Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 106 + Visual


__ADS_3

Buat para readers tolong jangan marah kalau Visual tidak sesuai harapan ya, karena jujur saya sendiri bingung


Kalian bisa bayangkan visual yang kalian inginkan sendiri ya 🙏🙏🙏🙏


Ok kita lanjut


Visual pertama yaitu Sandya



Dan untuk yang kedua yaitu


Devan Anggara putra



Yang ketiga


Raykana Anggara Putra



Next


Visual Angel mantan Devan



Sebenernya ini agak bingung mau kasih foto kak Danisha apa enggak tapi tak kasih aja kali yaaa


Danisha Anggara Putri



Udah segitu aja dulu ya readers yang budiman

__ADS_1


Semoga kalian suka


Jika tidak suka maafkan


"Sayang bentar ya mas ke kamar sebentar" pamit mas devan


"Iya, jangan lama lama mas"


"Iya cintakuuu" jawab mas devan dengan sekilas mengecup bibirku


Setelah kepergian mas devan tiba-tiba saja telefon mas devan yang di letakkan di atas meja berdering, ragu ragu tanganku untuk meraihnya tapi jika tidak di angkat takut penting


"Maas, hp kamu ada yang telfon" teriakku namun tidak ada jawaban sama sekali


Kucoba beranikan diri untuk menjawab panggilan tersebut karena takut telefon penting


Nomer tidak di kenal? Siapa ya


Ku geser panah berwarna hijau tersebut dan langsung ku dekatkan ponsel tersebut ketelingaku


Suara perempuan? Siapa ya? Uang apa?


"Halo mas devan, kamu masih disana kan? "


"Siapa? " tanyaku


Seketika panggilan tersebut berakhir karena si penelfon langsung mematikannya dan kembali ku letakkan ponsel mas devan ke tempat semula


Beberapa menit kemudia


"Sayaang maaf ya lama" dengan langsung duduk merangkul bahuku


"Sayang kamu kenapa diam aja? "


"Hm enggak, oh iya tadi ada yang telefon"

__ADS_1


"Siapa? "


"Enggak tau, pas aku tanya siapa telefonnya langsung di matikan"


"Oh ya? Emang dia ngomong apa? " dengan meraih ponselnya untuk mengecek


"Dia tanya mas jadi kirim uang hari ini atau tidak? "


Seketika mas devan diam dan mematung se akan mengerti dengan keadaan dan apa yang aku pikirkan


"Mas telefon balik aja lagi" saranku dan Aku berencana untuk beranjak pergi namun mas devan menahan lenganku


"Duduk dulu" pintanya akupun hanya menuruti


Mas devan duduk menghadap ke arahku dan menggenggam erat tanganku


"Sayang, maaf aku gak jujur sama kamu" tuturnya dengan menundukkan kepala


".... "


"Telefon tadi itu dari Angel"


Aku masih memilih tetap diam tapi entah mengapa hatiku rasanya seperti tidak tenang


"Dua hari yang lalu Angel menghubungi mas dan minta tolong, dia mau meminjam uang karena anaknya masuk rumah sakit dan harus operasi sedangkan ayah dari anaknya tidak peduli" terlihat mas devan menarik nafas dalam dalam sebelum melanjutkan kalimatnya


"Mas bener sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengannya, mas hanya kasihan makanya mas setuju membantunya meminjamkan uang, mas salah karena tidak menceritakan dan meminta izin kamu terlebih dahulu sayang. Mas takut kamu marah tapi kalau kamu meminta mas untuk tidak meminjamkannya uang mas akan lakukan, mas tidak akan meminjamkannya uang yang penting kamu jangan marah sama mas"


"....... "


"Sayang mas mohon jangan diam saja, maafin maas"


Aku hanya menatap mata mas devan lekat mencari kejujuran disana dan sepertinya apa yang mas devan katakan itu benar adanya


"Sayang mas mohon, jangan diamkan mas seperti ini apapun yang kamu minta mas akan turuti"

__ADS_1


"Jangan meminjamkan uang padanya......


__ADS_2