
Alangkah kagetnya begitu aku melihat banyak panggilan masuk yang berasal dari mama dan mas devan
Tak berapa lama hp yang ku pegang kembali berbunyi menandakan telefon masuk.
Ku tarik nafas dalam-dalam dan ku hembuskan kasar
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, sayang kamu dimana sekarang? Apa kamu baik-baik saja? "
Senyum paksa terlihat jelas di wajahku dan lagi air mata ini sudah mengalir tanpa permisi
"Dya baik ma"
"Kamu dimana sayang? Mama khawatir"
"Dya baik koq ma, maaf ma dya hanya butuh waktu untuk menenangkan diri aja koq"
Jelasku dengan terus menahan isakan tangis
"Kamu tenang aja sayang, mama akan kasih anak kurang ajar itu pelajaran"
" Maa, udah dulu ya.. Dya mau istirahat"
"Iya sayang, kamu jaga kesehatan dan juga cucu mama"
" iya ma "
Segera ku akhiri panggilan telefon tersebut karena air mataku sudah tak terbendung
Untungnya tempat makan ini tidak terlalu ramai sehingga tangisanku tidak mengundang perhatian orang lain
" udah jangan nangis lagi,, ini minum dulu kasian baby nya entar"
__ADS_1
Ucap rian dengan menyodorkan botol air mineral padaku
Aku hanya membalas dengan senyuman
"Jadi kamu rencana tinggal dimana selama di bali? "
"Di rumah sahabatku"
"Kamu punya temen disini? "
"Hmm lumayan, dulu kan aku tinggal disini"
"Oh ya? Koq bisa? Cerita dong"
Akhirnya kami saling bercerita satu sama lain
Dari pengalamamku yang tinggal di denpasar hingga menikah dengan mas devan dan cerita mengenai kehidupan rian yang menurutku terlalu santai
Drrrrttt drrrt
"Kamu dimana? Aku udah di parkiran mobil ini"
" aku di solaria, kamu sini aja"
"Okok tunggu disana"
Setelahnya ku tutup panggilan telefon tersebut yang berasal dari indira
Drrrrttt drrrtt
Kembali ku lirik hp yang baru saja aku letakkan di meja
Mas devan calling
__ADS_1
Tak ada niat sedikitpun untuk menjawab panggilan tersebut namun mas devan pun terus menerus menelfonku
Merasa risih dengan panggilan tersebut akhirnya ku block kontak mas devan dan semua akun sosial media lainnya
Tak butuh waktu lama ku lihat indira berjalan mendekat ke arah kami duduk
"Saaaa, ya ampun kangen bangeeet"
Ucapnya dengan memelukku erat
"Iya aku juga kangen sama kamu ra, oh iya kenalin ini temenku"
Tunjukku pada rian setelah indira melepas pelukannya
Mereka saling berkenalan dan bahkan kami masih mengobrol beberapa menit sebelum kami berpisah ke tempat tujuan kami masing-masing
***
"Ra, kamu sejak kapan belajar bawa mobil? "
"Udah lamaa, kalau gak salah sih setelah kamu di jakarta"
"Siapa yang ngajarin? "
"Bapak!! Eh iya kamu beneran enggak apa kost di tempatku? Gak mau tinggal bareng aku aja? Rumahku kan lumayan kalau cuma buat nampung kamu, lagian bapak sama ibuk juga nyuruh kamu tinggal bareng kita aja"
"Enggak deh ra, aku gak mau ngerepotin kalian"
"Ya elaaah kamu kayak sama siapa aja, kamu tau sendiri bapak ibukku lebih sayang sama kamu dari pada aku, bahkan adekku si indra juga pernah nyuruh bapak angkat kamu jadi anak bapak"
"Hahahahaha masak sih? "
Kami mengobrol dengan sangat bahagia dan mataku terus memperhatikan jalanan yang tidak ada perubahan sedikitpun dari semenjak aku meninggalkan pulau dewata ini
__ADS_1
Tetap indah dan ramai akan turis dan senyuman kembali terlihat di bibirku mengingat pulau yang sudah sangat ku rindukan ini