
"Kamu udah kangen ya sama mas,, mas juga kangeeeen banget sama Ray" godanya padaku
"Owh jadi sama Ray aja nih? Sama mama nya Ray gak kangeen? "
"Kalau itu udah bukan kangen lagi,,, sayang udah dulu ya mas mau pergi dulu"
"Iya mas, hati hati yaa jaga kesehatan"
"Iya sayang, Love youu muuach"
"Love you too"
Setelah panggilan berakhir aku mulai menyiapkan makan malam untuk Ray
***
"Gimana sayang enak? " tanyaku
"Masakan mama is the best"
"Ya udah makan yang banyak" pintaku
Selesai makan malam aku menemani Ray menonton berita di TV,,, entah kenapa anak satu ini suka sekali menonton berita, politik, dan berita berbau bisnis.
Kenapa dia tidak bisa bertingkah seperti bocah lainnya yang hanya bermain, lebih membosankan lagi karena berita yang di tontonnya adalah berita luar negeri yang otakku harus mentranslete bahasanya tidak bisa secepat kilat,,
Bahkan terkadang malah bahasa yang sama sekali tidak ku pahami
Jadwal menonton untuk Ray di jam malam hanya sekitar 1 jam, setelah itu ia harus bersip untuk tidur
__ADS_1
Aku sengaja menjadwalkan aktifitasnya yang berhubungan dengan hal hal seperti TV, yout***e, namun untuk komputer masih aku bebaskan selama ia tidak menonton film atau bermain game
"Ma, papa kapan pulang? " tanyanya tiba tiba
"Tumben sayang kamu tanya papa kapan pulang? " tanyaku bingung karena biasanya meskipun papanya berminggu minggu di luar kota atau luar negeri anaknya ini akan tetap cuek
"Em enggak apa-apa, cuma ada yang mau Ray kasih ke papa" seringainya
"Ma, Ray mau tidur ya"
"Iya sayang, sini mama cium" pintaku
"Nooo, Ray aja yang cium" ia pun mencium kilat di pipi ku lalu pergi menuju kamarnya
Ray sudah tidak mau di temani tidur sejak usianya menginjak dua tahun, bahkan untuk segala keperluannya ia akan minta pada bams
Alasannya adalah karena ia sudah besar jadi tidak mau jika di urus oleh yang berbeda gender,, haha lucu memang padahal sekolah saja belum tapi sudah sok sok an bilang dirinya sudah besar
***
aku memutuskan untuk tidur, sebenarnya belum mengantuk tapi mau ngapain juga? Semua orang di rumah ini sepertinya sudah tidur
Ku rasakan sentuhan kembut di bibirku, pipiku,, bukan hanya sekali tapi berulang kali
merasa terganggu akhirnya ku coba membuka mataku perlahan
"Aaaaaaaaaa" teriakku kaget
"Sayang tenang ini aku"
__ADS_1
"Mas devan? " ku coba melihatnya lebih jelas benar saja mas devan yang sudah tersenyum memperhatikanku dan segera ku pukul dengan bantal
"Auu sayang stop, koq di pukul? "Tanyanya polos
"Siapa suruh mas itu ngagetin aku"
"Maaf sayang"
"Koq udah pulang, katanya dua hari lagi? Mas bohongin aku ya? " pukulku lembut di lenganya
"Kan biar suprise sayang"
"Iiishh"
"Sayang, mas kangen banget tau" ucapnya lembut dan tangan mas devan sudah menjalar kemana mana
"Terus? " tanyaku pura-pura
Bibir mas devan sudah menempel di bibirku, ******* lembut itu berubah menjadi ******* penuh hasrat
Malam yang panas pun terjadi
***
Ku kerjapkan mata perlahan dan terlihat jam dinding menunjukkan angka 04.50
Aku segera bergegas untuk mandi dan menyiapkan sarapan untuk mas devan Ray
Ku lihat mas devan menuruni tangga di ikuti Ray yang juga sudah rapi
__ADS_1
"Sayang, Ray mau kemana? Koq rapi banget? "