Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 94


__ADS_3

Hai haiiiiiiii


Datang lagi akuuuuhhhh


Jangan lupa like nya ya


Sudah empat hari dari kedatangan mas devan, entah kenapa perasaanku tidak tenang selalu memikirkan mas devan


Kriiinggg kriiiiinnngggg


“biar bibi yang ngkat non,, non lanjut makan saja” pinta bi siti padaku


Hanya ku balas anggukan kepala karena mulutku sedang mengunyah makanan


“iya haloo “


“...... “


“Nyonya sedang keluar, ada apa ya biar nanti saya sampaikan”


“...... “


“apaaa? Baik baik iya terimakasih “


Ku lihat bi siti yang baru saja menutup panggilan telefon tersebut seperti sedang panik


“Kenapa bi? “


“eh,, i,, itu noon,, itu”


“Bii pelan pelan ngomongnya, tenang dulu tarik nafaaaaas lalu buang. Nah sekarang cerita ada apa? “


“tadi bi inah nelfon non”


“Bi inah ART di rumah tuan? “ tanyaku mengernyitkan alis yang hanya di jawab anggukan oleh bi siti

__ADS_1


“Kenapa bi? “ tanyaku balik


“itu,, tuan non,,, tuan kecelakaan mobil”


Seketika tubuhku membatu seperti sedang mencerna kalimat bi siti


“A,, apaa? Tadi bibi bilang apa? “


Kembali ku tanyakan untuk memastikan apa yang tadi ku dengar tidak salah


“Tuan devan kecelakaan non”


Seketika tubuhku melemas seperti tak bertulang


“Dimana bi? Di rumah sakit mana? “


“Di rumah sakit xxx non”


Segera ku keluar hendak menuju rumah sakit tempat mas devan di tangani namun bi siti seketika menghentikan langkahku


Aku pun mengangguk tanda setuju dengan perkataan bi siti


**


Butuh waktu 20 menit untuk sampai ke rumah sakit yang di tuju, bukan karena jaraknya yang jauh tapi karena macet yang menyebabkan perjalanan terasa sangat jauh


Rumah sakit


“Suster, dimana ruangan pasien atas nama devan yang baru masuk karena kecelakaan? “


“sebentar ya bu”


.........


“pasien yang baru masuk karena kecelakaabn saat ini di ruangan UGD bu”

__ADS_1


“dimana UGD nya sus? “


“ibu lurus ke sebelah sana lalu belok kanan”


“terimakasih sus”


Segera ku berlari menuju ruang UGD yang di tunjuk suster


Mataku tertuju pada seorang laki-laki yang tengah berdiri di depan ruang UGD yang tak lain asisten mas devan


"riooo" panggilku karena ngos ngosan


"Nyonyaa,, nyonya kenapa lari-lari? Nyonya sedang hamil jangan lari seperti itu"


"Kenapa,, kenapa mas devan? "


"Tuan,, tuan"


"Kenapa rio? Kenapa bisa kecelakaan? " teriakku


"Nyonya tenang,,, nyonya jangan panik seperti ini kasian bayi nya,,, tenang dulu nanti saya ceritakan"


Rio menuntunku untuk duduk di kursi tunggu dan aku mulai mengatur nafas dan menenangkan diri


"Nyonya minum dulu" sodornya memberikan sebotol air mineral


Langsung ku teguk air tersebut hingga menyisahkan setengah botol


"Sebenarnya setelah nyonya pergi dari rumah tuan terus menerus mencari nyonya bahkan tuan sampai ke bali untuk mencari nyonya, karena tidak menemukan nyonya disana akhirnya tuan langsung kembali ke jakarta saat itu juga"


Hening sesaat


"Tuan juga menyerahkan segala urusan perusahaan pada saya karena ingin fokus mencari keberadaan nyonya,,,,,, sebelum kecelakaan tuan sempat minum tapi karena mendapat telefon dari seseorang yang memberitau keberadaan nyonya tuan pergi dengan buru-buru dengan mengendarai mobil sendiri. mungkin karena mabuk tuan menabrak sebuah minimarket untungnya tidak ada korban jiwa"


Melihatku hanya diam dalam tangis rio pun melanjutkan ucapannya

__ADS_1


"Nyonya, sebenarnya tuan.........


__ADS_2