
Jangan Lupa like men temen
Tiba-tiba saja ku lihat sebungkus nasi yang di letakkan di mejaku
Mataku langsung mengarah pada orang tersebut, pak bagaaas?
" koq di simpan di sini pak? " protesku seketika
" buat kamu, kamu belum makan malam kan "
Dengan meninggalkanku dan duduk di meja kerjanya
Haaaa? Buat aku? Kenapa? Tumben, apa dia selalu baik gini sama karyawan?
Pikiranku terus bergelut dengan pertanyaan yang.... Aaah sudahlah
" beneran pak buat saya? " tanyaku meyakinkan
" iyaaaa, gratis" ucapnya seperti tau aku akan menanyakan harganya
"Makasih paaak" jawabku dengan senyum yang manis
" loh koq cuma sandya yang di beliin pak? Saya koq enggak? " protes lili karena memang hanya aku yang mendapat nasi bungkus itu
__ADS_1
" kamu kan tadi bawa bekal Li, saya liat loh kamu sudah makan" jawab pak bagas kembali
" yaah tapi kalau mau di kasih saya juga terima pak"
Mereka sibuk adu mulut aku pun sibuk memakan nasi yang pak bagas belikan, nasi ini benar-benar enaaak atau mungkin efek karena aku yang memang kelaparan ya.
Belum selesai aku menghabiskan nasinya telefon di mejaku berbunyi, ku angkat dengan tangan kiri dan tangan kanan sudah siap di atas keyboard dan yang lebih mengesalkan adalah belum selesai telefon yang ku angkat tadi Hp ku ikut berdering dan terlihat pak Bara yang menelfon.
Ku geser layar di ponselku, Hp sebelah kanan dan telefon genggam di sebelah kiri.
Untung telefon yang sebelah kiri sudah terputus, dan tak lama telefon dari pak bara pun terputus.
" li, dia selalu begitu? " tunjuk pak bagas padaku
" begitu gimana pak? " tanya lili yang kebingungan
"Ooh itu mah sudah biasa pak, malah kadang baru juga satunya di letakkan udah bunyi lagi, dia itu kayak petugas operator kartu Hp" jelas lili pada pak bagas
" koq bisa ya dia konsen denger orang ngomong kanan kiri? "
Lili hanya mengangkat kedua bahunya, sku mendengar jelas obrolan mereka tapi aku terlalu sibuk untuk menjawab dan lain-lainnya.
***
__ADS_1
" sa, kamu jadi pulang bareng aku? " tanya lili padaku
" loh enggak usah sa, biar aku aja yang anterin kamu pulang " potong reza dengan percaya dirinya
" masih usaha kamu za? Gak takut di tolak lagi? " ejek pak evan pada reza
"Saya loh pak enggak pernah di tolak sama sandya" bela reza pada dirinya sendiri
" ya karena kamu enggak pernah nembak atau nyatain perasaan ke aku, makanya gk pernah di tolak" jawabku menimpali
" emang kalau aku nembak kamu bakal terima sa? " tanya reza dengan ekspresi sok imutnya itu
" enggak" jawabku padat, singkat, dan jelas
Seketika teman-teman yang berkumpul untuk brefing sebelum pulang tertawa terbahak-bahak Bahkan ada yang langsung mengejek reza dan di timpali oleh yang lain.
Tapi itu tidak membuat reza marah atau yang lainnya, karena reza tipikal orang yang tidak terlalu memperdulikan omongan orang lain, tidak pernah memasukkan ucapan orang lain ke dalam hati, tidak mudah tersinggung.
Itulah yang membuatku senang berteman dengannya yaaa walaupun orangnya sedikit pecicilan tapi dia salah satu teman curhatku yang sangat best lah pokoknya, meskipun pecicilan tapi dia bisa menempatkan diri pada situasi tertentu.
Akhirnya pulaaaanggggg
Besok libuuuuuurrrr
__ADS_1
Teriak salah satu temanku yang sudah berjalan mendahuluiku 😊
Di tunggu nextnya