Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 88


__ADS_3

baru beberapa langkah aku meninggalkan area checkin counter tiba-tiba aku di kagetkan oleh sosok laki laki yang dulu sangat aku harapkan


"Hai saa " sapanya dengan senyum yang masih sama


"Hai pak? "


"Kamu apa kabar? "


"Alhamdulillah baik, pak bagas sendiri apa kabar? " tanyaku balik


"Oh iya,, setelah menikah kamu tinggal dimana sekarang? Kamu belum ngenalin suami kamu ke mas? "


"Anda mencari SAYA? "


tanya suara barito yang begitu ku kenali


segera ku balikkan tubuhku menghadap arah suara berasal


Mas devan tersenyum ke arahku merangkul pinggangku dan mecium punggung tangan kananku


"Maaf sayang tadi mas lama meetingnya" ucapnya lembut padaku


Aku hanya diam dalam kebingungan melihat sikap mas devan tapi tidak mau terlalu memusingkannya apa lagi di hadapan umun


"Oh anda mantan atasan istri saya? Kenalkan nama saya devan suaminya sandya" dengan mengulurkan tangannya ke arah mas bagas


"Oh iya pak, saya bagas atasannya sandya dulu" ucapnya agak ragu

__ADS_1


"Terimakasih pak bagas karena dulu sudah menjaga istri saya" dengan melirikku dengan lembut dan mempererat rangkulannya padaku


Seketika mas devan membalik tubuhku menghadap ke arahnya


"Oh sayaaang kamu kenapa berdiri lama-lama? Kamu sedang hamil tidak baik berdiri terlalu lama, ayo kita pergi cari tempat duduk" ajaknya penuh kehawatiran


"Maaf pak bagas, saya harus membawa istri saya istirahat dulu permisii"


Mas devan masih dalam posisi merangkul pinggangku dan memaksaku untuk pergi


aku hanya diam tak memberikan respon apapun pada percakapan mereka tadi


***


Jakarta


"Ayo saa,, mama udah nunggu di dalam" ucap mas devan seraya membukakan pintu mobil untukku


Begitu mereka melihatku datang mama langsung berlari memelukku dengan erat sampai rasanya begitu sesak


"Sayaang mama khawatir banget sama kamu, kamu baik baik aja kan? Gak ada yang sakit? Gak ada yang luka? " tanyanya dengan memutar mutar tubuhku


"Mama, jangan di gituin sandyanya nanti dia pusing" tegur kak danisha yang berdiri di samping mama


"Ah iya maaf maaf sayang,,, ayo ayoo mama sudah siapin makan malam khusus buat kamu" tariknya di lenganku


Aku hanya tersenyum dan begitu pun mas devan, aku dan seluruh keluarga duduk di ruang tamu dan mas devan terus menempel padaku yang membuat yang lain tersenyum melihatnya

__ADS_1


***


Sudah 1 minggu sejak aku kembali ke rumah ini, sikap mas devan kepadaku masih sangat lembut dan perhatian


Mungkin benar jika mas devan sudah mencintaiku


Mungkin aku memang harus memberinya kesempatan kedua, aku akan memaafkan mas devan


Pikirku sendiri


***


Aku sudah mulai bisa menerima mas devan dan memaafkan segala kesalahannya.


Beberapa bulan pun berlalu dan hubungan kami begitu harmonis, mas devan juga sangat perhatin padaku apalagi di usia kandunganku yang memasuki bulan ke tujuh ini


"Sayaang" peluk mas devan dari belakang karena aku sedang menyiram tanaman di halaman belakang


"Hmm mas udah pulang? Koq aku gak denger mobil mas dateng? " tanyaku dengan mengelus punggung tangan mas devan


"Hmm" dengan tangannya mengelus perutku yang buncit


"Kenapa mas? Mau aku buatin kopi? "


"Enggak, mas gak mau kopi"


"Ya udah aku siapin air biar mas bisa mandi ya, di lepas dulu gih tangannya"

__ADS_1


"Sayaaaaang" panggilnya manja padaku


Tapi aku terus meninggalkan mas devan dan menuju ke kamar kami


__ADS_2