Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 98


__ADS_3

"Aku akan buat surat pernyataan, kalau sampai suatu saat aku ninggalin kamu atau khianatin kamu maka semua harta yang aku miliki akan jadi milik kamu dan aku tidak berhak atas apapun dan akan aku sah kan di depan pengacara" ucapnya mantap


Aku sedikit kaget dibuatnya namun setelah ku pikir kembali itu boleh juga karena bagai manapun harus ada jaminan untuk anakku kelak


"Apa kamu yakin mas? "


"Iya, aku akan menelfon rio untuk segera mengurusnya"


Mas devan pun menelfon Rio untuk mengurus segala yang di perlukan


"Sa, kamu udah maafin mas kan? " tanyanya kembali setelah menutup panggilan telefonnya


Aku hanya mengangguk karena sejujurnya aku sudah memaafkan mas devan dari sejak mas devan mengalami kecelakaan karena mencariku


Mas devan menarik tubuhku ke dalam pelukannya, pelukan yang selalu aku rindukan selama ini


Aku kembali tersenyum bahagia dengan rencana Tuhan untuk kami semoga kami bisa selalu bersama bahagia hingga ajal memisahkan


***


Sudah berlalu sekitar satu bulan dari kejadian kecelakaan mas devan saat ini aku dan mama tengah duduk santai di ruang keluarga


Mama memang memutuskan untuk pindah kerumah kami untuk beberapa minggu mengingat sebentar lagi waktu yang dokter prediksi sebagai hari persalinanku


"Sayang kemarin saat kamu periksa kandungan, dokternya bilang apa? "


"Semua baik ma, gak ada yang harus di khawatirkan dan lagi katanya dya masih dua minggu lagi baru lahiran" jelasku lembut

__ADS_1


kami pun sibuk mengobrol topik yang lain hingga tiba-tiba ku rasakan mulas di perutku


"Maah"


"Iya sayang kenapa? "


"Dya mules ma"


"Mau mama anterin ke kamar mandi? "


Aku hanya mengangguk, mama mengantarku ke kamar mandi khusus tamu karena jika harus ke kamar masih terlalu jauh


Namun baru masuk kamar mandi aku langsung keluar lagi yang membuat mama bingung


"Maa, mulesnya beda"


"Dya gak pengen ke kamar mandi ma"


Mama terlihat sedikit mengernyitkan alisnya


"Maaa,, perut dya sakit banget maaa"


teriakku karena merasa benar benar sakit


"Bi inaaah, suruh supir siapkan mobil" teriak mama yang membantu memapah tubuhku


Beberapa detik kemudian bi inah berlari membantu mama untuk memapahku masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Bii, tolong telefon devan suruh ke RS keluarga sekarang sandya akan melahirkan" perintah mama yang langsung mendapat anggukan dari bi inah


"Sayang atur nafas, jangan panik"


"Sakiiit maaa" ucapku dengan menangis karena memang sakit yang luar biasa yang ku rasakan


"Iya iya sayang, Pak mobilnya lebih cepat pak"


***


Aku masih kesakitan di ruang bersalin RS yang memang hanya aku di dalamnya, entah ini ruang bersalin VIP atau apa karena setauku ruang bersalin biasanya bukan hanya di huni satu pasien


Di tengah kesakitanku tiba-tiba pintu ruangan terbuka secara kasar yang membuat mama sedikit kaget ku lihat sekilas mas devan yang berlari terburu-buru menghampiriku


"Sayang, mama apa kata dokter? "


"Dya akan melahirkan van"


"Bukannya masih 2 minggu lagi? "


"Hal seperti ini sudah biasa, kadang lebih awal atau terlambat dari perkiraan dokter" jawab mama sebisa mungkin bersikap tenang


"Terus kenapa belum di proses kelahirannya"


"Istri kamu baru pembukaan 2,masih belum waktunya"


K"Pembukaan 2 apanya ma,, istri devan udah kesakitan gini"

__ADS_1


Mama hanya menggeleng karena bingung akan menjelaskan bagaimana kepada mas devan


__ADS_2