Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 56


__ADS_3

Butuh waktu lama untukku membujuk pak Bara, begitupun pak bara terus mendesakku untuk mengatakan alasanku untuk resign


Akhirnya aku mengatakan alasanku agar pak Bara menyetujui untuk tanda tangan.


Waktu sebulan yang tersisia ku habiskan bersama teman-temanku, setiap libur ku gunakan entah untuk jalan-jalan atau sekedar nongkrong bersama baik dengan groupku atau dengan teman dari group lain


***


H-1 sebelum waktu resign yang di tentukan aku masih bekerja seperti biasa sekaligus untuk berpamitan dengan teman-teman, rasanya berat untuk meninggalkan rekan-rekan yang sudah ku anggap seperti keluarga


“ sa, bener kamu resign karena mau nikah? “ tanya pak evan yang tiba-tiba muncul


Sempat kaget dengan pertanyaan itu, tapi menurutku itu memang harus jujur dari sekarang dari pada terus di tutup-tutupi, lili dan pak bagas yang sedang berada di ruanganpun melihatku seperti menunggu jawaban


“Em iya pak”


“Beneran sa? Waah selamat ya” ucap kembali pak evan padaku


“Iya makasih pak”


Ku lirik pak bagas dengan ekor mataku seperti ada sebuah kesedihan terlintas di wajahnya

__ADS_1


“ sa, kamu nikah sama siapa? Udah berapa lama kenalnya? “ Kembali pak evan dalam mode keponya


“ baru satu bulan setengah kenalnya"


Seketika ku lihat wajah kaget pak evan dan pak bagas, aku tau mereka pasti kaget kalau aku mengatakan baru kenal satu bulan


“koq kamu bisa nikah sama orang yang baru kami kenal satu bulan? “ kini pertantaan itu berasal dari pak bagas


Belum sempat aku menjawabnya tiba-tiba lili sudah menjawab pertanyaan itu begitu saja


“ yah mending kenal sebulan tapi serius dan jujur dari pada kenal lama tapi punya topeng banyak” sindir lili begitu terang-terangan dan membuatku kaget sedangkan mas bagas hanya diam menunduk


“Ini saya bawa undangannya pak” dengan mengambil undangan dari dalam tas


“ waaah bagus banget undanganmu sa, mahal ini pasti. Yaaah ini kan kita duty pagi sa, hmmm gak bisa dateng kalau gini”


“ enggak papa pak kalau enggak bisa dateng, minta doanya aja” senyumku pada pak evan


“Iyaa pasti itu” dengan masih membaca undanganku itu


“Sa, koq kayak enggak asing di telinga ya nama calonmu ini? “ kembali pak evan bertanya yang mengundang lili juga ikut penasaran

__ADS_1


“ Devan Anggara Putra, hmm iya kayak enggak asing ya pak? Devan Evan, oh sama kayak nama bapak“ gelak lili kepada pak evan yang sedang memegangi undangan tersebut


Tidak ku hiraukan pertanyaan tersebut karena aku tidak mau membuat mereka kaget jika mengetahuinya


Devan memang seorang pengusaha muda sukses tapi tidak terlalu terekspos karena dia tidak suka di wawancara, beritanya mengenai dirinya ada dimana-mana tapi tidak dengan fotonya sehingga membuat orang bingung siapa sebenarny sosok devan ini.


Ditanya aku tau dari mana? Pasti dari tante indah laaah siapa lagi coba?


**


Hari yang mendebarkan pun tiba, aku begitu gugup dan takut tapi tante indah datang menenangkanku, beliau memberikan waktu beberapa menit untuk menenangkan diri


Make up yang begitu cantik sudah terpoles di wajahku bahkan aku sampai tidak mengenali diriku sendiri


Nenek dan adikku datang, mereka di jemput secara langsung oleh tante indah dan sekarang mereka sedang menungguku di tempat acara.


Jangan Lupa like yaaaaa


Makasih atas dukungannya


semoga kalian suka

__ADS_1


__ADS_2