
"jangan sungkan,tante pemilik cafe ini kamu bisa bicara sama tante. Dari tadi tante perhatikan sepertinya kamu hanya diam disini selama berjam-jam"
" oh maaf tante, saya akan segera pergi" ucapku dengan segera berdiri
Namun aku tertahan karena pergelangan tanganku di tahan oleh wanita itu
" duduk nak" pintanya
Aku hanya mengikutinya, ku duduk kembali di tempat semula
" nama tante Indah, nama kamu siapa nak? " tanyanya dengan mengelua punggung tanganku
" nama saya sandya tante"
"Kamu tumben kesini sendiri? " tanyanya padaku
" haah? "
" iya, tante di kasih tau pegawai sini katanya kamu sering kesini tapi selalu sama temen kamu, sekarang tumben sendirian? "
" em enggak apa-apa tante" bohongku
" nak, kamu bisa cerita sama tante. Bukan ada maksud apa-apa koq, tante yakin setelah kamu bercerita pasti hati kamu akan lebih tenang. tapi sepertinya kamu lupa ya sama tante? "
__ADS_1
" maaf tante" tanya ku bingung
" kamu pernah nolongin tante di bandara"
Kembali ku diam dan mengingat wajah wanita di hadapanku ini tapi tetap tidak mengingat apapun
" dulu tante pernah hampir ketinggalan pesawat, begitu tante sampai bandara ternyata sudah close checkin. Saat itu suami tante masuk rumah sakit di jakarta, jadi tante tidak bisa menunggu pesawat selanjutnya, tante harus pulang saat itu juga. Tapi kamu tiba-tiba teriak dari meja konter lain dan menyuruh petugas checkin di hadapan tante untuk memberikan boarding pas nya, berkat kamu tante masih bisa bertemu dengan suami tante sebelum suami tante meninggal. Selama ini tante sangat bersyukur atas pertolongan Allah melalui kamu"
Ku coba untuk mengingatnya kembali tapi tetap saja aku tidak ingat dan tante indah terus meyakinkanku untuk menceritakan masalahku padanya
Akhirnya aku menceritakan tentang nenekku kepada tante indah
" hmm kasian kamu nak, gimana kalau tante kasih pinjam kamu aja? " tawarnya padaku
karena kami baru pertama kali bertemu tidak mungkin aku berani meminjam uang padanya, walaupun tante indah orang yang baik tapi tetap saja itu tidak pantas bagiku
" kamu tidak usah sungkan nak, toh kamu juga akan mengembalikannya bukan? "
" iya tante tapi saya tetap tidak bisa menerima kebaikan tante, dan lagi pula sepertinya saya akan sangat lama mengembalikan uang tante. Dan lagi saya juga bayarnya pasti nyicil tante"
" tidak apa-ap, lagian tante tidak buru-buru"
Ku coba terus menolak tawaran tante indah tapi beliau terus memaksa ku, jujur aku juga sangat membutuhkan uang itu sebenarnya
__ADS_1
Setelah beberapa lama akhirnya aku menerima tawaran tante indah, aku sengaja memberikan KTP ku sebagai jaminan, aku juga menyerahkan alamat sesuai kipem dan nomer telefonku
Tante indah langsung mentransfer uang tersebut ke rekening adikku di kampung
Akupun terus mengucapkan terimakasih berulang kali
Alhamdulillah ya ALLAH
Engkau mengabulkan doa hamba, selalu memberi jalan di saat hamba merasa buntu
Terimakasih Ya ALLAH
Kata-kata syukur terus terucap dalam hatiku
Bahkan senyuman pun mulai terlihat di wajahku, rasanya batu berat itu sudah menghilang dan aku harus bekerja keras untuk mengumpulkan uang membayar hutangku pada tante indah
Uang yang sebelumnya aku pinjam di teman-teman mulai aku kembalikan
aku akan transfer besok
Ucapku dalam hati
Akhirnya aku bisa tidur nyenyak malam ini
__ADS_1
Jangan Lupa like teman-teman