Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 97


__ADS_3

"Eeh stoooppp" teriakku seketika yang membuat mas devan pun mematung


Aku segera berdiri menghampiri mas devan yang masih diam di tempat


"Mau kemana? "


"Nyamperin kamu" jawabnya polos


"Buat apa? "


"Pengen deket kamu aja"


Aku menghembuskan nafas kasar, ada ada aja tingkahnya ini


"Balik ke tempat tidur" tunjukku tegas


Mas devan pun kembali mengaitkan infus nya ke tempat semula dan kembali membaringan tubuhnya


"Saa, kamu tiduran disini aja temani mas"


Pintanya dengan menepuk nepuk tempat tidur di sebelahnya yang memang masih luas


Karena tidak mau mas devan nekat beranjak dari tempat tidurnya lagi akhirnya aku pun menuruti ke inginannya untuk berbaring di sebelah mas devan


Mas devan meletakkan salah satu tangannya di atas perutku dan kembali mengelusnya seperti dulu


"Apa baby sehat? " tanyanya memecah keheningan


"Hmm"

__ADS_1


"Aku minta maaf"


"...... "


"Mas memang bodoh, mas salah tapi mas sadar kalau mas tidak bisa hidup tanpa kamu"


"....... "


"Setelah kamu pergi mas merasa seperti mati, hati mas seperti sudah hilang mengikuti kepergianmu" ucapnya dengan masih mengelus lembut perutku


"Mas akan lakukan apapun supaya kamu gak ninggalin mas"


"Maaf" ucapku lemah


"Enggak,,, enggak,,, kamu gak salah sayang hanya mas yang terlalu bodoh tidak menyadari perasaan mas sendiri"


"Apa kamu mau maafin suami kamu yang bodoh ini? "


"Apa kamu gak mau maafin suamimu ini? Hm memang dosa mas ke kamu udah terlalu banyak dan mas udah sering nyakitin kamu,, mas lebih baik mati dari pada harus kehilangan kamu"


Seketika aku menghentikan tangan mas devan yang masih mengelus perutku, ku tatap mata mas devan lekat seakan meminta sebuah penjelasan dari maksud kalimat mas devan barusan


"Maaf sayang"


Ucap mas devan dengan membenamkan wajahnya di antara pundak dan tengkuk leherku


Telingaku menangkap jelas isak tangis mas devan yang masih membenamkan wajahnya, tubuhku se akan melemah hatiku se akan sakit mendengar tangisan mas devan


Tangis penuh penyesalan dan permohonan sedangkan salah satu tangannya memeluk tubuhku dengan erat

__ADS_1


Aku hanya mengelus lembut lengan mas devan yang masih setia dengan tangisannya, mencoba memberikan ketenangan untuknya


Tanpa sadar air mataku pun ikut jatuh membasahi pipiku, entah ini tangis apa yang jelas hati ini begitu tidak tega mendengar mas devan menangis pilu


"Maas" panggilku


Tidak ada jawaban


"Maas "


Diam Masih dalam isakan tangis


"Kalau mas devan gak mau denger aku ngomong, aku pulang aja" ancamku karena mas devan masih tidak mau berhenti menangis


Seketika mas devan mengangkat wajahnya menatapku lekat


"Bangun dulu aku mau duduk"


Mas devan memencet remote tempat tidur yang membuat tempat tidur ini bisa menjadi sandaran saat duduk


Mas devan duduk menghadapku dan menggengam erat tanganku se akan aku tidak boleh kemana mana


"Mas bener cinta sama aku? " tanyaku memastikan


"Sangaaaat"


"Apa yang harus membuatku percaya? "


Mas devan sedikit terlihat berpikir dan kembali menjawab pertanyaanku

__ADS_1


"Aku akan buat surat pernyataan, kalau sampai suatu saat aku ninggalin kamu atau khianatin kamu maka semua harta yang aku miliki akan jadi milik kamu dan aku tidak berhak atas apapun dan akan aku sah kan di depan pengacara" ucapnya mantap


Aku sedikit kaget dibuatnya namun setelah ku pikir kembali itu boleh juga karena bagai manapun harus ada jaminan untuk anakku kelak


__ADS_2