
"Kamu sakit? " tanya mas devan sedangkan punggung tangannya sudah menempel di dahiku
"Emm gak tau mas"
"Mas anter ke dokter ya? Apa mas panggil dokter kesini aja? "
"Gak usah,,, mungkin cuma butuh istirahat aja"
"Ya udah mas temenin kamu aja ya? " tawarnya padaku
"Mmm gak usah, mas mending ke kantor aja kalau bisa tolong suruh rio buat gantiin aku ke panti" pintaku
"Panti? " ulang mas devan memastikan
"Hm, mas tolong ambil amplop di laci itu terus suruh rio kasih ke panti" tunjukku pada laci meja riasku sedangkan mas devan sudah berjalan hendak mengambil amplop tersebut
"Sayang, ini amplop koq banyak? Yang mana yang harus di ambil? " tanyanya menunjukkan amplop padaku
"Ambil semua, itu kan udah ada nama namanya,,,, rio juga ngerti entar" kesalku
"Iya iya"
Mas devan berlalu pergi untuk bersiap berangkat kerja sedangkan aku?
Aku masih setia memeluk guling di bawah selimut, rasanya tubuhku sangat lemas jangankan untuk bangun untuk membuka mata saja seperti beraaat sekali
Aku jadi kasihan dengan mas devan, harus mengurus semuanya sendiri padahal biasanya aku yang membantunya
__ADS_1
Mas devan keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat lebih segar dan seketika indra penciumanku mencium aroma jeruk yang sangat membuatku kesal
"Maas, kamu pakek sabun yang wangi jeruk ya? "
"Iya, kenapa sayang? "
"Ish besok besok gak usah pakek lagi,,, bau banget sampek mau muntah aku" tegurku kasar
"Sayang kamu kenapa sih? Koq tumben banget ngomongnya kasar gitu? Biasanya juga kamu suka sabun yang aromanya jeruk? " tanyanya bingung
"Pokoknya jangan pakek lagi,, aku gak suka" ucapku di bawah selimut menutup seluruh tubuhku agar tidak mencium bau jeruk tersebut
Mas devan hanya diam dan berlalu ke walk in closet, setelahnya tidak ada kalimat apapun yang keluar dari mulut mas devan, ia hanya berlalu pergi meninggalkan kamar
Apa tadi aku terlalu kasar ya? Mas devan pasti marah, lagian kenapa aku kasar banget sih tadi?
Aku pun melanjutkan tidurku karena rasanya benar benar lemas
***
Saat terbangun, aku kaget karena ternyata sudah siang. Jam di dinding menunjukkan pukul 10.39
Ya ampun aku tadi gak sarapan, pantes perut lapar banget gini,,, tapi tubuhku udah gak lemes lagi, baguslah
Aku keluar kamar dan melihat sekeliling,,
Sepi,, itu lah yang terlintas di benakku, kenapa rumah ini sepi sekali? Kemana semua orang orang? Bahkan saat menuruni tanggapun hanya keheningan yang ku rasakan, biasanya Ray jam segini masih duduk manis di ruang tamu tapi koq gak ada?
__ADS_1
"Biiii,,,, " panggilku
"Iya nyonya" jawab siti terengah engah karena berlari
"Koq sepi? Ray mana? "
"Tuan muda tadi di jemput nyonya besar" jelasnya
"Koq aku gak tau? "
"Tadi nyonya tidur, nyonya besar sudah coba bangunin nyonya tapi nyonya gak mau bangun"
Haa? Benarkah? Apa aku tidur sampek segitunya?
"Ya udah makasih bi" ucapku dan bi siti kembali melanjutkan pekerjaannya
Maaf ya readers mau curhat dikit,,
sepertinya hari ini gak bisa update banyak
Karena kondisi author yang kurang sehat,,,
Di tempat author lagi cuaca buruk, angin kenceeeeeennngggg dan bawa debu jadi authornya lagi kurang sehat sekarang
Minta Doanya semoga author cepet sehat supaya bisa update banyak
Makasiiih ❤❤❤❤❤
__ADS_1