
Tok tok tok
" maass, makan malam sudah siap"
Ku dengar mas devan membuka pintu kamarnya dan segera aku turun ke lantai bawah
Saat mas devan sudah duduk di meja makan aku melayaninya mengambilkan nasi dan lauk, setelah mas devan selesai makan aku pergi ke dapur menemui bik inah
Ya biasanya aku akan makan di dapur bersama bik inah berdua kadang bertiga bersama mang ujang supir mas devan
Malam ini aku makan bersama bik inah, mang ujang, dan pak asep yang sengaja aku ajak makan malam sebelum pulang
Kami makan dan mengobrol sambil tertawa rasanya sangat menyenangkan bahkan aku tidak menyadari kalau mas devan berdiri di pintu melihat kami yang sedang asik mengobrol
Selesai makan aku hendak pergi ke kamar tapi ku lihat mas devan masuk ke kamar utama, dimana aku dilarang masuk kesana
Kamar itu hanya di buka seminggu 2x itupun untuk di bersihkan oleh bik inah, aku sangat penasaran apa isi kamar itu sampek semua orang tidak boleh masuk tanpa izinnya
Aku jadi malas mau masuk ke kamar, ku putuskan untuk jalan-jalan hingga aku melihat sebuah tangga dari besi yang berbentuk seperti pegas yang berada di samping rumah
Ku naiki tangga tersebut hingga sampai di atap rumah
Hmmm ternyata hanya sebuah rooftop kosong, ketika hendak berbalik tiba-tiba aku terdiam karena memikirkan sesuatu
Kayaknya kalau rooftop ini jadi tempat santai enak juga ya, apa aku ubah aja? Tapi entar kalau mas devan tau bisa mengamuk lagi dan lagi aku sudah tidak punya uang untuk membeli barang-barang untuk mengisi rooftop ini
Aku turun dari rooftop memutuskan untuk mencari bik inah di dapur
"Bik inah"
"Iya nyonya"
__ADS_1
"Bik, mas devan pernah enggak naik ke rooftop"
"Haa? Dimana itu nyonya? "
"Itu atap rumah yang kosong"
"Oh itu, saya rasa enggak pernah nyonya"
" hmm gitu ya, tap tadi saya liat ada jendela di sebelahnya, itu jendela kamar yang mana? "
"Itu jendela kamar tuan nyonya, tapi lebih tepatnya ruang kerja tuan"
"Jendelanya pernah di buka enggak? "
" enggak pernah nyonya, soalnya itu jendelanya tinggi"
Yesssss, akhirnya aku nemu tempat buat nyantai di rumah ini
***
Ku dengar bel rumah berbunyi, itu pasti kak danisha
Aku bergegas keluar dari kamar dan benar saja bik inah hendak memanggilku ke kamar namun terhenti karena melihatku sudah menuruni tangga
"Kakaakk" teriakku sambil berlari menuruni tangga
" ya ampun dya, kamu ngapain sampai lari-lari gitu? "
" enggak apa, kakak mau bantu aku enggak? "
"Bantu apa? " tanya kak danisha dengan mengeryitkan dahi
__ADS_1
Aku berbisik kepada kak danisha dan ia langsung mengangguk
***
"Dya, pokoknya kakak akan rubah kamu secantik mungkin supaya devan tergila-gila sama kamu, sekarang kita belanja baju-baju dulu ya"
" makasih kak"
Aku dan kak danisha banyak membeli baju-baju, tas branded, sepatu, dll
Setelah puas belanja kak danisha mengajakku ke salon, kak danisha berniat berombak penampilanku
"Waaah kamu cantik dya"
" ini aku kak?? " tanyaku tak percaya
" iya ini kamuuuu, cantik kan" senyumnya padaku
"Makasih ya kak"
" oh iya dya, kakak udah suruh orang buat rubah rooftop yang kamu minta, tadi dia nelfon katanya sudah selesai"
"Beneran kak? "
" iyaa, bentar kakak suruh mereka foto ya"
"Kamu yakin gini aja? Kenapa enggak semua rooftop aja kamu jadiin tempat santai? "
"Enggak usah kak, gini aja cukup. Makasih banyak ya kak"
__ADS_1
Temen-temen siapa yang mau visualnya?