Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 146


__ADS_3

Readersss,,,, hari ini Up nya masih sedikit yaaaaa


Karena author masih harus banyak istirahat kata dokter, semoga cepet sembuh biar bisa Up banyak lagi


🙏🙏🙏🙏🙏


.


Kembali ku menaiki tangga untuk mengambil Hp dan menghubungi mama


Tuuuutt..... Tuuuttt


"Halo naak" sapa mama di seberang sana


"Halo ma,, tadi mama kesini? " tanyaku


"Iya, mama kesana buat jemput Ray... Tadi devan telfon mama bilang kalau kamu lagi sakit jadi untuk beberapa hari biar Ray sama mama aja ya, kamu istirahat aja biar cepet sembuh"


"Hmm iya ma makasih, maaf selalu ngerepotin mama"


"Mama gak pernah repot koq, Ray kan cucu mama jadi mama pasti seneng jagain ray dan lagi kalau ada ray kan mama jadi ada temen di rumah". Jelasnya padaku


"Hmmm iya ma, oh iya mas devan kapan telefin mama? " tanyaku


"Tadi pagi, mama tanya dia masih di perjalanan ke kantor tadi"


"Makasih ya ma, ya udah dya tutup telefonnya"


Setelah panggilan telefon dengan mama terputus aku pun segera menelfon mas devan

__ADS_1


Tuuuttt tuutttt tuuuttt


"Halo sayang"


"Halo maas,, mas maaf ya atas sikap ku tadi pagi" ucapku sedih


"Iya sayaang, mas ngerti koq... Kamu istirahat ya kalau masih sakit mas anter ke dokter aja"


"Iya sayang, makasih muuaaach"


Panggilan telefon pun terputus dan kembali ku menuruni tangga untuk makan karena rasanya sangat lapar


Siang ini aku sengaja minta bi inah untuk membelikan bubur ayam, karena entah kenapa ingin sekali makan bubur ayam


Triing (anggap aja notif pesan masuk)


Ha? Mas devan tumben SMS,,, biasanya juga chat via apl atau telefon


"Sayang tolong ke alamat XXX sebentar bisa? Mas kangen kamu"


bukannya tadi nyuruh istirahat ya?


Koq sekarang nyuruh ke luar? Alamat siapa lagi ini?


Ya sudahlah


Aku segera bergegas bersiap untuk menuju alamat yang mas devan kirim di antar oleh pengawal


Sesampainya di alamat tersebut yang merupakan sebuah apartemen, aku segera menaiki lift dan begitu sampai di lantai yang di tuju ku lihat rio seperti uring uringan di depan lift

__ADS_1


"Kenapa rio? " tanyaku yang membuatnya sedikit tersentak karena kaget


"Itu nyonya, apartemen yang nyonya tuju adalah kediaman jesica" ucapnya ragu ragu


"Kenapa aku di suruh ke sini? " tanyaku kembali


"Jadi gini nyonya, saya dan tuan ada rencana.. Jadi begini.... "


"Ok aku mengerti"


Setelah itu aku segera berjalan menuju alamat tersebut dan menekan bel nya


Tak butuh lama, ku lihat sosok perempuan yang pernah ku temui itu membuka pintu dan mempersilahkan ku masuk


Dia berjalan mendahuluiku dan langsung duduk di samping mas devan dengan merangkul tangannya erat


Bahkan sepertinya tubuhku seakan kaku di tempat, sedangkan jessica hanya tersenyum licik melihatku


Menatapku seperti kasihan namun lebih ke tatapan mengejek


"KALIAAN? " teriakku


"Hii, silahkan duduk anggap saja rumah sendiri, gak nyangka kita ketemu lagi Tapi dalam situasi yang berbeda" ejeknya padaku


"Apa yang mas lakukan disini? " tanyaku


"Tentu untuk menemuiku" jawab jessica tiba tiba


"Devan, kalau apa yang kamu katakan tadi bener aku mau sekarang kamu tampar istri kamu itu" tunjuknya padaku yang otomatis membuatku kaget

__ADS_1


Mas devan berdiri yang di ikuti oleh jessica, menatapku lekat lalu...


PLAKK..


__ADS_2