
"Sayang ayo kita masuk ke gate"
"Hmm"
Mas devan mendorong stroler baby Ray dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri menggengam tanganku erat seakan aku akan kabur
Kami berangkat memang hanya bertiga tanpa pengasuh Ray karena jika mama bertemu Ray pasti tidak akan ada yang bisa mengambil alih kecuali saat Ray lapar
"Sayang kita ke loungue atau kemana? " tanya mas devan masih merangkul pinggangku
"Ke cafe biasa aja sayang"
"Hmm oh iya tolong ambilin boarding pasnya di saku celana, kamu aja yang pegang" pinta mas devan padaku
Akupun merogoh kocek mas devan dan menemukan tiga lembar boarding pas bertuliskan business class dengan kursi paling depan dan segera ku masukkan ke dalam saku bajuku
***
Selama perjalanan dari jakarta ke denpasar Ray asik dalam mimpinya sendiri akupun bersyukur dia tidak rewel
"Mas, siapa yang jemput kita? "
"Gak tau juga sayang soalnya Rio yang urus"
"Hmmm"
__ADS_1
Kami pun keluar dari pintu kedatangan dan langsung melihat seseorang berdiri di depan pintu keluar dengan memegang papan nama bertuliskan Tuan Devan & Nyonya Sandya dan segera kami menghampirinya
"Anda yang jemput saya? " tanya mas devan
"Tuan devan, iya tuan saya yang jemput"
"Loh pak narte " sapaku dan terlihat pak narte yang sedikit bingung karena tamu yang baru pertama kali di jemput mengenalinya
Pak narte adalah seorang protokol yang biasanya menjemput tamu-tamu negara atau tamu penting lainnya, aku sangat mengenal pak narte karena dulu beliau sering minta block seat bagian depan untuk tamu-tamunya atau minta tolong booking tiket
"Iya Nyonya? "
"Bapak lupa ya sama saya,, sandya pak yang dulu kerja di penerbangan XXX" jelasku
"Ooh sandyaa, ya ampuun ternyata kamu. Iya bapak denger kamu resign ,, eh maaf mari saya antar"
"Pulang aja ya, capek mas"
"Hmm ya udah ayo"
***
"Mamaa" teriakku begitu turun dari mobil
"Sayaang ya ampun kangennyaaaa" peluk mama padaku lalu beralih pada Ray
__ADS_1
"Cucu nenek yang ganteeeng,, sini sayang"
Setelah mama menggendong Ray mama langsung mengajakku masuk ke dalam rumah dan meninggalkan mas devan sendirian
"Mama, kebiasaan kalau udah ketemu cucu sama mantu lupa sama anak sendiri" protesnya pada mama yang hanya mendapat tawa dari kami
"Uuhhh sayang, kamu makin ganteng aja siiih"
Mama terus bermain dengan Ray sedangkan aku dan mas devan duduk santai di halaman belakang rumah mama yang sangat sejuk tempat yang sesuai dengan kriteriaku menghabiskan waktu berdua dengan di temani secangkir teh
Mama sengaja menyuruh kami duduk jauh dari Ray agar mama puas bermain dengan cucunya itu
"Sayang, boleh gak aku ketemu temen-temen? " tanyaku pada mas devan
"Boleh, tapi aku ikut ya" jawabnya dengan mengelus rambutku lembut karena memang saat ini aku tengah bersandar di dada bidang mas devan dengan tangan kiri ku menggengam tangan kiri mas devan
"Makasih sayang, tapi kita ke rumah keluarga indira dulu ya baru ketemu temen yang lain"
"Iya tuan putriiii, kapan mau ketemu mereka? "
"Aku mau tanya jadwal mereka free dulu sayang, enaknya ketemu dimana ya? "
"Di hotel kita aja, bikin acara makan makan sekalian"
"Hmm boleh deh sayang makasih yaaa"
__ADS_1
Ucapku dengan memeluk mas devan erat