumah seharian ini, waktunya menghabiskan waktu bersama


"Ray, koq kamu tumben manja gini? " tanyaku


"Maa,, sebentar lagi ray akan sekolah, bagaimana kalau saat adik lahir ray tidak bisa menemaninya? " tanyanya yang membuatku terharu


"Sayang, ray kan sekolah pagi sedangkan sorenya ray di rumah jadi ray bisa puas main sama adek" jelasku pada ray yang masih setia menempelkan pipinya di perut buncitku


"Ma, adek laki-laki apa perempuan? " tanyanya yang tiba tiba bangun


"Emm,, Kalau Ray maunya apa? "


"Ray maunya laki-laki ma"

__ADS_1


"Kenapa? " tanyaku penasaran


"Biar Ray bisa ajak main" jelasnya


"Loh emang kalau perempuan gak bisa di ajak main? " tanya ku balik


"Hmm bisa sih ma,, mm terserah deh mau laki laki atau perempuan ray gak masalah ma"


"Naah itu pinter,,, ray harus janji mau adik laki laki atau perempuan ray harus bisa jadi kakak yang baik harus bisa ngelindungin adeknya ya" pintaku


"Iya ma ray janji" senyumnya yang meneduhkan


"Hayoo janji apa? " tanya mas devan yang tiba tiba muncul


"Mas bikin kaget aja" kesalku


"sayang kamu sama Ray janji apa? " tanyanya padaku


"Sayang tadi kalian ngomongin apa sih? " tanya mas devan penasaran


"Mau tau aja" ucapku


"Koq gitu sih sayang, aku kan...


Ting tong ting tong


Kalimat mas devan terpotong karena suara bel yang berbunyi,,


ku lihat bi inah yang masuk ke ruang keluarga di ikuti oleh steve dan monic

__ADS_1


"Ayo duduk" pinta mas devan


" iya makasih" ucap mereka bersamaan


hening, tidak ada yang memulai percakapan dan aku pun hanya memperhatikan mereka tanpa niat memulai pembicaraan


"Sa,, makasih udah bantuin aku selama ini" ucap monic memulai percakapan


"..... "


"Kita kesini karena ingin memberi kalian ini" sodornya padaku sebuah undangan


Ku ambil undangan tersebut dan membacanya, terlihat acara pernikahan tersebut akan di laksanakan satu minggu lagi bertempat di gereja yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku


"Kenapa kamu tiba tiba setuju menikah " tanyaku menjurus ke arah steve


"A,, aku gak mau kehilangan monic" jelasnya


Ya terserahlah alasan steve saat ini tapi semoga saja setelah anak itu lahir steve bisa mulai menyayanginya


"Steve kamu harus janji gak akan nyakitin monic ataupun bayinya" tegasku


"Iya sa,, aku sayang sama monic"


"Baguslah,, kami pasti datang kan sayang? " tanyaku pada mas devan


"Tentu"


Setelah acara pertemuan tersebut hubungan kami semakin dekat bahkan sudah seperti saudara, setelah mereka menikah monic juga sering ke rumahku hanya untuk bertanya soal kehamilan dan lain lain

__ADS_1


Aku bersyukur akhirnya monic hidup bahagia bersama orang yang di cintainya begitu juga denganku,,


Keluarga kecil yang sangat sempurna ini membuatku selalu bersyukur


__ADS_2