Adakah Sedikit Cinta Untukku

Adakah Sedikit Cinta Untukku
Episode 153


__ADS_3

"Aku,,, aku hamil sa" jawabnya ragu


"Lalu? " tanyaku kembali dan wajah monic sudah banjir air mata


"Steve,, steve gak... Dia.. Hiks hiks"


Segera ku peluk tubuh monic yang bergetar hebat, ku elus lembut punggungnya mencoba menenangkan


setelah di rasa agak tenang ku lepas pelukan tersebut dan kembali ku genggam erat kedua tangannya


"Stevee,, steve gak mau ada ikatan pernikahan,, dia,, dia gak percaya sama pernikahan" ucapnya terbata karena masih menangis


"Apa kamu sudah coba ngomong baik baik? " tanyaku dan monic hanya mengangguk


"Semalam aku emosi karena dia kembali menolak permintaanku untuk menikah,, dan semalam juga dia membawa perempuan lain ke rumah hiks hiks"


"Sudah berapa bulan kandunganmu? "


"Sudah,,, sudah tiga bulan"


"Sekarang lebih baik kamu jangan banyak pikiran dulu,, kamu tenang, kamu disini aja dulu sampai keadaanmu membaik Ok" pintaku


"Dan setelah kamu tenang kita bisa bicarain lagi, kita cari solusi sama sama" ucapku kembali


"Makasih sa"


"Sudah, santai aja anggap rumah sendiri"


***


"Mas baru pulang? " tanyaku yang tiba tiba melihat mas devan keluar dari kamar mandi

__ADS_1


"Iya sayang, kamu dari mana? Tadi mas cari cari tapi gak ada" ucapnya dengan memegang handuk mengeringkan rambut


"Dari kamar tamu, habis cerita cerita sama monic" ucapku dan membuat mas devan mengernyit


"Ray mana? " tanyaku memotong


"Ray minta anter ke rumah mama tadi, jadi mas langsung anterin kesana"


"Oh iya Monic nginep disini,, mas sudah makan? " tanyaku mengambil alih handuk yang mas devan pakai untuk mengeringkan rambutnya


"Sudah di kantor tadi, kamu sudah? " tanyanya padaku


"Sudah mas" jawabku sembari menyimpan handuk yang mas basah


"Mas banyak banget kerjaan ya di kantor? " tanyaku kembali


"Iya sayang,, ini mas masih mau kerjakan di rumah" jawabnya yang membuatku cemberut


"Mas" panggilku


"Hmm kenapa sayang? " tanya mas devan sembari menuntunku duduk di tepian ranjang


"Aku kangen sama kamu" ucapku dan mas devan hanya mengernyit


"Aku juga kangen sama kamu sayang"


"Bukaan, aku,, aku,, "


Mas devan langsung ******* bibirku lembut, tangannya menarik tengkukku sedangkan tangan yang lain sudah menjalar kemana-mana


Mas devan melepas lumatannya dan menempelkan dahinya tepat di dahiku

__ADS_1


"Kamu tau,, mas lebih menginginkannya, tapi mas menahannya selama ini karena tidak ingin menyakiti si kecil" jelasnya dengan memegang perutku yang sudah membesar


"maash,, akuh,, akuh,, "


"Sst,, " ucapnya dan membantuku berbaring


Kembali mas devan memberikan ******* lembut di bibirku, leher, dada hingga ke bagian inti


Baju yang ku kenakan tadi sudah tidak berbentuk entah kemana perginya karena mas devan melemparnya ke sembarang arah


"Aaaahhhhh,,,, " teriakku dan mas devan setelah mencapai puncak bersamaaan


Kembali ku atur nafas begitu pun mas devan yang berbaring di sampingku menatap langit langit


"Mas"


"Kenapa sayang? Kurang?" tanya mas devan yang membuatku otomatis mencubit perutnya


"Aww, sakiit"


"Siapa suruh nakal" ucapku kesal


"Nakal juga sama kamu sayang" godanya dengan sudah menghadap ke arahku


"Mas,, monic tadi cerita kalau dia hamil tapi steve gak mau nikahin dia" ucapku spontan sebelum mas devan memotong pembicaraan kami


"Hmm, mungkin steve trauma dengan keluarganya.... Dia anak broken home" jelas mas devan


"Tapi tetep aja mas,,, steve harus tanggung jawab gak mungkin anak itu lahir tanpa ikatan pernikahan" jelasku


"Nanti mas akan bantu bicara dengan steve tapi....

__ADS_1


__ADS_2