
Pikiranku mulai menerka-nerka
Apakah mas andre akan mencampakkan aku seperti cerita di film-film?
"Apakah aku membuatnya marah?"
"Atau mungkin mas andre sibuk?"
Tapi setelah ku pikir-pikir bukankah hubunganku dan mas andre baik-baik saja, bahkan kami tidak pernah bertengkar tapi kenapa tiba-tiba mas andre enggak ada kabar.
****
Setelah beberapa hari Karena perasaan penasaran yang terus menjalar akhirnya aku menanyakan pendapat sahabat-sahabatku indira, fitri, dan aya. Ku ceritakan semuanya pada mereka tanpa ada yang kurang.
(Indira dan fitri teman kerjaku yang berbeda group dan aya teman kamar ku)
" sebelum dia menghilang kayak gini dia sempat kasih kamu buket coklat dan bahkan malam sebelumnya dia ngajak kamu nongkrong sama temen-temennya? " tanya fitri memperjelas
Hanya ku balas dengan anggukan kepala
" apa ada sikap dia yang aneh mungkin akhir-akhir ini? "
" enggak ada, bahkan akhir-akhir ini bisa di bilang dia itu romantis banget " jelasku
" gini ya sa, menurut pengalamanku tuh kalo cowok suka sama cewek dia gak mungkin gak nanyain kabar si cewek" ucap indira
" iya sih kamu bener ra, tapi dia tiba-tiba ngilang gini apa mungkin dia nemu cewek baru ya?? " tanya aya sambil mengetuk ngetuk dagunya dengan jari telunjuk
__ADS_1
"Eh tunggu, selama ini kalian deket terus jalan bareng bahkan sampek dia rela jemput kamu ke bandara hampir tiap hari. Apa kalian pacaran? " penasaran fitri
Mendapat pertanyaan itu aku hanya menggeleng, karna memang benar selama ini mas andre tidak pernah menyatakan perasaanya dan mengajakku membuat komitmen.
" whaaaaaattttt? "
Suara melengking indira membuatku dan yang lain sontak kaget.
" jadi dia cuma jadiin kamu teman tapi mesra doang? " lanjut indira dengan masih menampilkan wajah kagetnya
" sudahlaaah, mungkin emang aku harus ngelupain dia" ucapku lagi
Drrrrttt drrrtt drrttt
Hpku bergetar menampilkan telefon masuk dari lili
" sa, kamu putus sama pacarmu? "
"Pacar siapa? "
" cowok yang sering anter jemput kamu itu "
" loh kenapa emang? "
" aku kan lagi nuker schedule sama mia, nah aku tuh lagi ke checkin tadi. Aku liat itu cowok lagi checkin sama cewek menuju yogyakarta"
Seketika aku terdiam tanpa ada niatan menjawab penuturan lili
__ADS_1
" kayaknya mereka pacaran deh, soalnya yang cewek itu manggil sayang ke pacarmu "
" dia bukan pacarku li, kita cuma temenan aja"
" masak sih, tapi koq dia perhatian banget sama kamu? " kepo lili modr On
" dia cuman nganggep aku adek karna kita kenal udah dari surabaya "
Setelah itu aku mengakhiri panggilan telefon dan menceritakan kembali ke pada teman-temanku yang sedari tadi menunggu penjelasan.
" sudahlah, mungkin emang dari awal dia gak suka sama aku " belaku karna melihat mereka sudah emosi
" ya enggak bisa gitu lah sa, kamu jangan terlalu baik apalagi pasrah gitu udah jelas dia itu udah permainin perasaan kamu" marah indira
" mungkin aku nya aja yang terlalu baper" belaku kembali
"Gini ya ra, cewek mana coba yang enggak baper kalau di perlakuin manis gitu sama cowok. Bahkan semua temen-temen ngiranya kalian pacaran kan saking perhatiannya dia ke kamu" marah fitri yang wajahnya sudah memerah
"Iya ra, dia itu brengsek udah mainin perasaan cewek" lanjut aya yang tak kalah emosi
"Nah justru karna dia brengsek makanya aku harus biarin dia pergi kan. Emang kalian mau temen kalian yang baik ini jatuh ke orang brengsek kayak dia? " bujukku pada mereka
"Saa, kenapa kamu belain dia sih? " selidik indira padaku
"Hmm karnaa........
Ok lanjut next aja y
__ADS_1
Jangan lupa like nya