
Devan menarik tanganku kasar saat kami keluar dari ruangan tante indah
Flashback
"Ma, devan ajak dya keluar makan dulu ya? Kasian dya dari tadi nungguin mama"
Tuturnya dengan sangat manis
" uuh manis banget kamu van udah punya panggilan sayang aja,, kamu panggil dya ya? Mama jadi seneng dengernya"
"Hhmm ya udah ya ma, ayo keluar"
Ucapnya dengan menatap mataku tajam
" tante sandya keluar dulu ya? "
Hanya di balas anggukan oleh tante indah
Baru saja aku menutup ruangan tante indah namun tiba-tiba tanganku di tarik paksa oleh devan
" aaah sakiit tauuu, lepasiiin"
Aku terus menarik tanganku dan memukul-mukul tangan devan namun tidak ada hasil, tenaga devan kuat sekali
Dia menarikku masuk ke dalam mobilnya yang berada di parkiran rumah sakit
__ADS_1
" apaan sih kamu ini, gila ya? Main tarik-tarik orang aja sakit tau!!! "
Emosiku dengan nada bicara seperti orang berteriak
Devan yang juga emosi pun membalas ucapanku tak kalah keras
" kamu yang gila, ngapain kamu setujui rencana mama haahh??? "
" huft kamu itu yaaa, gak liat kondisi apa? Emang kamu mau aku nolak kemauan tante indah di saat seperti ini? Kamu mau mama kamu tiba-tiba drop lagi? Kamu gak denger apa yang dokter katakan? "
Ku lihat devan hanya diam tanpa merespon, ku putuskan untuk keluar dari mobil devan yang memang kami hanya berbicara di dalam mobil yang tetap terparkir
" tunggu "
Pintanya yang membuatku membatalkan niat untuk membuka pintu mobil
"Perjanjian apa? " tanyaku bingung
" perjanjian kalau kita hanya menikah kontrak"
" apaaa? Enggak, aku enggak mau. Kamu pikir pernikahan itu mainan apa? Meskipun aku juga terpaksa nikah sama kamu tapi aku enggak mau makin berdosa di hadapan Tuhan karena mempermainkan sebuah pernikahan yang sakral"
Sebelum devan menyela ucapanku kembali aku memberikan peringatan padanya
" kalau kamu mau kita nikah kontrak, lebih baik kita enggak usah nikah sekalian tapi dengan syarat kamu sendiri yang jelasin ke tante indah"
__ADS_1
Kemudian segera aku keluar dari mobil itu karena emosiku sudah tidak bisa di bendung
Aku meninggalkannya yang masih setia mematung di kursi kemudi
Gilaaa ya itu orang, dia mau jadiin pernikahan yang suci menjadi sebuah permainan?
Walaupun aku terpaksa menikah dengan dia dan walaupun aku tidak mencintainya tapi aku enggak mungkin mempermainkan sebuah pernikahan apalagi kita harus tinggal satu atap, kalau pernikahan ini hanya pernikahan palsu bisa-bisa dosa mulu aku tiap hari harus tinggal bareng dia belum lagi godaan setan yang terkutuk
Misalnya kita nikah palsu, terus tergoda bujuk rayu setan bisa dosa besar kita. Dosa ku aja masih numpuk suruh nimbun dosa lebih banyak lagi? Ogaaaah
Gerutuku sepanjang perjalanan dari parkir menuju ruang VIP tempat tante indah di rawat
"Sayang" panggil tante indah padaku
" iya tante? Tante laper? "
" enggak koq, emm tante boleh minta sesuatu enggak? "
"Apa tante? "
" kamu ajuin resign ya? Tante maunya setelah menikah kamu tinggal di jakarta"
Aku hanya diam memikirkan segalanya, teman-teman, suasana di bali yang sudah sangat nyaman, kenangan-kenangan bersama teman-teman, dll
" saaa,, kamu denger tante? " dengan memegang pundakku
__ADS_1
"Eh,, emmm itu tante.....
Tolong jangan lupa like ya biar makin semangat