Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 90


__ADS_3

Mas devan langsung menghempaskan tubuhnya di sampingku dengan memelukku dan mencium pipiku


"Makasih sayang, baby baik baik ya" ucapnya dengan mengelus perutku


Kami pun tidur karena kelelahan


***


Suara alarm hp membuatku merasa terusik


aku menggeliat dan melihat mas devan masih tidur nyenyak di sampingku


"Maaas,,, bangun " ku guncang lengan mas devan namun tak ada pergerakan


"Maaaas"


"Hm"


"Banguuun kamu harus kerja"


"Aku males kerja, aku di rumah aja"


"Koq gitu? Kamu gak boleh males gitu mas gak baik"


"Emm aku kerja di rumah aja, aku gk mau jauh dari kamu"


Seketika pipiku bersemu merah, aku segera bangkit untuk ke kamar mandi membersihkan diri dan menunaikan shalat subuh


"Maas bangun sholat dulu"


Mas devan segera bangun dan masuk ke kamar mandi sedangkan aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan


Sekitar pukul 07.30 ku lihat mas devan menuruni tangga dan menghampiriku yang duduk di depan TV

__ADS_1


"Sayang kamu makan apa? " tanyanya padaku yang duduk di sofa


"Apel, mauu? " sodorku padanya


"Enggak, buat kamu aja"


"Mas mau sarapan? "


"Enggak deh, mas gak nafsu"


Kami mengobrol santai di depan TV yang masih menyala banyak hal yang kami bahas hingga bel rumah berbunyi dan bik inah segera berlari untuk membukakan pintu


"Maaf tuan ada asisten tuan di depan sama teman tuan"


"Temaan? "


"Tuan steve "


"Suruh mereka masuk ke ruang kerjaku bik"


"Baik tuan"


"Sayang tunggu ya, aku kerja bentar kamu istirahat aja"


"Hmmm" jawabku dengan senyum


***


"Bik, itu buat siapa? " menunjuk nampan berisi dua gelas minum


"Untuk tuan dan temannya nyonya"


"Koq dua? Untuk asistennya? "

__ADS_1


"Asisten tuan sudah kembali tadi nyonya, sekarang hanya tuan dan tuan steve di halaman belakang"


Halaman belakang? Bukannya tadi mereka di ruang kerja? Padahal baru 5 menit aku tinggal ke kamar


"Bik, biar aku yang antar"


"Nyonya jangan,,,, nyonya jangan capek-capek nanti tuan marah"


"Ya ampun bik, cuma bawa minum aja koq capek? Bik inah ambilin cemilan aja ya, sini minumnya"


Aku berjalan perlahan membawa nampan berisi dua cangkir kopi ke halaman belakang, saat mataku menangkap keberadaan mereka aku pun mulai tersenyum dan mendekat namun langkahku terhenti mendengar percakapan mereka


"Dev, jadi kamu udah bener cinta kan sama sandya? "


"Aku gak tau steve"


Tubuhku seketika mematung mendengar jawaban mas devan


"Maksudmu apa dev? Kamu jangan cari masalah lagi, sandya lagi hamil anak kamu" dapat ku dengar jelas dari nada bicara steve bahwa dia sedang marah


"Aku masih bingung dengan perasaanku padanya"


" lalu kenapa kamu jemput dia di bali waktu itu? "


"Mama ngancem aku steve, kalau sampek sandya gak balik ke rumah ini mama bakal hapus namaku sebagai ahli waris"


Jadiii,, hiks,,, jadi selama ini kamu masih bohongin aku mas? Semua yang kamu lakuin ke akuu? Perhatian kamu, kata kata cinta kamu? Semua bohong?


"Kalau kamu enggak cinta sama dia kamu jangan kasih harapan, aku bener bener gak ngerti arah pemikiran kamu dev kurang apa lagi sandya itu? " kembali steve mengeluarkan protesnya


Mereka masih belum menyadari keberadaanku karena mereka duduk membelakangiku


Kembali ku dengar steve melayangkan pertanyaan untuk mas devan karena mas devan hanya diam

__ADS_1


__ADS_2