
Setelah selesai makan aku pun membereskan piring kotor yang baru saja aku dan mas devan gunakan dan membawanya ke dapur untuk di cuci
Tiba tiba mas devan datang memelukku dari belakang
"Sayang tolong buatkan kopi untuk kita berdua, setelahnya kita duduk di ruang TV ya" pintanya singkat dan mengecup pipi ku lembut
Setelah semuanya beres aku membawa dua cangkir kopi ke ruangan TV dan mas devan sudah duduk disana menonton acara lawak
Ku letakkan dua cangkir kopi di depan mas devan dan duduk di sebelahnya
Mas devan tersenyum melihatku datang dan langsung merangkul tubuhku
5 menit pertama hening
10 menit berlalu masih hening
Hingga 25 menit masih hening
Dan......
"Sayang" panggil mas devan tanpa mengalihkan pandangannya dari acara tv
"Hm"
"Maaf"
"..... "
"Sayang mas bener bener minta maaf"
"...... "
__ADS_1
"Maaf mas belum bisa jadi suami yang baik buat kamu"
"........ "
"Maaf mas selalu buat kamu nangis"
"....... "
"Sayang" panggilnya lagi yang sudah berlutut di depanku yang masih duduk yang membuatku kaget
"Bangun mas" pintaku
"Sayang, mas bener bener bodoh karena gak jujur sama kamu, mas tau kamu pasti kecewa berat sama mas, mas sadar kalau semua yang mas lakukan itu salah"
"Kenapa tiba-tiba mas langsung menyadari kesalahan yang udah mas buat? "
"Tadi saat kamu masuk ke kamar mama langsung memanggilku dan menanyakan masalah kita, mas menceritakannya pada mama lalu mama seolah membalik keadaan jika yang aku lakuin saat ini ke kamu berbalik dengan apa yang kamu lakuin ke mas, apalagi saat mas masuk kamar melihat wajah kamu sembab dan Ray yang terus memanggil mama seketika hati mas tersentuh"
"Sayang, mas akan lakuin apapun selama kamu gak marah dan kecewa lagi sama mas"
"Huuft, cukup kamu lakuin apa yang aku minta tadi sore mas" ucapku lembut
Seketika mas devan menidurkan kepalanya di pahaku dan sedikit ku rasakan ada tetesan air membasahi bajuku
Mas devan nangis?
Ku usap kepala mas devan lembut seolah menenangkannya
"Kenapa? " tanyaku
"... "
__ADS_1
"Maass"
"Mas takut kamu ninggalin mas lagi" jelasnya dengan sedikit terisak
"Udah duduk sini, ngapin duduk di lantai sih" pintaku
Mas devan pun kembali duduk di sofa tapi bukannya duduk mas devan malah kembali tidur dengan menjadikan pahaku sebagai bantal dan menghadapkan wajahnya ke perutku dengan tangan kiri yang merangkul pinggangku
aku hanya mengusap lembut punggungnya dan tangan satu lagi memegang rambut mas devan yang sudah acak acakan
***
Aku terbangun pukul 4.01 WITA karena tangisan Ray dan ku lihat sekeliling yang ternyata aku sudah ada di kamar
Semalam setelah mas devan tertidur aku gak ingat lagi, tapi kenapa udah di kamar aja? Apa mas devan yang angkat aku? Bukannya mas devan juga tertidur?
Segera aku menghampiri Ray yang menangis karena mengompol dan ternyata tangisan Ray pun membangunkan mas devan
"Sayang, Ray kenapa? " tanyanya dengan mengucek mata
"Ray ngompol mas"
seketika mas devan lari kearahku mengambil alih Ray dari gendonganku
"Biar mas yang ganti" ucapnya meninggalkanku
Haaa??????
"Mas kenapa? " tanyaku menyusul ke ruang bayi yang mama siapkan untuk ray
"Kamu istirahat aja, ray mau sama papa kan? Paa,,, paa,,, ayo sayang bilang paaaapaa"
__ADS_1
Perintahnya namun respon ray malah membuatnya cemberut