
"Hmm, mungkin steve trauma dengan keluarganya.... Dia anak broken home" jelas mas devan
"Tapi tetep aja mas,,, steve harus tanggung jawab gak mungkin anak itu lahir tanpa ikatan pernikahan" jelasku
"Nanti mas akan bantu bicara dengan steve tapi...." ucapnya menggantung
"Tapi apa? "
"Tapi kita ulang lagi yang tadi yaa" pintanya dengan mengedipkan sebelah mata
"Apaa? Enggak ah,, yang tadi aja lama"
"Bentar aja koq sayang, bener" bujuknya padaku
"Mas bohong, mas itu paling bentarnya tiga puluh menit" kesalku
"Ayo lah sayang,, junior belum mau bangun" ucapnya dengan menarik tanganku untuk memegang juniornya
"Aish mas ini,, tapi kan... Aaaah" ucapanku terpotong karena mas devan sudah berada pada posisinya bahkan si junior sudah terbenam di tempatnya
"Udah terlanjur sayang, jadi kita lanjutin ya" senyumnya licik
Dan kembali adegan panas pun terjadi, awalnya mas devan yang mengatakan hanya sebentar malah menjadi beberapa kali pelepasan yang membuatku benar benar kelelahan
***
"Aaghh" pekikku karena perutku terasa keram
Mas devan yang mendengar keluhku segera bangun dan duduk di sampingku
__ADS_1
"Sayang,, sayang kenapa? " tanyanya panik
"Gara gara mas ini, perutku jadi kram kan... Udah di bilang jangan lama semalem ini malah berkali kali" omelanku karena kesal
"Maaf sayang,, mas semalem gak bisa nahan, maafin mas ya... Sekarang kita harus gimana? " tanyanya
" udah biarin aku selonjoran dulu bentar biar kramnya ilang" jelasku
Setelah beberapa saat kramnya pun hilang walau badanku rasanya sakit semua tapi aku harus bangun untuk mandi
"Mas ngapain masih disini? Koq gak mandi? " tantaku
"Mas khawatir sama kamu sayang,,, kamu mau kemana? " tanyanya melihatku duduk
"Mau mandi, lengket badanku"
"Ngapain mas? " tanyaku bingung
"Biar mas yang mandiin kamu" ucapnya tegas
Mas devan memandikanku dengan telaten walaupun kadang ia bersikap nakal dan menyebalkan
***
Saat ini aku berencana ke rumah monic karena kemarin monic sudah pulang di jemput steve,, setelah mendapat nasehat dari mas devan steve langsung menjemput monic di rumah
"Mama mau kemana? " tanya ray yang hendak berangkat menuju les karate
"Mama mau ke rumahnya aunty monic sayang" jawabku dengan mengelus lembut kepala ray
__ADS_1
"Mama hati hati ya,, adek juga baik baik" ucapnya mengelus perutku lembut
"Anak mama ini manis banget siih, makasih ya sayang"
Ray pun pamit berangkat les dan sebelumnya tak lupa menyalami dan mencium tanganku lembut
aku di antar joko menuju rumah monic, hanya butuh waktu lima menit untuk sampai di rumah monic
Awalnya aku berniat untuk berjalan kaki saja karena jaraknya yang dekat namun mas devan melarangku dari pada berdebat lebih baik aku menurutinya saja
"Moniiiccc" panggilku di depan pintu yang sudah terbuka lebar
Ku dengar samar samar suara teriakan dari dalam rumah yang membuatku khawatir sekaligus penasaran sehingga ku putuskan untuk masuk karena takut terjadi sesuatu pada monic
Ku coba melangkah lebih dekat menuju sumber suara, dan perdebatan itu semakin jelas terdengar olehku
Mulutku menganga sempurna mendengar perdebatan pasangan yang berada di ruang keluarga itu, sedangkan aku berada di balik tembok penghalang antara ruang tamu dan ruang keluarga
.
.
.
Makasih atas dukungan readers selama ini
Jangan lupa like dan koment ya
InsyAllah kalau ada kesempatan author akan crezy up
__ADS_1