
"Wah sandyaaa udah dateng, ayo masuk ke rumah ibuk dulu sebelum masuk ke kostn"
Sambut ibu indira bahkan bukan hanya ibunya tapi juga bapak dan indra juga menyambutku dengan hangat
"Ibu bapak apa kabar? "
"Kami baik nak, ayo masuk " ucap ibu dengan menggandeng tanganku
"Iih kak dya, indra koq enggak di tanyain? "
Protes indra dengan wajah cemberutnya
"Iya indra ganteeeeng, kamu sehat? Udah punya pacar belum? " ledekku
"Aku baik kak, aku udah punya pacar tauuu... Entar aku kenalin ke kakak yaaa"
Ucapnya manja padaku
"Kalian ya kalau udah ada sandya sampek lupa sama aku"
Cemberut indira yang di buat-buat dan kami hanya tertawa melihatnya
Yaah di antara teman yang lain aku paling dekat dengan keluarga indira bahkan dulu aku juga sering menginap di rumah indira
Kami duduk di ruang tamu dengan mengobrol santai dengan membahas bermacam-macam hal mengenai indira dan indra yang membuatku tertawa di buatnya
__ADS_1
"Kak tadi aku udah beliin kakak sesuatu loh"
Ucap indra padaku
"Apa? "
" bentar yaaa"
Ku lihat indra berjalan menuju arah dapur dan kembali membawa sebuah mangkok berisi rujak kuah pindang kesukaanku
"Taraaaaaaaaaaaa,,, ini kak"
Sodornya padaku
Seketika perutku merasa seperti di aduk-aduk seperti ingin mengeluarkan sesuatu
Begitu aku keluar dari kamar mandi seluruh keluarga indira menatapku dengan intens
Aku segera duduk kembali di tempat dudukku semula
"Nak, kamu lagi isi? " tanya ibu indira dengan menggengam tanganku yang ku jawab hanya dengan anggukan
Beberapa detik suasana hening yang kurasakan
"Apa suami mu tau kamu kesini dalam keadaan hamil? " ibu kembali bertanya
__ADS_1
Aku hanya menggeleng
"Dra, ayo temenin bapak belanja" ajak bapak pada indra karena sepertinya bapak ingin memberi ruang untukku bercerita dengan ibu dan indira
"Kemana pak? Tumben? "
"Udah ayooo" ku lihat bapak yang sudah berdiri dan menarik indra segera tapi sepertinya indra masih belum paham dengan situasinya
Setelah bapak dan indra meninggalkan rumah kembali ibu dan indira melayangkan pertanyaan untukku
"Sa, kamu bisa cerita sama aku dan ibu tapi kalau memang kamu belum siap kami gak akan maksa koq" ucap indira meyakinkan
Aku mulai menceritakan segala yang terjadi padaku dan mas devan sejak awal aku menginjakkan kaki di jakarta,perilakunya dan juga ku ceritakan mengenai hubungan mas devan dan Angel kecuali saat aku melihat mereka sedang bercinta karena bagaimanapun itu adalah perbuatan laknat yang tidak boleh ku ceritakan pada siapapun.
Kembali air mata ini terus menerus mengalir tanpa di minta
"Naak, apapun keputusan kamu ibu dan semuanya pasti akan mendukungnya tapi sebelum itu alangkah baiknya jika kamu memikirkan kembali bagaimana hidup kamu dan calon anak kamu ini nantinya, ingat bahwa dia juga adalah darah daging dari devan terlepas devan akan menerima atau tidaknya dia berhak tau" jelas ibu sambil mengelus lembut punggung tanganku
Aku hanya menjawab dengan anggukan karena tidak sanggup lagi mengeluarkan kalimat dari mulutku ini
"Sekarang kamu istirahat, jangan banyak pikiran besok indira akan antar kamu ke dokter kandungan" nasehat ibu padaku
"Ra, temenin sandya istirahat sana" pinta ibu
"Iya bu, ayo sa"
__ADS_1
Aku dan indira masuk ke kamar indira yang menurutku masih sama seperti dulu
Tidak ada yang berubah sama sekali